Archive | parenting RSS feed for this section

Memilih sekolah terbaik untuk anak

7 Dec

Tidak terasa kita sudah sampai di penghujung tahun, dan bagi beberapa orang tua yang memiliki anak-anak diusia sekolah berarti ini adalah saatnya untuk hunting sekolah baru bagi buah hati tercinta.

Memilih sekolah yang terbaik merupakan perjuangan juga lho, memang tidak ada yang sekolah yang sempurna, namun paling tidak ada sekolah yang cocok dengan kebutuhan anak-anak kita.

Nah, saya sebenarnya orang tua yang termasuk pemalas soal hunting sekolah gini, gak mungkin dong saya keliling ke semua sekolah unggulan untuk mencaritahu tentang info sekolah tersebut ? jadi saya pakai beberapa trik untuk menghemat mencari sekolah terbaik untuk anak saya :

  • Search Google , iya ini langkah yang paling gampang dan cukup bisa dihandalkan, tinggal ketik keywords yang anda inginkan misalnya “Sekolah SD terbaik sejakarta”
  • Bertanya di grup atau forum parenting yang banyak terdapat dimana-mana
  • mencari info dari teman, tetangga, saudara yang sudah memiliki anak yang bersekolah disekolah tujuan
  • mendatangi sekolah tujuan, jika sudah cukup yakin saja sih ya, untuk menghemat waktu dan tenaga juga.

Biasanya setelah melakukan langkah2 tersebut, saya membuat beberapa kategori sekolah yang akan menjadi tujuan untuk anak saya, kategori itu biasanya berdasarkan :

  1. Lokasi, lokasi, lokasi !! mau gimana keren dan bergengsinya suatu sekolah, tetap saja lokasi yang terpenting, idealnya jarak dari rumah ke sekolah tidak memakan waktu lebih dari 30menit,  karena jika lebih dari itu ya akan banyak hal-hal yang membebani si kecil, tentunya kita tidak mau dia jadi kecapean dijalan kan ?
  2. Kurikulum ; kurikulum adalah amunisi dari sekolah, jika amunisinya kopong dan dodol, jangan harap si kecil bisa berkembang jadi karakter yang handal. sekolah yang baik akan memaparkan dengan jelas kepada calon orang tua tentang kurikulum yang digunakan di sekolah tersebut, jangan mudah terpancing dengan istilah-istilah keren dan berbau bahasa inggris, karena belum tentu kurikulum yang canggih itu akan bermanfaat bagi si kecil. Bagi beberapa orang tua, kurikulum berbau internasional sangat penting, namun sekali lagi pertimbangkan apa benar kurikulum bergengsi itu bermanfaat bagi si kecil ?
  3. Guru, Guru, dan Guru ! lupakan fasilitas mewah dan nama besar sekolah, jika sekolah tersebut tidak memiliki guru yang berkualitas maka tinggalkan saja, bagaimana kita bisa tahu jika sekolah tersebut memiliki guru yang berkualitas ? perhatikan saja bagaimana para guru berinteraksi dengan muridnya, interaksi yang ideal adalah adanya komunikasi yang terbuka antara guru dan muridnya, jadi guru bersedia juga mendengar masukan dari para murid, dan tidak tersinggung jika mendapat kritikan dari murid.  Selain itu caritahu juga apakah sekolah memberikan training secara berkala kepada para gurunya yang bertujuan untuk meningkatkan skill para guru. juga cari tahu latar belakang pendidikan para guru, saat ini di jakarta saja untuk menjadi guru taman kanak-kanak harus yang lulusan S1
  4. Dana, ini juga merupakan faktor penting dalam memilih sekolah, kalau kita punya dana yang tidak terbatas ya resikonya pilihan sekolah menjadi lebih banyak, hehehe :mrgreen: kalau memiliki dana yang terbatas makan tentunya pilihan sekolah harus dibuat lebih sedikit
  5. Fasilitas, apakah kelasnya cukup nyaman ? apakah kamar mandinya cukup bersih ? apakah lapangan sekolah cukup luas ? adakah tempat parkir yang memadai ? apakah tersedia fasilitas antar-jemput ?
  6. Akses ke jenjang pendidikan berikutnya, idealnya sekolah yang baik dan bermutu sudah memiliki akses ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, ini sangat membantu bagi orang tua, karena saat ini banyak sekolah baru yang bermunculan dengan kualitas yang bagus namun tidak memiliki akses untuk ke jenjang berikutnya.
  7. Kegiatan Ekstra Kurikuler ; sekolah yang baik tentunya memiliki berbagaimacam kegiatan non-kurikulum atau ekstra kurikuler yang dapat menampung minat dan bakat si kecil, hal ini bisa menjadi pertimbangan khusus juga dalam memilih sekolah bagi si kecil.

Ada juga beberapa pertimbangan lainnya seperti apakah sekolah tersebut bilingual atau tidak, buat saya pribadi sih bilingual tidak terlalu penting ya, tapi hal itu kan berbeda, beberapa teman saya memandang sekolah bilingual dengan pengantar bahasa inggris itu sangat penting, tentunya hal itu berpulang pada pertimbangan masing-masing.

Demikian artikel tentang memilih sekolah idaman untuk si kecil, memang tidak ada sekolah yang 100% sempurna bagi buah hati kita, namun sebaiknya kita berusaha memberikan yang terbaik bagi si kecil. Selamat hunting sekolah ! ;)

Kids-going-back-to-school

Single Parenting – Kutipan kultwit Bang Winner

23 Sep

Dini hari 22sept, akun twitter bang winner @winnerku tiba-tiba saja kultwit tentang janda dan dan problematikanya paska perceraian.

