Tag Archives: GIMP

Krita, software keren untuk digital painting

22 Apr

Pada awalnya saya pikir saya sudah merasa cukup puas dengan Gimp, Inkscape dan MyPaint untuk bereksperimen dengan image manipulating, ternyata saya lupa kalau ada satu lagi yaitu Krita, yang juga merupakan KDE software seperti saudaranya yaitu Gimp dkk, tapi lebih ditujukan untuk digital painting dan sketching.

krita_splash_v0

Dan yang lebih menyenangkannya lagi Krita sudah tersedia di Ubuntu Software Center, jadi tinggal diklik saja untuk menginstallnya, saat ini sudah dirilis versi 2.6, sayangnya Krita tidak ada untuk versi Windows-nya, seperti MyPaint juga yang hanya dirilis untuk OS Linux.

Pertama kali membuka Krita, akan muncul tampilan untuk memilih jenis kanvas yang akan digunakan, juga pilihan mode yaitu RGB, Grey scale dan CMYK, bahkan ada template untuk komik juga.

Screenshot from 2013-04-22 22:28:08

Setelah saya memilih kanvas dengan mode RGB, langsung saya mencoba Mirror Mode yang jenis Horizontal , tombolnya terdapat pada sebelah kanan atas toolbar-nya,

horizontalmode

dan saya memilih salah satu brush yang terdapat pada brush set, dan ini hasilnya, hanya dengan menggunakan mouse, bukan dengan graphic tablet, hebat ya :D

Screenshot from 2013-04-22 22:36:05

Pada brush set di Krita juga terdapat Smudge Brush, yang berfungsi untuk memberikan efek Smudge pada gambar, jadi seperti saat kita “menghaluskan” gambar dengan tangan, efek ini mencampurkan antara dua atau beberapa warna, dan ini hasil dari Smudge Brush :

smudgebrush

Selain itu jika kita menklik mouse kanan pada kanvas, akan tampil pop-up seperti ini, dimana kita bisa memilih warna-warna yang sudah pernah dipakai, juga jenis brush yang sudah kita save sebelumnya, untuk menghilangkan pop-up ini, klik lagi mouse kanan.

rightclick

untuk mensave brush pada menu pop-up, pada bagian kanan atas toolbar, pilih button Save to Palette, 

savepalette1

kemudian akan muncul tampilan berikut dimana kita bisa memilih beberapa brush untuk disave, kita bisa mensave 10 brush pada menu pop-up

SAVEPALETTE

Beberapa shortcut key pada Krita :

Shift + Drag: dynamically resize brush size.
I and O: Decrease / Increase opacity (or just drag the slide at the top)
Mousewheel: zoom in and out
Ctrl + Click: select color.
Tab: Canvas-only mode
M: Mirror image.
B: Switch from whatever mode you’re using to Brush/Freehand mode.
E: Erase mode. In Krita, any brush can be used as an eraser!
Ctrl + Z / Ctrl + Shift + Z to undo/Redo (like most programs)

Memang masih banyak interface dari Krita yang masih perlu saya pelajari, terutama karena saya sudah terbiasa menggambar dengan MyPaint, jadi Krita adalah suatu yang baru bagi saya, tapi sejauh ini Krita sangat menarik, terutama karena memiliki banyak hal yang tidak bisa dilakukan dengan Gimp dan MyPaint.

Dan ini hasil sketching saya dengan Krita, dibuat sekitar 5 menit, gak jelek juga kan ? ;)

tes

Jadi begitu review saya tentang Krita, untuk info lebih lanjut dan download gratisnya, silakan menuju ke www.krita.org , selamat menggambar :)

 

 

 

 

 

Beberapa Cara Konversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape

21 Apr

Gimp dan Inkscape adalah software foss yang selama ini sudah cukup handal dan banyak digunakan, sayangnya karena kedua software ini belum mensupport konversi image dari RGB (Red Green Blue) ke CMYK (Cyan Magenta Yellow Black) padahal konversi image ke CMYK ini penting saat image akan dicetak.

