Hidup tanpa Kantung Empedu

4 Aug

Pernahkah anda mengalami nyeri dibagian perut bagian atas yang berkepanjangan, mual, diare, kembung, nyeri pada punggung dan merasa keletihan / fatigue? Hati-hati, mungkin anda menderita peradangan kantung empedu.

Kantung Empedu atau Gallbladder adalah organ kecil yang berada dekat dengan hati, fungsinya hanyalah menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati, cairan empedu ini yang berfungsi untuk mencerna lemak dari makanan. Nah, dalam suatu kondisi yang tidak normal menyebabkan terbentuknya endapan dari cairan empedu yang menjadi Batu Empedu (gallstone) pada Kantung Empedu yang menyebabkan peradangan pada kantung empedu.

Tidak ada yang mengetahui pasti penyebab terbentuknya batu empedu, sebagian mengatakan bahwa diet tinggi kolesterol dan lemak adalah penyebabnya, atau karena gangguan pada fungsi hati. Berbeda dengan Batu Ginjal, jika peradangan akibat batu empedu sudah tidak dapat diobati lagi, maka jalan yang harus ditempuh adalah pengangkatan kantung empedu, bukan hanya batu empedunya saja.

Akibatnya penderita peradangan kantung empedu banyak yang diharuskan mengambil jalan operasi ini, namun apakah masalah dengan pencernaan selesai dengan pengangkatan kantung empedu ? Tidak.

Sekitar 20 juta warga amrik menderita batu empedu dan setengah juta warga amrik mengalami operasi pengangkatan batu empedu setiap tahunnya, dan sebagian dari pasien yang sudah menjalani pengangkatan kantung empedunya kembali lagi dengan keluhan dan masalah pencernaan yang sama. sayangnya kita tidak memiliki data pasien penderita batu empedu di Indonesia , tapi pada tahun 2004, seorang dokter bedah mengatakan pada saya bahwa dalam sebulan dia bisa mengoperasi lebih dari 30 pasien penderita batu empedu.

Kenyataan, pengangkatan kantung empedu tidak menghilangkan masalah pencernaan, tindakan ini hanya menghilangkan masalah nyeri dari peradangan kantung empedu, namun tidak menyelesaikan akar permasalahannya, yaitu Hati atau Liver. Dan akibat dari pengangkatan kantung empedu, kinerja Hati semakin terbebani saat harus mencerna makanan, terutama makanan yang berlemak.

Jadi teori gampangnya begini, Hati membuat cairan empedu, yang harusnya disimpan pada kantung empedu dan baru akan disekresikan saat ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun ketika kantung empedu tidak ada, maka hati tidak dapat mengontrol cairan empedu yang dihasilkannya.

Jadi kenapa juga saya menulis artikel ini ?

Kalau dihitung, sudah 8 tahun saya hidup tanpa kantung empedu, dan sebelumnya saya sudah banyak mengalami berbagai kejadian akibat “serangan kantung empedu” yang menyebabkan beberapa kali terkapar di ruang UGD. Awalnya seperti gejala sakit mag yang bekepanjangan, akhirnya setelah di-USG baru ketahuan ada batu empedunya, kemudian sempat saya mengikuti pengobatan dengan herbal dan berhasil menghilangkan semua batu empedu ! namun beberapa tahun kemudian batu empedu itu terbentuk lagi, dan akhirnya pada tahun 2004 kantung empedu saya diangkat.

Namun gejala yang sama masih saya rasakan, walau tidak separah dulu lagi, akhirnya setelah melakukan riset kecil2an ( browsing di internet aja sih) barulah saya ketahui bahwa operasi pengangkatan kantung empedu sebetulnya tidak menyelesaikan masalah pencernaan saya, hanya menghilangkan rasa sakit akibat peradangan namun tidak menyembuhkan digestive problems-nya.

Jadi jika anda sudah menjalani pengangkatan kantung empedu, namun masih mengalami masalah pencernaan seperti rasa kembung, mual, sering diare, sakit pada punggung, pusing, letih, kulit mudah lecet, maka mungkin anda masih mempunyai masalah dengan fungsi Hati atau Liver.