Karena akun bang winner ini digembok (kenapa belakangan ini makin banyak orang menggembok akun twitternya ?? :roll: ), jadi saya minta izin untuk mengkopasnya ke dalam blog saya ini, berikut kutipan dari twit2nya :

  • Memang dilema seorang janda yg punya anak adalah: punya perasaan tapi harus lebih rasional. Not easy. Denying feeling demi masa depan anak.
  • Maka nasihat saya: “pikirkan baik-baik. Kamu bisa jalan sendiri tanpa suami. Selama ini juga bisa. Jangan ciptakan neraka bagi anakmu”
  • Ketika anda bercerai dan menikah lagi lalu keliru pilih pasangan, anakmu kecewa dua kali. Pertama krn bercerai, kedua karena kawin lagi
  • Anak kecewa krn dia merasa baik perceraian maupun perkawinan kedua dilakukan dengan MENGABAIKAN kepentingan dia. Dia anggap ortunya egois.
  • Saya percaya hasil penelitian yg menyatakan bahwa s*x bagi wanita itu tidak sepenting bagi pria. Jadi ga ada masalah besar dengan itu
  • Maka, bagi kalian yang ada niat menikah dengan janda, pastikan kamu mencintai anaknya. Otherwise, lu bikin neraka bagi anak yatim.
  • Karena bagi anak, sehebat2nya lu berlaku baik, kalo itu dibuat2, dia akan ngerasa. Anak itu peka thd penolakan.
  • Buat para janda, bener yang dibilang litaceria tadi. Fokus ke masa depan, cari uang. Ga usah pikirin pasangan hidup.
  • Menjadi janda itu complicated. Sangat complicated. Personally, socially, in the circle of family. Jadi jangan nambah masalah dg menikah lagi
  • Begitu kira-kira pembahasan saya soal #janda dan problematika nya. Being single parent is close to be like God, you know.

Sudah bukan rahasia lagi kalau hari ini makin banyak single parent, dari teman saya yang jadi guru di sekolah bertaraf bonafide saja pernah cerita bahwa sekitar 20 – 30 % status orang tua dari anak-anak adalah sudah bercerai atau berpisah, bahkan barusan ini saya dengar dari seorang pengajar disebuah sekolah internasional bahwa makin banyak lagi (lebih dari separuh) anak didiknya yang memiliki orang tua yang berpisah – entah statusnya sudah bercerai atau berpisah.

Bang Winner benar, bahwa yang harus dipikirkan diperhatikan adalah kepentingan anak-anak dari perceraian atau perpisahan itu, saya tidak mau menyebutkan siapa-siapa saja yang saya kenal sudah berpisah atau bercerai, itu tidak penting, karena selain itu selama ini justru para single parent itu sendiri berusaha menyembunyikan statusnya untuk menghindari tekanan sosial.

jadi mungkin ini sudah saatnya bagi kita untuk saling membantu dan mendukung para single parent itu, bukannya malah justru menambah beban mereka, jika anda mengenal atau mengetahui single parent disekitar anda, tolong jangan iseng ngegosipin mereka, atau memberi cap yang negatif, stay away from them, mind your own business, itu sudah cukup menolong mereka, beri bantuan pada mereka jika mereka meminta saja, kalau tidak ya gak usah sok kepinteran pengen jadi superhero bantuin mereka.

Sekali lagi terima kasih banyak pada Bang Winner untuk pencerahannya :)

 

kasih ibu

13 May

Alkisah di suatu dusun dekat Teluk Bayur, hidup seorang ibu dengan anaknya yang bernama Malin Kundang……

Kita semua sudah tahu dengan dongeng Malin Kundang yang dikutuk oleh ibunya menjadi batu, inti dari kisah ini adalah tentang anak yang durhaka pada ibunya hingga ibunya berdoa dan oleh Tuhan si Malin akhirnya dikutuk menjadi batu.

Sejujurnya saya sudah muak dengan kisah itu, memang kita wajib patuh dan hormat pada orang tua, saya yakin semua agama pun menyuruh demikian, tapi rasanya tidak perlu didramatisir dengan kisah-kisah yang hanya dibuat oleh moyang kita, pada kenyataannya kita pun sering juga menjumpai orang tua yang tidak berlaku adil atau tidak memenuhi hak-hak anaknya.

Beberapa hari yang lalu beredar video yang merekam tindak kekerasan yang dilakukan oleh seorang ibu pada balita, memang tidak dapat dibuktikan apakah ibu yang ada dalam video itu merupakan ibu kandung dari bocah malang itu, namun kekerasan yang ada dalam video itu membuktikan bahwa orang dewasa yang seharusnya melindungi dan menyayangi anak kecil justru berlaku sebaliknya, mempertontonkan kekerasan, tanpa nurani menyiksa seorang anak kecil. Untung saya tidak menonton video tersebut ! Bagi saya segala bentuk kekerasan terhadap anak sangat menyakitkan untuk dilihat, terutama karena saya -entah mengapa- akan langsung membayangkan anak saya yang diperlakukan seperti itu !

Sedari kecil kita selalu diajarkan untuk tunduk patuh, senantiasa hormat kepada kedua orang tua terutama ibu, ibu digambarkan dalam agama sebagai sosok yang mulia, bahkan sang Nabi menyebutkan nama ibu sebanyak tiga kali dan baru ayah, sebagai sosok yang harus dihormati. Dan juga anjuran untuk tetap menghormati orang tua walau mereka berbeda agama dengan kita, hal ini menunjukkan apresiasi agama yang tinggi terhadap sosok ibu.

Namun bagaimana dengan sosok anak ? Hak seorang ibu yang demikian mulianya itu tidak serta-merta diperoleh tanpa tanggung jawab yang berat, sebagai contoh dalam rumah tangga seorang suami mendapatkan haknya dari istrinya karena dia melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya yaitu menafkahi, menghormati dan menyayangi istrinya, jika dalam kondisi tertentu dimana suami tidak melaksanakan kewajibannya itu, maka dengan demikian gugurlah kewajiban sang istri untuk memberikan hak-hak suaminya.