Mungkin sudah agak telat saya menulis tentang hal ini, tapi saya rasa ada perlunya juga saya menjelaskan tentang konversi CMYK ini, sekalian untuk dokumentasi juga.

Untungnya ada beberapa cara untuk menkonversi image dari RGB ke CMYK,

Pertama, untuk Inkscape bisa dengan bantuan Scribus, (free and open source publishing software) Scribus sudah mensupport SVG format, jadi tinggal mengkonversi file dari Inkscape yang sudah disave dengan format SVG, dengan perintah File – Import Get Vector File 

Kedua, dengan menginstall plugin Separate+ pada Gimp, dengan plugin ini maka kita bisa mengkonversi RGB ke CMYK, install juga icc profile yang dibundel satu paket dengan plugin tersebut, semua perintahnya sudah jelas pada file readme yang terdapat di plugin itu.

Ketiga, dengan bantuan Krita , software digital painting yang sedang banyak dibicarakan, bagi saya Krita seperti gabungan antara Gimp dan MyPaint , memang Krita lebih ditujukan untuk membuat digital art dan concept art, maka tidak heran kalau Krita sudah dilengkapi dengan fitur konversi CMYK.

Jadi caranya gampang saja, tinggal Export file dari Gimp atau Inkscape ke Krita, kemudian gunakan perintah Image – Convert Image Type , kemudian pilih CMYK. selanjutnya tinggal menyimpan file dengan perintah File – Export , simpan file bisa dengan format PDF atau TIFF.

Jadi itu beberapa cara untuk mengkonversi RGB ke CMYK pada Gimp dan Inkscape, tinggal pilih saja cara mana yang paling mudah dari ketiga itu :)

ohya, saya masih belum bisa pakai Krita, soalnya interface-nya lebih canggih dibanding Gimp dan Inkscape, jadi posting ini sekalian untuk belajar Krita juga :D

sumber :

http://fossgrafis.com/article/gimp-separate-plugin-for-cmyk-print/

http://registry.gimp.org/node/471

http://libregraphicsworld.org/blog/entry/getting-cmyk-colors-from-inkscape-to-scribus

 

Krita-2.6

 

 

 

Efek artistik dari plugin G’IMC ~ kolaborasi Gimp dan MyPaint

29 Mar

Dari artikel David Revoy tentang plugin G’MIC, baru saya pahami bahwa beberapa filter dari plugin ini adalah untuk memberikan efek artistik dari gambar – bukan cuma hanya foto, dan beberapa filter ini tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan filter-filter yang serupa dari beberapa plugin Photoshop ( yang tentunya berbayar ya)

Jadi berikut akan saya coba jabarkan bagaimana mengaplikasikan filter-filter dari G’MIC pada gambar yang saya buat dengan software foss untuk digital painting, MyPaint, contoh berikut ini adalah gambar “Eye” yang dibuat dengan Deevad mixbrush, saya suka menggunakan brush ini karena menghasilkan gambar yang “smooth” hingga saya tidak perlu menggunakan “Smudge” Tool untuk menghaluskan gambar lagi.

eyes1

Dan berikut adalah tampilan plugin G’MIC, filter yang akan saya gunakan adalah filter Poster Edges

gmicmenu

Setelah mengubah beberapa setting, terutama pada setting Edge Threshold, berikut gambar setelah diaplikasikan dengan filter Poster Edges

eyes_posteredge

Selanjutnya akan saya coba untuk menggunakan filter tersebut pada gambar berikut ini, namun saya tidak mau efek filter tersebut mengubah detail pada wajahnya.

girl

Maka saya akan menggunakan “Free Select Tool” untuk men-select wajah, pada Tool Option Bar, klik pada “Feather Edges” dengan radius 20 piksel. setelah itu pilih pada menu : Select – Invert , untuk men-select area disekitar rambut (karena saya akan mengaplikasikan efek filter untuk rambut – bukan pada wajah)