Sayangnya tidak ada dokter yang dapat mengetahui hal ini, saya sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter internis dan mereka mengatakan bahwa seharusnya saya sudah sehat dan baik2 saja setelah pengangkatan kantung empedu, karena menurut mereka kantung empedu itu tidak memiliki fungsi apapun (bullshit!)

Baiklah sekarang bagaimana harus survive tanpa kantung empedu ?

Ada beberapa poin penting yang saya peroleh dari internet, diantaranya :

  • Harus mengkonsumsi suplemen enzyme seumur hidup ! nah lhooo…..
  • Harus lebih sering melakukan Detox Liver , jika orang normal diwajibkan setahun sekali menjalani detoksifikasi untuk hati, maka orang yang tidak memiliki kantung empedu harus lebih sering, bisa 3 atau 4 kali dalam setahun, detoks liver bisa dilakukan dengan terapi herbal yang bahan2nya bisa diperoleh diapotik terdekat (silakan dibrowsing aja dengan keywords “Liver Detoxification” )
  • Tidak boleh makan Junk Food, Frozen Food, Fatty food, Soda, etc, etc…. (Noooo…..! :cry: )
  • Banyak mengkonsumsi Buah dan Sayuran segar (ini sih sudah saya lakukan dari dulu ^__^v )
  • Konsumsi Probiotik, untuk membantu pencernaan makanan.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat kompleks, gula dan teman2nya
  • Kurangi konsumsi daging merah, susu dan produk olahan lainnya
  • Harus lebih banyak olah raga ! *uhuk

Ada yang menyarankan untuk rutin mengkonsumsi “Actived Charcoal” atau yang lebih dikenal dengan “Norit” untuk mengurangi rasa sembah dan diare bekepanjangan akibat hilangnya kantung empedu.

Nah jadi jika saat ini kantung empedu sudah hilang bukan berarti tidak dapat menjalani hidup seperti biasa, jika berniat untuk mengubah pola makan dan kebiasaan hidup untuk menjadi lebih baik, pasti hidup tetap akan berjalan normal walau tanpa sebuah kantung empedu, hehee ;)

 

About these ads

166 Responses to “Hidup tanpa Kantung Empedu”

  1. didin October 18, 2012 at 6:17 am #

    mau tanya, temen saya ada yang menderita kandung empedu…setelah di periksa dokter status nya sudah “awas”, hanya menurut dokter belum perlu untuk di lakukan operasi pengangkatan..kira2 ada gak ya untuk mengembalikan nya menjadi normal…terima kasih

    • susandevy October 18, 2012 at 1:10 pm #

      Ya sebetulnya ada cara untuk menghilangkan batu empedu itu, cara pertama dengan obat2an yang kata dokter sendiri pun beresiko pada penurunan fungsi ginjal, jadi dulu sebelum ini saya pernah coba pakai obat2an herbal : Pusaka Ambon, dan berhasil menghilangkan semua batu pada kantung empedu saya itu. Sayangnya setelah berhenti mengkonsumsi obat herbal, batu empedu saya terbentuk lagi hingga akhirnya saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
      Saya sudah cek mengenai toko Pusaka Ambon itu masih ada, di sekitar salemba, untuk alamat lengkapnya bisa disearch di google
      Semoga info ini bisa membantu :)

      • Silvia October 9, 2013 at 5:35 pm #

        mba ada telp nya gak pusaka ambon di salemba?nama produknya apa ya?thanks ya

  2. farkhani January 15, 2013 at 6:03 am #

    mbak, anak saya umur 6 tahun kena batu empedu, konsul dokter selalu operasi. kalo pake herbal, herbal apa ya yang bisa dikonsum, di solo bisa diperoleh ndak, ndak berapa lama batu empedunya hilang, tks. jawaban boleh juga di sms ke 081329181597, tks