Saya rasa demikian pula dengan orang tua, walaupun kita tetap harus hormat pada orang tua yang “durhaka” pada anaknya, ada beberapa hak-hak orang tua yang gugur diakibatkan kesalahan yang dilakukan orang tua itu kepada anaknya.

Teman saya baru saja mengadopsi seorang balita, kondisi fisik balita itu cukup mengenaskan, untuk seusianya berat badannya sangat kurang, kemampuan motoriknya pasif, dan kemampuan komunikasinya terbatas, entah bagaimana hidup balita ini dulu dengan ibu kandungnya, namun saya merasakan balita ini memiliki trauma yang cukup mendalam. pada hari pertama balita itu langsung menempel pada teman saya, tidak mau dilepas atau pindah ke orang lain, memang sungguh melelahkan bagi teman saya, namun satu hal yang pasti, si balita itu dapat merasakan naluri teman saya yang tulus dan keibuan, walaupun teman saya ini belum pernah punya anak.

Melahirkan anak tidak serta merta membuat seorang wanita menjadi ibu

setelah saya melahirkan anak pertama, saya merasa aneh, mengapa saya tidak bisa merasakan suatu koneksi batin dengan anak saya sendiri ? Padahal saya sudah mengandungnya selama 9 bulan ! Namun setelah waktu berjalan, dengan bertahap saya membangun hubungan batin dengan anak saya, dan kami seperti sudah tidak terpisahkan lagi, tidak bisa saya membayangkan diri saya tanpa kehadirannya.

Dengan kerja keras tanpa pamrih, penuh kasih sayang yang tulus, adalah hal yang mengubah seorang wanita menjadi seorang Ibu.

Menjadi orang tua adalah suatu berkah, namun berkah itu datang dengan penuh cobaan, tidak begitu saja turun dari langit, tapi merupakan buah dari jerih payah yang memakan waktu cukup lama, bahkan mungkin di sepanjang hayat kita.

Saya bukan orang tua yang sempurna, saya pun banyak melakukan kesalahan pada anak-anak saya, saya berharap andai saja ada sekolah untuk menjadi ibu yang baik, maka semua masalah saya pasti akan lebih mudah dipecahkan, namun hidup yang mengajarkan kita untuk dapat menjadi orang tua yang baik, tentu dengan modal niat yang tulus dan kasih sayang pada anak-anak kita.

Dan saya membayangkan suatu saat nanti jika anak-anak saya sudah dewasa, saya harap saya cukup memiliki tabungan untuk di hari tua, dan saya meminta mereka untuk memasukkan saya ke “Retirement House” atau nama kerennya “Panti Jompo”, kenapa ? Lebih baik begitu, karena kehidupan saya dan anak saya sudah pasti berbeda, dan saya tidak melahirkan mereka untuk menompang hari tua saya, saya melahirkan mereka untuk menjadi orang yang dapat meraih impiannya sendiri, bukan untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan apa yang saya mau.

Yah namanya aja juga impian ya, belum tentu bisa terwujud, karena banyak hal yang tidak terduga bisa terjadi dan mengubah impian ini, tapi tidak salah kan kalau sedari awal saya sudah merencanakan seperti ini :)

selamat hari ibu

kasih ibu sepanjang masa

 

 

Pejalan Kaki dan Trotoar

18 Mar

Dari berbagai pengguna jalan ; Mobil pribadi, angkutan umum, pengemudi sepeda motor, dan pejalan kaki…. Siapakah yang menempati kasta paling rendah di lalu lintas ibu kota ini ? Siapa yang paling dirampas hak-haknya oleh pengguna jalan yang lainnya ?

Pejalan kaki belakangan ini semakin terampas hak-haknya, dengan semakin bertambahnya jumlah pengendara motor namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan fasilitas dan prasarana jalan, tidak heran semakin hari semakin sulit bagi pejalan kaki untuk berjalan dengan aman di trotoar.

Saya pun sebetulnya sesekali menjadi pejalan kaki juga, ada saat tertentu saya masih bisa menikmati menjadi pejalan kaki sambil naik angkutan umum, baik bis, angkot maupun kereta commuter line, sebetulnya menjadi pejalan kaki yang tentu saja menjadi pengguna angkutan umum jauh lebih enak dibandingkan jika kita menggunakan mobil pribadi, tidak usah repot-repot mencari parkir, dan juga bisa tidur saat sedang macet (asal jangan kebablasan aja, sampai kelewatan dari tempat tujuan, hehee….pengalaman sih :mrgreen: )

Kira-kira dua bulan yang lalu, saya dan anak saya berlibur ke daerah perkotaan dimana ada museum Fatahillah, museum Bank Indonesia, museum Bank Mandiri dan juga Stasiun Kota. Kami berangkat menggunakan bus transjakarta yang berhenti tepat ditengah-tengah daerah tua itu, dan dari situ kami berkeliling dari satu museum ke museum lainnya.

Tentu saja kami sangat menikmati suasana daerah tua tersebut, hanya saja saat kami sedang berjalan ditrotoar entah sudah berapa kali saya dan anak saya hampir disamber oleh pengemudi motor yang naik ke atas trotoar, bahkan sering kami diklakson oleh mereka ! ya ampun ! jadi rupanya trotoar itu bukan untuk pejalan kaki ya ? tapi untuk pengemudi motor, dan pangkalan ojek dan juga pedagang kaki lima.

Dan selain itu, ketika kami sedang lengah karena diklakson oleh pengendara motor, hampir saja anak saya jatuh ke dalam lubang saluran air yang menganga terbuka lebar di tengah trotoar itu, ternyata lubang itu tutupnya sudah hilang dan dibiarkan terbuka begitu saja, memberikan peluang kepada para pejalan kaki untuk jatuh ke dalamnya ! :(

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana kejadian Xenia maut yang merenggut nyawa 9 pejalan kaki yang sedang berada di trotoar, itu hanya salah satu contoh kejadian tragis yang menimpa pejalan kaki.