Screenshot from 2013-03-29 16:48:21

Dan berikut adalah hasil dari filter Poster Edges :

gmic-posteredges

Saya mencoba filter yang lain yaitu “Graphic Boost 2″ untuk menghasilkan tekstur yang lebih “berisi” pada gambar ini. ohya, warna mata dari gambar ini sudah saya ubah dengan Gimp, jadi warna mata bukan diubah dengan filter G’MIC.

gmic-graphicboost2

Dan ini juga gambar saya yang lain dengan mengaplikasikan filter “Graphic Novel”

mygirl_gmic_graphicnovel2

Demikian posting tentang beberapa filter ciamik dari G’MIC yang sangat cocok untuk menberika efek yang artistik pada gambar digital, semoga bermanfaat ! :D

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

G’MIC ~ plugin untuk Gimp

17 Mar

Jika anda adalah Gimp user, pastinya sudah tahu bahwa Gimp memiliki beragam plugin yang terdapat pada Gimp Plugin Registry, repository untuk extension dan plugin Gimp. Nah, salah satu Plugin Gimp yang terkenal adalah G’MIC atau Grey’s magic for Image Computing. 

gmicky_wilber_small

Sebetulnya G’MIC sejatinya bukan saja merupakan plugin untuk Gimp, namun merupakan sebuah framework untuk image processing yang menyediakan berbagai interface untuk memanipulasi image (begitu penjelasan dari website-nya)

Saya kurang begitu suka menggunakan plugin, mungkin karena selama ini belum merasa perlu, tapi setelah melihat beberapa review mengenai G’MIC, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba plugin ini.

Jadi ini tampilan plugin G’MIC, untuk membuka G’MIC di Gimp, pada menu pilih Filter – G’MIC (tentunya pilihan ini baru muncul setelah menginstal plugin ini)

gmicforgimp

Pada tampilan window G’MIC, terdapat ratusan filter, yang bisa diatur settingnya juga, dan ternyata ada beberapa filter yang cocok digunakan untuk retouching foto seperti filter Soft-Glow berikut ini :

gemma-arterton_softglow_gmic

Saya juga mencoba salah satu filter “Lylejk’s Painting” pada gambar yang saya buat dengan menggunakan MyPaint, dan berikut hasilnya yang menyerupai lukisan impressionist (gambar yang dibagian atas adalah gambar asli, dan gambar dibagian bawah adalah gambar setelah diberi efek dari G’MIC) :

random_gmic2

Dan juga saya mengaplikasikan filer “Graphic Novel” pada gambar sketsa yang saya buat juga dengan MyPaint, dan berikut hasilnya (gambar sebelah kiri adalah gambar asli, gambar sebelah kanan adalah gambar setelah diberi efek dari G’MIC) :

merida_graphicnovel_gmic

 

Jadi saya rasa plugin G’MIC ini sangat menyenangkan, terutama karena beberapa efeknya bagus untuk diaplikasikan pada foto maupun digital painting (yang disini saya buat dengan MyPaint) dan masih banyak lagi plugin dari G’MIC yang belum saya coba ! wow ! :D

Oh ya, kalau ingin mencoba G’MIC namun belum menginstal Gimp, bisa mencoba ratusan filter dari G’MIC langsung di websitenya di G’MIC Online  selamat mencoba ! :)

sumber :

http://gmic.sourceforge.net/

http://www.davidrevoy.com/article147/gmic-new-filter-poster-edges#.UL-cnEsfxIw.google_plusone_share

http://registry.gimp.org/

http://sourceforge.net/p/gmic/wiki/Home/

Gimp Book 2 : Tutorials

29 Dec

Sebagai lanjutan dari posting sebelumnya, saya melampirkan bab-bab lanjutan dari Gimp Book.