    • susandevy January 15, 2013 at 10:15 am #

      Bapak Farkhani, dokter pasti selalu menganjurkan untuk dioperasi dan diangkat kantung empedunya, saya sempat pakai obat herbal Pusaka Ambon selama kurang lebih 3 – 6 bulan dan akhirnya batu empedunya hilang semua, namun seperti yang saya jelaskan pada posting ini, setelah itu muncul lagi batu empedu dan karena sudah sampai kronis akhirnya kantung empedu saya diangkat, tidak ada salahnya untuk mencoba obat herbal, silakan lihat di websitenya di http://www.pusaka-ambon.com , setahu saya cuma ada dijakarta, tapi mungkin bisa dikirim ke solo, semoga putranya cepat sembuh !

  3. Maya Sihotang February 13, 2013 at 9:30 am #

    trmksh infonya, sangat membantu saya untuk menyajikan diet adik saya, yg baru dioperasi kantong empedunya.

    • susandevy February 13, 2013 at 12:30 pm #

      terima kasih kembali, sampai saat ini pun saya masih berusaha untuk hidup sehat dengan pola makan yang seimbang :)

  4. Ana March 11, 2013 at 4:56 am #

    Suami saya juga sudah tidak punya empedu. Dia dioperasi th 2006 dan sejak itu sering diare beberapa saat setelah makan. Diare ini gak bisa di tahan. Saya penasaran apakah senua yang tak punya empedu seperti ini? Bahaya gak sih jangka panjang diare terus?

    • susandevy March 11, 2013 at 4:16 pm #

      bisa jadi diare terjadi akibat memakan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi, karena cairan empedu dikeluarkan oleh hati untuk memproses lemak, tapi karena tidak ada kantung empedu yang menampung cairan empedu ini, maka cairan empedu yang keluar jadi berlebihan, dan bisa mengakibatkan rasa mual dan kembung juga diare. saran saya lebih baik kurangi makanan yang berlemak, jika masih terus diare, lebih baik berkonsultasi dengan dokter spesialis internis, semoga suaminya bisa lebih sehat ya :)

  5. adensanti March 11, 2013 at 4:33 pm #

    Salam., mba, mau tanya boleh y. hr ini mama saya langsung dilarikn ke ugd karena rasa sakit yg benar2 tak tertahankan di sekitar perutny. sakitny luarbiasa hingga mama sy benar2 menangis gerung2an. kami semua bingung. dbw ke RS “ibu n anak” , tp playanan ugdnya tdk bgitu sigap. pemberian obat via injeksi pun obt buscopan n obt pereda rasa nyeri. yg tdk jg berpengaruh thdp rasa skt mama sy. akhrnya di injeksikan lg obt pereda nyeriny. tetap tdk berpengaruh. akhirny mama sy dilarikn ke ugd Rs M***A. range wktu dr injeksi obt pereda nyeri hingga akhrnya mulai berkurang nyeriny itu memakn wkt hmpr 2jm. n selama 2jm itu mama sy benar2 menags tak tahan.apalagi malam sblmny memng sdh trasa skt (tp bs terthan.pagi2 br meledak rasa sktnya itu). kmudian di USG, n terliht ada batu sbsar 17mm. hsl chek drh untk smua organ (liver, pankreas, ginjal de el el) mash bags. infeksi pun hny ditunjukkn dr “lumayan” mlonjakny kdr leukosit (tp tdk hebat). yg sy mau tanykn, jika dberi obat2an, obt ny sbenarny akan bereaksi bagaimn thdp batu empedu itu? (mama sy tdk mau d oprasi, plus ktakutan dgn hsl “Repot” ssudh tdk ad kantung empdu lg), usia beliau pun sudh kepala 6. saya jg ingn tanya, symptom apa yg membedakan antara sedang “kambuh” batu empeduny, dgn kondisi batu empedu yg akut ? sebelm semuany terlambt dan mengenai organ2 lainny.
    Thx