Dan juga baru-baru ini ada satu aksi hebat dari seorang ibu yang tidak diketahui namanya, dengan cueknya dia menghalau pengendara motor yang naik ke atas trotoar, sedangkan polisi saja sudah nyerah dan membiarkan para pengendara motor berlalu-lalang di atas trotoar.

Iseng saya mencari tahu apakah sebetulnya pejalan kaki itu sudah dilindungi hak-haknya dalam undang-undang ? ternyata sudah ada dalam UU no.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di pasal 131 :

  1. Pejalan Kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung yang berupa trotoar, tempat penyeberangan, dan fasilitas lain.
  2. Pejalan Kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.

Pasal 275 :

  1. Setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Harusnya berdasarkan undang-undang diatas, sudah cukup menjabarkan hak-hak bagi para pejalan kaki, berarti jika hak-hak tersebut tidak sanggup dipenuhi oleh pemerintah maka ini sudah termasuk dalam pelanggaran hukum dan hak asasi manusia . Para pengemudi motor dan pedagang kaki lima yang merebut tempat trotoar dari pejalan kaki pun juga bisa dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia , namun menurut saya para pengendara motor dan pedagang kaki lima tidak bisa sepenuhnya bertanggung jawab atas pelanggaran HAM ini, karena seharusnya pemerintah yang berkewajiban menyediakan prasarana jalan yang memadai hingga trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki tidak diserobot oleh pihak lainnya.

Kabar baiknya saat ini sudah ada niat dari Pemrov DKI untuk merevitalisasi fungsi trotoar, walaupun tetap harus dipertanyakan seberapa besar keseriusannya.  Kabar lucunya Dinas Pertamanan DKI pun ingin ikut membantu dengan mendekorasi dan menghias trotoar…….hhmmm….ini penting gak ya ? apa dengan trotoar yang penuh dengan lampu-lampu hias, dan pot-pot taman yang besar bisa menghibur para pejalan kaki ? apa sungguh bisa memberikan kenyamanan ? ya silakan dijawab sendiri deh :mrgreen:

Memang kita yang tinggal di Ibu Kota ini harus terus banyak belajar bersabar, terutama sekali jika kita menjalani hidup sebagai kasta terendah di jalanan Ibu Kota yang kejam……dan semoga semua jasa-jasa dan kesabaran kita suatu saat akan dihargai oleh pemerintah ini :D

The next generation

18 Oct

Barusan saja ada video di youtube yang cukup menghebohkan, dalam video itu seorang bayi yang lucu sedang berusaha memperlakukan majalah seperti ipad !

video ini menuai banyak kecaman, terutama kepada si orang tua yang dianggap ceroboh memperkenalkan ipad kepada bayinya terlalu dini, hingga si bayi ini tidak mengenal buku maupun majalah, dan menilai dari body language (bahasa tubuh – terjemahannya ya!) si bayi menganggap majalah adalah ipad yang rusak, dan tidak menarik….. :-|

Namun sebetulnya menurut saya orang tua tidak bisa disalahkan sepenuhnya, anak2 adalah seperti spons (bukan spongebob ya….) yang cepat menyerap teknologi, mereka adalah mahluk yang cepat beradaptasi dan belajar dari perkembangan zaman, hingga tidak heran sekali saja kita memberikan blackberry, ipad, iphone dan teman2nya, mereka langsung bisa menggunakannya.

Dulu, waktu masih zamannya internet masih hot-hot chicken sh*t (pardon my language…..ehem) adik saya yang baru berusia kurang dari 4 tahun sudah bisa mengirim email, chat via yahoo, dan tentu saja main game di komputer, dan waktu itu zamannya hape startac masih happening (yang ga tau apa hape startac itu tanya aja ama mbah gugel ya ?) berkomukasi via email adalah suatu hal yang belum lazim, tapi si adik yang kecil ini sudah mahir melakukannya, dan dia didaulat jadi operator email dirumah, wihihiii :lol:

Lalu bagaimana nasib adik saya yang geek itu ? sekarang jauh lebih okeh, sudah mulai bisa ngoprek2 komputer, bikin program php, ngutak-atik terminal (ya….saya aja masih belajar bahasa terminal, hiks) jadi intinya ternyata memperkenalkan anak pada teknologi sedini mungkin dengan catatan dalam pengawasan orang tua bisa memberikan dampak yang positif buat si anak itu.

Jadi apakah menurut anda video itu salah ? apakah salah terlalu dini mengenalkan teknologi pada anak ?

Kenyataannya zaman semakin cepat berubah, banyak jenis pekerjaan yang bermunculan belakangannya ini yang dulu tidak pernah ada akibat perkembangan teknologi, contohnya social media expert…..dulu sebelum zaman fesbuk dan twitter gak ada kan ? hehe :D

Coba bayangkan beberapa teknologi yang dulunya hanya kita lihat di film2 science fiction, ternyata sudah ada hari ini ! ya contohnya tablet pc, 20 tahun yang lalu kita hanya terpana melihatnya tablet pc di film star trek, tapi ternyata sekarang hampir semua orang sudah pegang tablet pc, apapun merknya……makanya mungkin itu alasannya film star trek gak dibikin serial tv lagi, ya karena hari ini udah hampir secanggih 20 tahun yang lalu !

Kalau pendapat subjektif saya sih gak salah mengenalkan teknologi pada anak sedini mungkin, asalkan masih dibatasi dan diawasi, juga tetap memperkenalkan anak kepada mainan zaman2 baheula seperti bekel, congklak, dsb…. (hmm…apa lagi ya ? udah lupa tuh! walah! )

Jadi bagaimana dengan anda ? apakah sudah siap memperkenalkan si kecil kepada teknologi ? jangan2 sikecil malah lebih kecanduan ipad dibandingkan dari ortunya ! waduh, jangan sampe gitu ya ! :D

Nenek yang hebat dari Saga ~ Book review

24 Sep

Tanpa uang pun, cukup dengan perasaan yang tenang, kita dapat hidup dengan ceria….