Dua bab ini menjelaskan tentang fungsi filters dan fitur-fitur yang terdapat pada Gimp versi 2.8 :

gimpbook_newversion28

gimpbook_Filters

Dan bab-bab berikut ini adalah tutorial yang saya buat sendiri maupun saya modifikasi dari beberapa tutorial-tutorial yang terdapat di blog dan youtube

gimpbook_tiltshift_tutorial

gimpbook_changecolor

GimpBook_Tutorial1_button

gimpbook_3Dballs

gimpbook_firefonts

gimpbook_glossytext

gimpbook_dolphininocean

Gimp Book dan tutorial ini semua saya tulis dengan bantuan Libre Office , dan tentu saja fitur untuk  mengkonversi file ke format pdf bisa juga dilakukan oleh libre office, so thanks to Libre Office ! :D

So what’s next ? mungkin saya mau coba untuk buat tutorial foss lainnya seperti Inkscape dan MyPaint, tapi kalau untuk Blender saya masih belum bisa menguasai fiturnya, jadi harus belajar dulu, hehehe :)

Demikian Gimp Book ini, untuk semua masukan dan kritikan sangat saya hargai ;)

Gimp Book 1

28 Dec

Tahun 2012 ini, New Year’s Resolution saya adalah menulis satu buku, jadi sebelum 2012 ini berakhir saya sudah menyelesaikan satu ebook tentang sebuah aplikasi yang paling berpengaruh buat saya dalam dua tahun ini.

Jadi dengan semangat free and open source, buku ini tentunya untuk disebarkan secara gratis, dengan harapan semoga bisa memberikan manfaat seperti yang sudah saya rasakan selama dua tahun ini.

Motivasi saya sederhana saja, saya merasa sangat tertolong oleh keberadaan free and open source software seperti Gimp, Inkscape, Blender, MyPaint, dan lainnya, yang sudah memberikan kesempatan bagi saya untuk dapat belajar dan menguasai software image editing yang tidak mungkin saya bisa kuasai seperti software-software proprietary lainnya.

Ohya, posting ini baru memuat bab pertama dari buku yang saya tulis, masih ada beberapa bab tambahan tentang tutorial yang akan saya posting berikutnya.

All and all, tiada gading yang tak retak, tentunya buku ini masih jauh dari sempurna dan saya sangat menghargai semua masukan dan kritikannya :)

gimpbook1

Membuat Efek Refleksi Air dengan Gimp

5 Dec

Tutorial sederhana ini akan menjelaskan bagaimana membuat efek refleksi air dengan Gimp versi 2.8 , sehingga gambar seakan-akan memiliki bayangan refleksi air dibawahnya.

Dalam memodifikasi gambar ini, kita akan menggunakan beberapa Tools dari Transform Tools, yang terdapat pada Tool Box , yaitu : Move Tool, Perspective Tool, Flip Tool dan Scale Tool

transformtool

Pertama, buka file gambar yang akan dimanipulasi, buat duplikat layernya : klik pada ikon “Duplicate Layer” yang terdapat pada layer box

Karena kita akan membuat duplikat layer tersebut untuk menjadi bayangan dari gambar, ubah ukuran kanvas agar bisa memuat duplikat layer yang akan diposisikan tepat dibawah layer aslinya, klik : Image – Canvas Size , masukkan nilai Height menjadi dua kali dari nilai awalnya dan klik OK

Screenshot from 2012-12-05 17:06:42

Setelah ukuran tinggi kanvas sudah menjadi dua kali dari ukuran awalnya, pilih layer duplikat, gunakan Flip Tool untuk mengubah posisi gambar menjadi terbalik, pilih Flip Style : Vertical , dan klik pada gambar

Pilih Move Tool dan pindahkan duplikat layer tersebut tepat dibawah layer aslinya

flip

Kini gambar sudah memiliki bayangan dibawahnya, kita akan membuat efek bayangan air pada gambar di bawah tersebut, klik New layer , pilih Layer Fill Type : White , beri nama layer ini dengan Cloud 