  6. adensanti March 11, 2013 at 4:50 pm #

    salam. mba sy mau tanya2 y.
    Pagi ini mama sy tiba2 dilarikan ke ugd karena rasa sakit yg bnar2 tak tertahankan di perutnya (rasa skitny merata ke seluruh bagian perut), beliau dlarikan ke ugd rs “ibu&ank”, tp mreka aga kurng sigap. hampir 1,5jam lbh ibu saya brada di ugd RS tsbt, obt buskopan n pereda nyeri pun di injeksikan. tp selang 1jam, skit tdk brkurng sama skali. Ibu saya benr2 tersiksa. beliau sampai nangis2 krn rasa skt dpertny itu.akhrny di injeksikn lg obt pereda nyeriny. tp tetp tdk ada pengruhny. akhrny krn kterbatasan analisa n dktr ahli di rs tsbt, ibu sy dilarikn ke RS M***A. ssampai d ugd sana, obt pereda nyeriny br bkerja mengurangi “sdikt” dr rasa sktny. tp tdk hilng. akhrnya d usg. terliht ada batu empedu sbsr/spnjang 17mm ad d dasr kntngny, bserta (katanya/prediksiny/klihatanny) ceceran batu2 kecil lainy. hasil check drh (liver, ginjal, pankreas, bilirubin) baik n bgs. hny kadr leukosit yg “sdikit” tinggi. mnandakan ad infeksi/radang. hingga skrng, kndisi ibu sy sdh stabil. tp perutny msh terasa tdk enak. dan kadang2 rasa saktny (skrng terasa d prut bwh) datang lg. shingga di injeksikan lg pereda sktny. antibiotik jg diberikan. yg ingn sy tanyakn, apakh bs batu empedu itu “dipelihara” / “dikontrol” dgn obat2an? dan apa perbedaan antara kondisi badan pd saat “sedang kambuh batu empeduny”, dgn “kondisi batu empedu akut” ?
    ibu sy sudh berkepala 6. dan beliau takt d oprasi ataupun tkt akan adany masalah2 sprti yg mba jelaskan di atas akbt tdk adany kntung empedu. krn ibu sy sdh ada hipertensi n pnykt jantung. minta sudut pndng dr mba yg sdh “berpengalaman” dgn kejadian sprti ini.
    thx

    • susandevy March 12, 2013 at 7:41 am #

      salam kenal juga mbak adesanti,
      memang nyeri pada ulu hati yang luarbiasa (lebih sakit daripada mag) adalah tanda bahwa kantung empedu sedang meradang akibat batu empedu, kalau bisa perhatikan sekali pola makan beliau, jangan makan yang berlemak, gorengan dan pedas dulu.
      kalau mengikuti saran dokter, pasti semua dokter menyarankan supaya beliau dioperasi (diangkat) kantung empedunya, kalau bisa dihindari hal ini, kecuali jika peradangan sudah tidak bisa dihilangkan dengan obat pereda nyeri lagi.
      saya cuma bisa menyarankan untuk mencoba obat2 herbal, setahu saya ada yang mencoba dengan kulit manggis, kalau saya sendiri dulu pernah mencoba obat herbal “pusaka ambon” di senen, jl. kramat raya, samping polres jakarta pusat.
      kalau bisa dihindari menggunakan obat dari dokter (entah antibiotik atau sejenisnya untuk penghilang batu empedu) karena justru tidak bisa menghilangkan batu empedu dan justru berefek samping (ginjal saya kena akibat mengkonsumsi obat2 itu)
      semoga ini bisa membantu dan bunda bisa sehat lagi ya :)