Nek, aku sama sekali tidak mengerti bahasa inggris.”

“Kalau gitu, tulis di kertas jawabanmu ; Saya orang Jepang.”

“Nek, aku juga tidak suka huruf Kanji.”

“Tulis di kertas jawabanmu ; Aku hidup dengan huruf Hiragana dan Katakana.”

“Aku juga benci sejarah…..”

“Tulis saja ; Saya tidak suka masa lalu….”

Tapi aku dipukul pak guru !

Itu adalah cuplikan dari buku Saga no Gabai Bachan, Nenek hebat dari Saga, inti dari buku ini adalah kisah seorang bocah bernama Akihiro yang hidup setelah Hiroshima dibom, hingga ia terpaksa terpisah dari ibunya yang bekerja di Hiroshima dan dititipkan kepada neneknya, Nenek Osano yang tinggal di kota kecil Saga, kehidupan mereka jauh dari kecukupan, bahkan untuk makan sehari-hari pun kurang, namun Nenek Osano tidak pernah kehilangan akal dan semangat, hingga kesulitan yang mereka alami terasa ringan, hidup tanpa beban dan jauh dari stres (berbeda sekali dengan kehidupan saat ini, ya ?)

Jadi pertanyaannya ; siapakah Akihiro ? dia adalah pengarang dari buku ini sendiri, yaitu Yoshichi Shimada, seorang aktor dan pelawak kawakan dari negri jepun, setelah menulis buku ini, yang langsung laris manis dipasaran, Shimada bahkan juga menjadi sutradara di film yang diangkat dari bukunya sendiri, juga dengan judul yang sama, wow ! sebetulnya sih inti dari buku ini adalah perjalanan hidupnya sendiri.

Namun Shimada tidak terjebak menjadi narsis…..ya begitulah kira2 gambarannya, berhubung saya juga sudah eneg dengan buku2 perjalanan hidup yang penuh perjuangan mengharu-biru seperti Laskar Pelangi, Negeri 5 menara….atau Ayat2 Cinta (eh, itu lain ya ? ya pokoknya I’m so not into those books at all, sorry to say that….) Gemstone dari buku yang sederhana ini adalah…..Shimada tidak berfokus pada kisah dirinya, namun ia berfokus pada tokoh2 yang menyokong dan berperan penting hidupnya, seperti neneknya dan ibunya…..lagi pula Behind every great man there’s a great woman…… atau lebih tepatnya there are great women !

Saya pertama kali mendengar buku ini dari anak saya, kelihatannya buku ini lagi ngehits di sekolahnya, ya sudah, saya belikan saja, mumpung saya juga penasaran pengen baca buku ini juga, eh…ternyata buku ini menarik banget, bahkan saya dan anak saya rebutan baca buku ini ! :D

Hal-hal yang saya dapatkan dari buku ini adalah nilai-nilai kekeluargaan, kesederhanaan, persahabatan, dan kerja keras, semangat hidup dan pantang menyerah.…ya, karakter yang umum kita jumpai dari orang2 jepun itu, juga bagaimana para guru dan teman2 Akihiro yang sering membantunya karena mereka paham dengan kondisi Akihiro yang pas-pasan, sesuatu hal yang sederhana namun berharga ; menolong itu penting, namun lebih penting lagi adalah menolong tanpa mengharapkan balasan dari orang yang ditolong :cry:

All and All, Buku yang sederhana dan gak ngejelimet ini layak untuk dibaca, dan juga cocok untuk dijadikan hadiah bagi si kecil, karena jujur, saya sendiri membaca buku yang simple ini bisa sampai terharu, bahkan menangis…..dan kemudian tertawa ! dan saya jamin yang baca buku ini bisa menangis dan tertawa juga ! ( kalau gak sampai nangis, ambil bawang, diiris, trus dicolekin ke matanya….pasti air matanya langsung keluar deh ! :lol: )

Kebahagiaan itu bukanlah sesuatu yang ditentukan oleh uang……

Kebahagiaan itu adalah sesuatu yang ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita.

(Yoshichi Shimada)

Korban Nyamuk

23 Sep

Setiap musim kemarau pasti berakibat meningkatnya populasi nyamuk ! itu resikonya hidup di negri tropis ini, untung Tuhan menciptakan nyamuk hanya sekecil semut ya, gak kebayang deh kalau nyamuk sebesar kucing atau kambing gitu, berapa banyak darah yang disedotnya dengan sekali hisap !

Sebagai ibu (cieee, cieeee :p ) saya pasti selalu panik dan parno kalau nyamuk sudah berseliweran dirumah, apalagi dulu waktu anak2 masih kecil2, satu gigitan nyamuk saja bisa membuat tidur mereka jadi tidak nyenyak dan tentu saja berakibat saya sebagai ibunya harus terbangun untuk menidurkan mereka lagi….. ( yah, sudah tugas ibu2 gitu deh ) makanya setiap menjelang magrib saya sudah sibuk semprot2 obat anti nyamuk disekitar kamar dan melarang anak2 keluar-masuk kamar.

Dan…..entah kenapa setiap tahun pasti negara ini selalu kena wabah penyakit yang dibawa oleh mahluk kecil ini ; Demam Berdarah, entah sudah berapa duit yang dihabiskan pemerintah untuk membasmi wabah ini ; iklan ditipi, kampanye kebersihan lingkungan, penyemprotan atau fogging, pembagian bubuk abate ( gak gratis ! petugas yang datang kerumah saya menjualnya, dengan alasan dia kekurangan ongkos jalan…..) namun semua usaha itu tidak membuahkan hasil, bahkan setiap tahun korban DB semakin bertambah, tidak terkecuali dengan para warga yang tinggal disekitar rumah saya. :-|

Setiap tahun, ada saja tetangga saya yang menjadi korban DB, bahkan ada juga yang seluruh anggota keluarganya kena penyakit ini, jadi seperti bedol desa, pindahan ke rumah sakit gitu…..ya ampun ! melihat fenomena ini, ya tentu saja saya sangat khawatir, dan berharap jangan sampai anak-anak kena penyakit ini, gak kebayang rasanya jika melihat mereka harus menderita dan terbaring di rumah sakit :(

Beberapa tahun yang lalu (belum lama sih, hihii….) saat musim DB, kompleks diseberang rumah saya sudah difogging, sedangkan kompleks disekitar saya belum, saya agak cemas sebab akibat fogging yang dilakukan oleh kompleks diseberang justru menyebabkan para nyamuk2 itu eksodus ke kompleks saya ! (ini akibat dari para bos RT dan RW yang tidak kompakan dalam mengurus fogging) dan seperti yang sudah saya duga, jumlah populasi nyamuk dirumahnya langsung meningkat drastis !