Pada Layer Cloud yang terseleksi , Pilih Filter – Render – Clouds – Different Clouds , masukkan nilai X size : 4 , Y size : 10 dan klik pada box : Turbulent , dan klik Ok

cloud

Unutk membuat efek gelombang air pada layer Cloud ini, kita akan mengubah bentuk layer tersebut menjadi bentuk trapesium, pilih Perspective Tool , dan pindahkan dua titik bagian bawah layer hingga layer menjadi berbentuk trapesium :

perspective

Kini Layer Cloud sudah berbentuk trapesium, dan gunakan Scale Tool untuk mengatur posisinya hingga tepat pada batas refleksi air yang berada diantara kedua layer :

scale

Sekarang kita akan membuat layer yang diposisi bawah menjadi bergelombang mengukiti riak air dari layer Cloud. sebelum mengaplikasikan efek tersebut pertama klik mouse kanan pada layer Cloud dan pilih Layer to Image Size , kemudian pilih pada layer duplikat dibawah, klik mouse kanan dan pilih Layer to Image Size. 

Pada Layer duplikat yang terseleksi, Pilih Filter – Map – Displace , pilih X dan Y displacement pada Layer Cloud, dan pilih Edge Behaviour : Smear , dan klik Ok

displace

Kini layer duplikat sudah memiliki gelombang air seperti layer Cloud, untuk membuat bayangan air dari layer Cloud , pilih layer Cloud dan pada Layer Mode pilih : Multiply 

multiply

Selesaikan modifikasi gambar dengan mengubah kontras warna pada layer duplikat menjadi lebih gelap dengan Curve : Color – Curves , dan gunakan Crop Tool untuk memotong pinggiran gambar.

Hasil Akhir :

eiffel-reflection

Hasil lainnya :

eva-green

cyborg

Sebetulnya sudah ada plug-in Water reflection displacement map generator pada website Gimp plugin registry, jika ingin menggunakannya silakan unduh pada website tersebut.

Demikian tutorial ini, semoga bermanfaat, jika ada kritik dan saran silakan mengisi kolom dibawah ini, terimakasih ! :)

Gimp adalah software manipulasi image  free dan open source yang multiplatform

untuk mengunduh, silakan ke www.gimp.org

Apocalyptic Town Effect

21 Oct

Belum lama ini saya menulis tutorial tentang membuat manipulasi efek kota mati di fossgrafis.com , dan kini saya mencobanya dengan foto yang saya ambil sendiri beberapa hari yang lalu.

Dengan menggunakan cara yang sama, kali ini saya menambahkan efek tanaman liar bukan dari mengkopas image tanaman namun dengan menggunakan brush rumput dan tanaman liar yang bisa diunduh gratis dari devianart 

Jadi ini foto asli yang saya ambil dengan kamera poket saya :

Dan ini hasilnya setelah saya edit  :

Juga saya mengambil gambar sebuah gedung yang indah terbuat dari kaca :

Selain menghilangkan orang-orang disekitar gedung dengan Clone Tool dan Heal Tool, saya juga menggunakan Cracked Glass Surface untuk memberi kesan “kaca yang retak” dipermukaan gedung tersebut

Jadi dengan menggunakan sofware image editing yang free and open source ini, saya dapat bermain-main dengan gambar yang saya ambil sendiri, cukup menyenangkan untuk mengisi waktu luang di akhir pekan ini, terima kasih atas perhatiannya :)

Gimp adalah software image editing multi-platform yang free and open source

go to http://www.gimp.org for free download

semua gambar diambil oleh penulis dengan kamera poket

Image Manipulation dengan Gimp

23 Sep

Memanipulasi gambar / image termasuk skill yang dasar/basic dari image editing, manipulasi gambar adalah suatu usaha untuk mengkoreksi gambar agar tampak lebih menarik dari aslinya, jadi skill ini digunakan untuk menghilangkan kerutan, garis hitam dibawah mata, tahi lalat, jerawat, bekas luka, bahkan juga tato.

Biasanya software yang sudah umum digunakan untuk image manipulation adalah Photoshop, namun berhubung saya tidak bisa menggunakan photoshop (serius ! :roll: ) maka saya akan mencoba dengan software image editing yang free and open source yaitu Gimp

Secara umum, Tools yang digunakan adalah tools yang masuk dalam kategori Painting Tools, tapi justru lebih sering digunakan untuk memanipulasi gambar, kali ini saya akan mencoba dengan Blur/Sharpen Tool, Dodge/Burn Tool dan Heal Tool.