      • adensanti March 12, 2013 at 7:50 am #

        alhamdulilah di jawab :) sudh kelimpungan kepingin mendengr jawbn dr mba yg memng sdh meraskn sakitny nyeri akbt batu empedu n sudh mnjalanin rposes pengangkatan kantng empedu. mba, sy mau tnya lg (maklum, sdang kebingungan) ibu sy sampai hr ini sdh genap 2 hr brada d r.intermediet. obat yg di injeksikan yaitu obt pereda nyeri, dan antibiotik, bsrta obat mual. sudh 2hr ini pla (smnjk hr ptama mask hingga skrn) kondisi pert ibu sy masih konstant skitnya. tp tentu sj tdk “sehebat” pd saat pertama kali dilarikan ke ugd kemarn. kemudian rasa mual dan terus menerus muntah jg mash di alami ibu sy hingga pagi ini td. sy ingin tany, wkt dulu mba sdang “kambuh” radang empeduny, itu apa mmng sprti ini? sakt nyeri pert berhari2, dan trus mnerus ingin muntah, nyeri pinggang dan berbagai ketdaknyamanan lainny ? jika iya, apa kondisi tsbt br akan “membaik” jika radang sudh aga mereda? karn besok pagi, akan ad konsultsi dgn dktr bedah. krn ibu sy yg mmng trus mnrus mrasa skit (skitny nempel trus, tdk datng-pergi walaupn di injeksikan obt pereda nyeri). atau apa sbaikny kami menunggu dl hingga 2/3hr kedepan? sekalian mnunggu perkmbangan berkurangny radang di empedu ibu sy? atau bgaimana?
        thx

    • susandevy March 12, 2013 at 8:02 am #

      ini reply untuk komen mbak yang dibawah itu ya,
      kelihatannya kondisi beliau sudah cukup serius, karena saya sendiri tidak sampai berhari2 mengalami peradangan itu, harusnya kalau sudah diberi obat pereda nyeri, beliau tidak merasakan peradangannya lagi.
      saya bukan dokter tentunya, cuma saya sudah pernah mengalami hal ini saja, jadi ada baiknya mempertimbangkan saran dari dokter, atau merujuk ke dokter internis yang lain (jika masih ada waktu)
      kalaupun harus dioperasi, perlu dipertimbangkan juga usia beliau, atau jika ada penyakit lain (seperti diabetes, dsb) saran saya jika harus operasi, pilih operasi dengan prosedur laparoskopi, karena prosesnya lebih cepat.
      semoga beliau cepat sembuh ya, mbak :)

      • adensanti March 12, 2013 at 9:19 am #

        oohh.. mba ga prnah kaya gt y klo “kambuh” dl ? trus wkt itu apa yg mnyebabkn mba ambil kputusn u/ oprasi? apa krn mmng sdh ga thn lg sktny sprti kaya yg ibu sy alami? atau krn mba sdh “capek” klo ad kambuhn lg? punten klo trusan nny. sy sndiri soalny sdang cr2 info. sbagian ad yg blng bs g d oprasi, sbagian ad yg d oprasi. tp kondisi sprti apa yg msh bs “ditolerir” u tdk d oprasi, itu yg sy ndak tau. iya, nyeri d prut ibu sy terus2an dtngny. obt pereda nyerinya hny “menurunkan” sdikt level sktny, tp itu nyeri terusan ad. mual jg trus2an sharian. br 2 hr si mba. msh mau diliht besk. jika dlm 3 hr ini tdk ada perkmbangan (nyeri prut sdh bs hilng, n g mual), mngkn jalan ndak d oprasi bs diprtimbangkn. tp klo tdk jg ada perubahan, mngkn jalan oprsi jd prioritas prtimbngn. iya, sy jg sdh baca2 info laparoskopi. thx mba!
        amien… smg ibu sy cpt smbh. kasian mba. orng sdh setua itu mnderita sktny bnar2 kaya apa. sy yg msh muda aja klo kena kaya gt, udh teriak2an kayany.

    • susandevy March 12, 2013 at 9:39 am #

      mbak adesanti,
      memang pada akhirnya saya memutuskan untuk operasi setelah peradangan makin sering, juga dengan kondisi mental dan fisik saya saat itu tidak kuat untuk menahan sakit peradangan yang makin sering, juga saat itu saya masih belum tahu efek apa akibat pengangkatan kantung empedu.
      memang saya pernah mencoba dengan obat herbal dan bisa menghilangkan batu empedu, tapi beberapa tahun kemudian batu empedu itu muncul lagi.
      saran saya tetap sama, coba cari nasihat atau rujukan dari dokter internis lain (jika masih bisa ya)
      tapi jika kalau operasi tidak bisa dihindari (mungkin itu yang terbaik untuk beliau) maka setelah operasi, beliau harus menjaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat saja.
      dan tentu saja harus rutin cek-up, mengingat usia beliau juga ya.
      mungkin itu saja yang bisa saya bantu, saya doakan semoga bunda bisa mendapatkan pegobatan yang terbaik dan cepat sembuh :)