Singkatnya, walhasil saya kena DB ! padahal saat itu anak saya yang pertama masih bayi dan masih menyusu dengan saya, untung saja selama saya dirawat inap dirumah sakit, saya mendapat pinjaman pompa asi, jadi saya masih bisa mengirim asi untuk anak saya….kalau dipikir-pikir, walaupun saya sedih kenapa sampai saya kena DB, ya masih untung bukan anak saya yang kena penyakit itu.

Fast forward beberapa tahun setelah kejadian itu, saya punya anak lagi nih…dan saat musim DB tiba, kali ini korbannya adalah anak saya yang masih bayi itu…… :cry:

Dalam hati saya berpikir…..ya Tuhan, kenapa dia ? masih kecil dan lagi lucu-lucunya kok kena DB ? sedih sekali saat jarum infus ditusukkan ke dalam tangannya yang mungil itu, belum lagi dia harus tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari…..   :sad:

Ternyata anak saya ini justru hepi selama dirumah sakit ! entah apa karena di rumah sakit banyak hal-hal baru yang belum dia pernah lihat, atau memang dia aja yang easy going gitu….pokoknya selama disana anak itu selalu mau jalan-jalan keliling rumah sakit sambil menenteng kantong infusnya….. (haduuuh…..) dan tiap hari main-main melulu disekitar, mondar-mondir, turun naik tangga dan mainin lift…..ya, jadi rumah sakit itu berasa kayak playground besar untuknya ! :lol:

Dan pada saat saya pikir keluarga ini sudah cukup diberi ujian penyakit DB, ternyata masih bisa dapat lagi kok !

Dua tahun yang lalu, setelah saya pindah ke rumah yang baru, tentunya di lingkungan yang lebih baik dibandingkan dengan lingkungan rumah yang lama ( sebetulnya lingkungan rumah yang lama pun juga sudah cukup baik sih ) jadi saya pikir ya gak mungkinlah kita kena DB lagi ! plis deh ! eh buset……saya kena lagi !!

Jadi ceritanya gini…..saya udah mulai ngerasa meriang panas dingin gitu, mirip kayak gejala DB ( kan saya udah pernah kena, jadi sudah paham gejalanya ) tapi pas saya mau memeriksakan diri sendiri, ternyata kami sekeluarga akan pergi berliburan ke KL; besok ! (ya gitu deh, si bos ini suka bikin rencana mendadak dan tanpa persiapan ) dan saya pikir ; what the hell…..kalau emang saya musti koid, ya sudahlah udah takdir toh ? dan saya pergi juga kesana……..

Dan walhasil selama disana saya mengalami semua gejala2 DB ; pusing, mual, diare, meriang, menggigil kedinginan, hilang nafsu makan dan nafsu yang lain2nya, dan sebagainya………untung saja saat itu kedua anak saya sudah cukup besar untuk mengurus dirinya, setidaknya saya cukup mengawasi mereka bermain saat kami berkunjung ke playground atau ke theme park….tapi ya tetap saja sakit yang sedang saya alami ini hampir beberapa kali membuat saya kehilangan kesadaran……waduh

Setelah kembali dari melancong, saya langsung pergi ke rumah sakit dan memeriksakan darah saya ke lab…..saat saya menunjukkan hasilnya ke dokter disana, saya langsung diharuskan untuk dirawat inap ! bahkan gak boleh balik lagi ke rumah ! si dokter yang memeriksa saya sampai mengeleng2kan kepalanya saat saya ceritakan bahwa saya malah pergi berliburan padahal saat itu saya sedang terjangkit DB ! “Untung ibu gak tewas disana ya ?” katanya…..iya sih untung juga

Jadi moral of this mosquito’s story ; jangan pernah meremehkan mahluk hidup yang kecil seperti nyamuk, dan jangan pernah meremehkan penyakit yang ditimbulkan oleh mahluk ini…… heheee

Pada saat itu juga, kalau saya tidak salah, ada bos dari perusahaan besar ( mungkin astra ya ?) yang meninggal karena kena DB, wah….padahal dia sampai dirawat di RS mount elizabeth lho ! dan umurnya belum tua2 amat ! ya….yang namanya sudah takdir, kalau sudah waktunya, bahkan penyakit DB pun tidak bisa dielakkan ya ? :-|

Demi sebuah tradisi

28 Aug

Mudik adalah suatu momen yang penting ketika hari raya ini, tentu saja semua orang yang merayakannya menantikan saat2 berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tercinta, terutama bagi mereka yang tinggal diperantauan.

Namun sebetulnya dalam ajaran agama kita, tidak ada kewajiban mudik saat hari raya ini, ya sebetulnya kita sudah tahu hal itu sih, namun dengan dalih ; “Gak enak sama keluarga” maka kita sering memaksakan diri untuk mudik, demi menjaga muka dihadapan keluarga tercinta dikampung halaman.

Bagi yang belum merasakan bagaimana luarbiasa meletihkannya mudik itu, bayangkan saja, berjuta-juta manusia dari kota2 besar berbondong-bondong pada waktu yang sama bermigrasi dari kota ke kampung halamannya, dan tentu saja kita paham bahwa infrastruktur dinegri ini masih kacau balau, banyak jalan yang rusak, airport yang tidak memadai (gak ada radarnyaaa…!! oh my goat!!) , kapal feri yang jumlahnya masih sedikit, dan sebagainya…….