Ini adalah berbagaimacam Painting Tools pada Gimp :

 

 

Sebetulnya ada satu tool lagi yang dapat digunakan yaitu Smudge tool yang bisa memberi efek ‘halus’ pada gambar, tapi saya tidak merekomendasikannya, karena akan membuat gambar jadi seperti ‘kotor’, jadi cukup tiga tools yang saya sebutkan diatas.

Fungsi dari ketiga painting tools diatas adalah :

  • Blur/Sharpen tool ; untuk memberi efek pada gambar menjadi lebih blur (tidak fokus/tajam) dan lebih sharp (tajam)
  • Dodge/Burn tool ; untuk memberikan efek pada gambar menjadi lebih terang (dodge) atau lebih gelap (burn)
  • Heal tool ; untuk mengkloning bagian pada gambar dengan cara yang lebih ‘smart’ hingga digunakan untuk memperbaiki kualitas gambar.

 

Key Modifier : tahan tombol Ctrl saat memakai Blur/Sharpen tool untuk mengaktifkan fitur Sharpen-nya, karena jika tombol Ctrl dilepas maka Blur/Sharpen tool akan mengaktifkan fitur Blur-nya. demikian juga dengan Dodge/Burn tool

Pada Heal tool, tekan tombol Ctrl untuk menentukan posisi awal pada gambar yang akan digunakan untuk mengkoreksi gambar.

Kelihatan rumit ? sebetulnya tidak, bahkan untuk mengedit gambar dengan tools ini menjadi sangat mudah dan tidak memerlukan waktu yang banyak, untuk lebih jelasnya, saya akan coba dengan foto Sigourney Waever , dengan painting tools ini saya akan mencoba membuatnya menjadi lebih muda 30 tahun ! :mrgreen:

 

Pertama, pilih Blur/Sharpen tool :

 

Tekan tombol mouse kiri dan mulai membuat “blur” pada bagian wajah yang penuh kerutan, terutama bagian mata dan garis senyum. Tahan tombol Ctrl untuk mengaktifkan fungsi “sharpen” dan mulai membuat “sharp” pada mata, hidung dan bibir.

 

 

Kedua, pilih Dodge/Burn tool :

 

Gunakan fungsi “Dodge” untuk memberi highlight atau membuat lebih terang pada bagian pipi, batang hidung, bibir, tulang mata dibawah alis, kerutan pada bawah mata dan garis senyum. kemudian tahan Ctrl untuk mengaktifkan fungsi “Burn” dan mulai menggelapkan bagian tulang pipi, bawah leher dan cekungan mata.

 

 

Terakhir, gunakan Heal Tool :

 

Heal tool digunakan untuk menghilangkan kerutan-kerutan pada wajah, jadi pertama kita harus memilih bagian wajah yang paling mulus, misalnya puncak hidung atau pipi, tekan Ctrl untuk menentukan posis awal, dan mulai “menghilangkan” kerutan pada bagian wajah lainnya.

 

 

tips :

  • sebaiknya jarak antara posisi tidak terlalu jauh, semakin dekat semakin baik.
  • atur ukuran kursor pada Tool Option untuk mempermudah pengeditan
  • jika salah, gunakan Undo  (Ctrl – Z) semakin sering dicoba, semakin mudah melakukannya

 

Dan inilah hasil akhir ya ! :o

 

Saya membuat editing ini hanya kurang dari 5 menit, jadi memang masih kurang bagus ya, harusnya lebih lama dari itu, tapi ini hanya untuk menunjukan bahwa manipulasi gambar adalah hal yang sangat mudah ! saking mudahnya bahkan 90% dari gambar yang kita lihat pada majalah2 wanita itu sudah dimanipulasi ! nah lhoooo 8O

So, last but not least, use image editing software wisely, because you can fake your pictures but you can never fake yourself, unless you got botox ! :D

 

 

Gimp adalah software multi-platform  image editing yang free and open source, untuk info go to http://www.gimp.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memahami komposisi “Rule of Thirds” pada gambar

2 Sep

Pada dunia fotografi dan seni lukis dikenal istilah “Rule of Thirds” yang merupakan suatu teori dasar untuk membuat gambar atau image yang hasilkan menjadi lebih proporsional dan menarik.