  7. dian March 17, 2013 at 2:02 am #

    tahun 2009, tepat sebulan setelah melahirkan putri kedua saya melalui operasi sesar, saya harus melakukan operasi pengangkatan kantung empedu. saat itu, tak ada jalan lain selain operasi. Infeksi yang terjadi di kantung empedu sudah tidak dapat ditolerir lagi. obat pereda nyeri jenis morfin pun tidak mampu menghilangkan rasa sakit. Hampir tiga tahun berlalu, kini hidup saya lebih baik meski tidak seprima saat sebelum diperasi. keluhan yang terjadi mudah letih, kepala cepat pusingm dan tidak mampu menahan rasa lapar. Pola hidup sehat memang kewajiban semua orang, apalagi seperti saya yang sudah tidak sempurna namun tetap sulit dilakukan. Godaan dari lingkungan terkadang membuat, “Iman’ goyah. Semoga kedepan kesadaran untuk hidup sehat tertanam di jiwa kita. Semangat!

    • susandevy March 17, 2013 at 3:36 am #

      terima kasih atas sharingnya, batu empedu memang adalah penyakit yang “aneh” karena semua dokter “satu suara” dalam memberikan vonis yaitu “harus diangkat kantung empedunya” padahal justru hal ini tidak menyelesaikan masalah. semoga bisa tetap sabar dan semangat dalam menghadapi ini ! :)

  8. Andri N Nst March 23, 2013 at 10:35 am #

    Ass mb,sy mempunyai putri yg baru Aja menjalani operasi batu kantung empedu yg mana harus mengangkat kantung empedunya,yg mana umur ank sy baru 9 tahun,yg saya Mau tanyakan Gmana selanjutnya utk supaya ank saya bisa bermain dan Makan seperti sediakalanya sblm dia melakukan operasi itu?sebab sy sangat khawatir dgn Nantinya dia Akan tumbuh dewasa?

    • susandevy March 24, 2013 at 2:34 am #

      saya turut prihatin atas apa yang menimpa anak anda, sebelumnya juga ada orang tua yang memiliki anak dengan batu empedu (bisa dilihat dikomen diatas) saya sendiri pun masih mengalami beberapa gejala yang sama seperti waktu masih mengidap batu empedu seperti rasa mual dan kembung.

      saya cuma bisa saran agar diperhatikan pola makan yang sehat untuk si kecil, kalau bisa dihindari junk food, makanan dengan zat aditif dan pengawet, diperbanyak makan sayur dan buah, hindari makanan yang berlemak (terutama gorengan) ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh seperti minyak ikan dan minyak zaitun (harus yang virgin)

      diusahakan si kecil tidak beraktifitas yang terlalu berat, anjurkan si kecil untuk beristirahat kalau si kecil mengeluhkan kecapaian, mungkin itu saja yang bisa saya sarankan, kalau bisa cari second opinion dari dokter atau yang lain.
      semoga membantu :)

  9. Rio April 15, 2013 at 4:02 pm #

    mau tanya, apa mbak pernah dengar produk tahitian noni juice?apakah betul produk tersebut bisa menghilangkan batu empedu?

    • susandevy April 16, 2013 at 3:07 am #

      saya belum tahu itu, yang sudah saya coba yaitu “pusaka ambon”, dan memang bisa menghilangkan batu empedu. tks

      • djaffar May 2, 2013 at 6:54 am #

        hal yang mudah diterima masyarakat utk tidak operasi pengangkatan krn biaya mahal dan ‘serem’ ,,tapi bagi yang sdh divonis mengidap batu empedu tolong kasih solusinya,,mba sendiri sdh pernah pakai herbal dan berhasil..tapi kenapa masih dioperasi? menurut saya baik operasi ataupun herbal nilainya sama yaitu ikhtiar , sedangkan kesembuhan hanya kuasaNYA, jadi ikhtiar saja menurut kemampuan masing2 yang mampu operasi jalani dengan tulus ,yang pakai herbal jalani dengan ikhlas. kita tidak tahu mana yang terbaik menurutNYA,,,,jangan terjebak mendahului kehendakNYA.