Bagi yang masih single or jomblo (hihihiii…….ups! ) tentu saja mudik bukan beban…..jika dibandingkan dengan yang sudah berkeluarga dan yang sedang memiliki anak2 yang masih kecil, bayangkan saja bagaimana rasanya memindahkan satu keluarga (minus para ajudan, simbak2, babysitter2, mas2 supir, kang sayur, pak satpam, dkk) dari kota ke suatu tempat terpencil yang disebut kampung halaman………..

Jika saja kita bisa menolak untuk mudik, tentu bisa lebih menghemat pengorbanan energi, waktu dan biaya……jika saja bisa……

Waktu sahur tadi saya membaca sebuah artikel tentang seorang bayi 2 bulan yang meninggal saat sedang mudik, oh Tuhan……baru 2 bulan ? dan si bayi itu sedang sakit diare, astaga ! saya gak tahu apa orang tuanya paham bahwa bayi berusia 2 bulan sangat rentan terhadap berbagaimacam penyakit, dan penyakit sepele ~ bagi kita, seperti diare ini sebetulnya sangat fatal bagi bayi yang masih kecil itu.

Beberapa tahun yang lalu, salah seorang asisten saya hendak mudik sambil membawa anaknya yang masih bayi dengan motor ! saya langsung menentang keras, yang saya pikirkan bagaimana kesehatan si bayi itu setelah menempuh perjalanan berjam-jam dengan motor, namun ternyata si mbak tidak bisa menolak ajakan mudik oleh suaminya ; “Saya gak enak, apa kata orang2 dikampung nanti kalau saya gak mudik ? gak enak juga sama keluarga suami…..” dan si suaminya itu tidak mau membelikan istrinya tiket bus, demi berhemat beberapa puluh ribu rupiah, mereka nekat pulang kampung naik motor dengan membawa bayinya itu.  Walhasil, setelah pulkam, si bayi sakit2an, dan kehilangan banyak berat badannya.

Beberapa tahun yang lalu, mungkin tepatnya sekitar 9 tahun yang lalu….saya pun dalam kondisi yang kurang lebih sama dengan simbak, dimana saya tidak dapat menolak ajakan mudik, dengan alasan “Gak enak sama keluarga” itu, pada saat itu anak saya yang pertama baru berusia beberapa bulan (kurang dari setahun) , sedangkan kampung halaman yang dituju harus ditempuh paling cepat ; dua jam penerbangan plus perjalanan seharian penuh dengan kendaraan !

Singkatnya, selama perjalanan ~ mulai dari awal sampai akhir, anak saya menderita, berbagaimacam penyakit ; flu, pilek, batuk, muntah, mencret, demam…….nauzubillahminzalik……satu penyakit saja sudah bikin saya panik ! ini anak saya menderita semuanya ! dan saat itu kami sedang berada dinegri antah-berantah, dan karena sedang lebaran season ; tidak ada rumah sakit yang buka, semua apotik tutup, dan kami harus menggedor pintu rumah seorang dokter dan memohon supaya beliau mau mengobati anak saya……saya tidak bisa berhenti menangis saat itu, menyesali mengapa saya tidak berusaha lebih egois sedikit, menolak mudik demi kebaikan anak saya juga.

Seharusnya hari raya menjadi momen yang menyenangkan bagi setiap anggota keluarga, dimana setiap anggotanya merasakan kehangatan dalam kebersamaan tersebut. namun jika semuanya dilakukan karena keterpaksaan, demi sebuah tradisi, maka apakah kita bisa mendapatkan makna dari hari raya tersebut ?

Saya berharap, setidaknya pemerintah bisa lebih tegas terhadap para pemudik yang membawa bayinya, kalau bisa dilarang saja, tapi tentunya pemerintah tidak mungkin bisa melakukan hal itu jika para pemudik itu sendiri yang bersikeras untuk membawa bayinya ikut mudik.

Jika saja para bayi2 yang lucu2 itu sudah bisa berbicara, apakah mereka mau ikutan mudik juga ?

Semoga Berkah dan Rahmat-Nya dilimpahkan kepada kita semua

Happy Ied Mubarak…………..

sumber :

http://news.okezone.com/read/2011/08/27/338/497240/bayi-meninggal-karena-dipaksa-mudik-saat-sakit

Bagaimana anak-anak anda mempengaruhi kualitas hidup orang tuanya

23 May

Menjadi orang tua adalah merupakan salah satu hal yang paling mengubah hidup siapa saja.

Saya beruntung memiliki kedua orang tua yang menyayangi anak-anaknya, dan senantiasa berusaha meluangkan waktu untuk bermain bersama kami disela-sela kesibukan mereka.  Dan kini setelah saya menjadi orang tua atas kedua anak saya, saya baru memahami bagaimana rasanya menjadi seorang ibu.  intinya, menjadi orang tua adalah proses pembelajaran tanpa henti, dan dibawah alam sadar kita, pola asuh dari orang tua kita akan menentukan bagaimana kita berinteraksi dengan anak-anak kita kelak.

Jadi seberapa besar pengaruh keberadaan anak-anak dalam kehidupan seseorang ?