Intinya Rule of Thirds adalah garis bantu atau guidelines yang membagi gambar menjadi sembilan bagian yang sama besar dengan menarik dua garis sejajar pada horizon dan dua garis sejajar pada vertikal. Garis-garis ini adalah garis bantu yang akan memposisikan objek atau gais horizon hingga gambar yang dihasilkan menjadi lebih proporsional dan lebih menarik.

Gampangnya, bentuk garis Rule of Thirds seperti papan catur jawa ! :)

Nah, kalau kita punya kamera DSRL yang canggih, fitur Rule of Thirds ini mungkin sudah tersedia pada pilihan menunya, tapi bagaimana kalau kita memotret dari kamera hape atau kamera poket yang sederhana ? padahal kita kan juga mau membuat gambar yang menarik dan tidak kalah keren dari kamera canggih itu.

Ya gampang tinggal diedit aja pakai software image manipulation !

Saya gak tahu ya apa fitur guidelines Rule of Thirds tersedia pada Photoshop, pastinya sih ada, tapi software yang saya pakai adalah Gimp, yang merupakan free and open source software, dan mengedit gambar agar dapat proporsional sesuai dengan Rule of Thirds ini tidak susah, malah gampang sekali :D

Jadi, pertama yang dilakukan setelah membuka image pada Gimp, pilih Rectangle Select Tool yang terdapat pada Toolbox (bisa juga dengan Crop Tool) kemudian pada Tool Option box dibawah pilih dari No Guideline jadi Rule of the Thirds.

kemudian buat seleksi pada gambar dengan menggunakan Rectangle Select Tool seperti pada gambar berikut ini :

Pada gambar sebelumnya, karena dipotret tanpa memakai kaidah Rule of Thirds, jadi tanpa sadar garis horizontalnya diambil pada posisi ditengah-tengah gambar, ini sebetulnya membuat gambar jadi kurang proporsional atau kurang menarik, dengan mengedit gambar memakai kaidah Rule of Thirds maka gambar yang dihasilkan menjadi lebih menarik, seperti hasil dibawah ini, setelah dicopy-paste dari gambar diatas :

Sering kali kita tanpa sadar menempatkan objek pada gambar diposisi tengah-tengah gambar, padahal hal tersebut membuat gambar menjadi kurang menarik, seperti pada gambar berikut yang kemudian diberi guidelines Rule of Thirds seperti gambar sebelumnya :

Dan berikut hasil gambar yang telah diedit dengan kaidah Rule of Thirds, kelihatan lebih menarik bukan ? :)

dan berikut adalah beberapa gambar yang telah diedit dengan menggunakan kaidah Rule of Thirds , sebelumnya gambar-gambar ini memiliki objek yang terletak ditengah-tengah gambar, tapi setelah diedit dengan Rule of Thirds jadi lebih proporsional, bukan ? ;)

Memang seharusnya dalam memotret kita tidak harus terpaku pada suatu teori, namun jika teori itu dapat membuat gambar menjadi lebih menarik seperti Rule of Thirds ini, kenapa tidak kita terapkan untuk mengabadikan momen-momen penting ? dan jika lupa untuk menggunakannya atau kamera yang dipakai tidak canggih, jangan lupa bahwa gambar selalu bisa diedit dengan software image editing ! ;)

Gimp adalah free and open source image editing software yang multi-platform, go to www.gimp.org untuk info lebih lanjut.

Semua gambar diambil dengan kamera poket 12mb dan diedit dengan Gimp

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 685 other followers