      • susandevy May 2, 2013 at 10:06 am #

        ini memang dilema ya, karena dokter pasti cuma memberikan satu solusi yaitu pengangkatan kantung empedu beserta batunya, saya memang pernah mengkonsumsi herbal dan bisa sembuh, tapi kemudian kambuh lagi dan karena sudah kronis jadi harus diangkat, saya cuma berharap suatu saat nanti ada solusi yang lebih tepat daripada harus mengangkat kantung empedu ini, sementara itu satu2 cara yang terbaik adalah menjaga pola makan yang seimbang :)

  10. iwan May 6, 2013 at 8:19 am #

    saya sharing mbak, ibu saya umur 62th, insyaallah 4bulan lagi mau brangkat haji dan skarang ini divonis dokter operasi karna hasil usg kantong empedu ada batu 0.5cm multiple yg laennya masih bagus. saya ama ibu bingung klo tidak operasi skarang nanti waktu haji kambuh gimana? trus klo dioperasi skarang apa tidak mengganggu brangkat haji 4bulan lagi. sebenarnya ibu tidak mau opersi minta sepulangnya tp saya kwatir klo disana kambuh gimana? yg sama mau tanyakan ke mbak yg lebih tau dan pengalaman untuk ukuran batu 0.5cm multiple lebih baik dioperasi/tidak? klo dioperasi proses penyembuhan dan adaptasi setelah operasi apa tidak mengganggu waktu brangkat haji 4bulan lagi? klo pake herbal gimana prosesnya apa juga tidak mengganggu/kambuh lagi waktu disana? klo menurut pengalaman lebih baik gimana? makasih.

    • susandevy May 6, 2013 at 10:52 am #

      sebelumnya saya turut prihatin atas ibunda yang diusia yang sudah sepuh harus menderita penyakit ini.
      saya mungkin bisa kasih saran saja, karena toh keputusan apa harus mengoperasi ibunda atau tidak ada pada anda,

      kalau masih belum membahayakan beliau – dalam arti si batu empedu ini tidak mengganggu aktifitas ibunda, dalam arti tidak menimbulkan rasa nyeri pada pencernaan beliau, lebih baik operasinya ditunda sampai sepulang dari tanah suci.

      tapi tentunya harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis pencernaan untuk saran yang lebih memadai.
      sementara ini, beliau bisa mulai mencoba pola makan sehat – mengurangi lemak, gorengan, makanan pedas dan asam.
      untuk obat herbal bisa saja dicoba, tapi tentunya obat herbal tidak seketika bisa menghilangkan batu empedu, prosesnya lebih lama, tapi tetap lebih baik daripada harus menjalani operasi,
      mungkin itu saja – terima kasih

  11. harfiati May 20, 2013 at 5:34 am #

    sy juga sdh diangkat kantung empedu sekitar 8 thn yg lalu,sejak 3thn ni,sy sering kali buang buang air,apalagi klo abis makan bakso,jeroan,sate kambing,atw yg berlemak lainnya,setengah jam kemudian sy langsung mules yg tak bisa tertahankan,alangkah mengganggunya jika sedang makan di rmh mkn,,dan setiap mlm sy sll buang angin yg baunya seperti orang sakit perut atw masuk angin, dan setiap pagi jam 5 sy langsung mules, dan bisa 4 kali bab, itu setiap paginya,akhirnya sy mencoba makan makanan rebusan atw di kukus,, spt tahu tempe,sayur, tapi tdk daging atw ayam,,dan gorenganpun sy tdk makan,baru juga 2hari sy lakukan makanan rebusan dan dikukus,perut sy tdk pernah lagi mules mules,perutpun tdk merasa begah ,perut terasa enteng,,dan tak perlu lagi saya minum obat diare,, alhamdullillah,, makanan rebusan dan kukus bisa buat diet alami dan aman