  • Rutinitas anda akan lebih terkontrol.  Percaya atau tidak, kehadiran anak-anak justru akan membuat kita lebih mengontrol rutinitas kita sehari-hari, walaupun kita sendiri telah memiliki rutinitas, namun kita sebagai orang tua akan berusaha untuk menyesuaikan dengan pola rutinitas anak kita, misalnya karena rutinitas tidur anak-anak yang cepat, sekitar jam 8 atau jam 9 malam, tentu saja kita akan berusaha untuk telah hadir disamping mereka untuk menemani mereka tidur, jadi mungkin dulunya kita terbiasa tidur larut malam karena lembur, maka dengan kehadiran anak-anak, kita akan membatasi diri, dengan mengikuti pola tidur mereka yang cepat dan juga bangun lebih awal di pagi hari dan tentunya kebiasaan ini akan memberikan dampak yang baik bagi kesehatan kita.
  • Mempelajari banyak hal yang baru, banyak yang tidak menyadari bahwa menjadi orang tua kita akan mempelajari berbagaimacam hal yang dulunya tidak pernah kita ketahui, mulai dari cara mengurus anak, memilih dokter dan rumah sakit yang memadai saat anak sedang sakit, melakukan berbagaimacam aktifitas dengan anak-anak, menjadi guru pertama bagi anak-anak, memilih sekolah yang tepat bagi anak-anak, dan sebagainya.  Semua hal tersebut tidak akan kita peroleh jika kita tidak menjadi orang tua. Demi untuk kepentingan anak-anak, kita mempelajari hal-hal tersebut, sumbernya bisa beragam, mulai dari majalah, internet, forum parenting dan sebagainya.  Bagi saya, sering kali informasi dari antar orang tua sangat bisa dihandalkan, jadi sangat penting bagi orang tua untuk berada dalam komunitas antar sesama orang tua.
  • Mengulang kembali masa kecil anda, adakalanya setelah kehadiran anak-anak, anda terbersit untuk mengulang kembali momen-momen saat anda masih kecil dulu, mungkin dulu anda sering bertamasya bersama keluarga, atau pergi memancing bersama ayah anda, atau bisa saja dulu anda sering diajak memasak bersama ibu anda.  Semua kegiatan yang sedernaha namun berkesan dalam memori anda akan muncul kembali saat anak-anak telah hadir dalam kehidupan anda, dan tentunya anda akan mengulang kembali momen-momen yang indah tersebut bersama anak-anak yang anda sayangi.  Kegiatan yang bermanfaat bagi keharmonisan keluarga anda ini bukan saja bermanfaat bagi anak-anak, namun juga bagi kita sebagai orang tua yang akan membuat kita lebih dekat dengan mereka.
  • Lebih memikirkan masa depan, mungkin dulunya anda adalah seorang petualang, yang suka seenaknya melakukan apa saja yang anda inginkan tanpa peduli akan akibatnya bagi kehidupan anda, namun dengan kehadiran anak-anak dalam kehidupan anda, anda akan berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu yang beresiko tinggi, karena tentu saja masa depan anak-anak anda bergantung pada anda, jika anda tiba-tiba jatuh sakit atau kehilangan pekerjaan anda, maka tentu saja masa depan anak anda akan berubah juga.  Oleh karena itu banyak orang tua yang menjadi lebih giat bekerja, menggunakan jasa asuransi atau berinvestasi untuk masa depannya setelah memiliki anak-anak.  Kehadiran anak-anak dalam hidup anda akan membuat anda lebih bertanggungjawab atas kestabilan masa depan anda.
Tanpa bermaksud untuk mengesampingkan siapa pun yang saat ini belum memiliki anak, tujuan saya menuliskan artikel ini adalah untuk melihat pengaruh anak-anak dalam kehidupan kita sebagai orang tuanya, dan sebetulnya masih banyak lagi hal-hal positif yang terdapat dalam kehidupan kita sebagai orang tua, dan saya percaya bahwa hal tersebut akan dapat kita rasakan apabila tujuan kita untuk menjadi orang tua yang baik adalah demi untuk kebaikan anak-anak kita.

The hand that rocks the cradle……

18 Apr

being a parent will take you to the world that you would never imagine before, as if everyday is the brand new day, you’ll experience different things…. and before you realize that you’re suffocate between the daily routine and some unexpected incidents.

So let me put it this way ; marriage is hard, but parenting is harder, and being a mother is the hardest job ever, I presumed every mother is agree with me, although I would not intended to minimize the role of fatherhood, but once you’ve become a mother then you have to be ready for 24/7. And I’m sure our parents never told us how difficult it is.

So if it’s so difficult, then why everyone still wants to get marriage ? why have children then ?

When I went to malls, then as usual I saw many happy couples with their kids spending their time together, seeing them playing with their kids and sometimes chatting with their spouse, I knew that the main reason people get marriage and have kids is to share and enjoy their moment together, because we as human being, always need somebody else beside us.

I never knew I would be a mother like this, I always thought a kind of girl like me would end up being single for the rest of my life (ouch !) , but my destiny had turned me into an ordinary mother, just like the one that you usually see at the flea market, or a fussy lady that you’ll meet at the school’s canteen, having her daily gossips with other mommies ( yeah right ! )

At first, I was so afraid that I would never become a good mother, but as time went by, I understood that being a mother is about learning something new from your offspring everyday, and motherhood is a not-stop-learning activity that until these days I still struggle to keep up with it.

So are we talking about motherhood ? how about fatherhood ? can men be good parent too like women do ?

I met with some cool dads that really enjoy being around their children, and I was amazed that somehow they feel the same way like women towards their children, they have that “nurturing feeling”, and they do really care and love their children very much.

Then I assumed that motherhood is not meant to be for mothers only, but also for those cool dads.

Then how do we recognize those people who has that “nurturing feeling” ?

It’s so easy, just ask them a question about their children, and if that person has “nurturing feeling” then you won’t be surprised if he or she answers that question happily and probably you couldn’t stop he/she tells you story about how great their kids are.

Is a person born to be great parent ? what if we knew that we could never be a good parent for our kids ?

What I believe, perhaps some people was born to be a “Children-magnet” just like Kak Seto or Bu Kasur, but if we really struggle hard and want to learn to become a good parents, then I’m sure we all could be a great parents for our offspring. it’s true that whenever there’s a will, there’s a way.

The hand that rocks the cradle is the hand that rules the world……

everyone could be a great parents, you could be the one too….if you’re willing to

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 685 other followers