    • susandevy May 21, 2013 at 10:43 am #

      terima kasih untuk sharingnya disini :)

  12. Ikiyono May 22, 2013 at 4:42 am #

    Saya baru saja melakukan operasi pengangkatan kandung empedu, tgl 27 April 2013, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada keluhan fisik yang saya rasakan, keculai bekas operasi yang belum begitu nyaman untuk berbagai aktifitas. Kebetulan saya operasi dalam keadaan sehat, setelah 3 bulan sebelumnya saya mengalami kholik (sakit) yang luar biasa, diagnosa awal radang empedu, setelah beberapa kali periksa pasca perawatan ternyata hasil lab darah semakin jelek, dokter menyarankan utk MRI, dari hasil MRI menunjukan batu empedu yang cukup besar, sehingga dokter menyarankan untuk operasi. Saya masih berusaha untuk mencari solusi non operasi dengan cara konsul ke beberapa dokter lain, tapi semua dokter sarannya sama, alasanya karena posisi batu ada di kandung empedu, kalo batu di saluran empedu masih bisa disuahkan non operasi, itu logika dokter. Saya pribadi sebenernya pengen mengusahakan untuk non operasi, tapi istri dan orang tua menyarankan untuk cepat operasi kebetulan istri mendengar cerita dari tetangga bahwa saudaranya meniggal karena terlambat penanganan kantung empedu. Menurut dokter yang merawat saya, kalo sampai batu dikandung empedu sudah cukup besar dan kandung empedu sampai pecah itu sangat sulit penganannya dan bisa menyebabkan kematian.
    Pengen tanya, berapa lama pasca operasi kita bisa beraktifitas normal (olahraga)?? Kebetulan saya operas laparaskopi.
    Ada ga forum untuk bertukar pikiran sesama penderita kandung empedu? saya dah dah browsing belum ketemu, adakah teman yang mau membuat forum tersebut??

    • susandevy May 22, 2013 at 4:57 am #

      terima kasih atas sharing pengalamannya disini,
      saya sangat setuju kalau suatu saat bisa diadakan semacam komunitas orang “tanpa kantung empedu”
      karena sangat bermanfaat untuk saling berbagi ilmu dan info tentang batu empedu, terutama karena info tentang hal ini masih susah diperoleh,
      kalau berminat, mungkin awalnya kita bisa buat grup di facebook atau google+.

      oh ya, untuk pertanyaan berapa lama bisa beraktifitas secara normal, harusnya setelah operasi sudah langsung bisa beraktifitas secara normal lagi, terutama karena operasinya dengan laparaskopi, jadi harusnya tidak ada masalah, namun tentunya hal itu tergantung dengan kondisi fisik masing-masing. :)

      • Ikiyono May 22, 2013 at 5:18 am #

        Maksud saya aktifitas berat, seperti olaharaga. Kalo aktifitas sehari2 yang ringan seminggu sesudah operasi saya sudah bisa bawa kendaraan sendiri. Saat ini yang saya rasakan kalo sujud kadang masih berasa agak kurang nyaman. Kemarin hari minggu mungkin karena saya terlalu banyak gerak sorenya bekas operasi agak terasa kurang nyaman, sampai saat ini alhamdulilla oke2saja. Sedikit berbagi kalo diantara temen yang mengalami gangguan pencernaan pasca operasi ini, coba minum obat sulfat ….., saya agak berupa sirup warna nya seperti jambu, minum sebelum makan, untuk menetralisir asam lambung……….

      • susandevy May 22, 2013 at 5:22 am #

        oh ya tentunya untuk beraktifitas yang terlalu berat tidak disarankan, bahkan saya saja sampai saat ini masih merasa sering kecapaian (fatigue)
        ada baiknya memilih aktifitas yang tidak terlalu berat, usahakan sering istirahat dan minum air putih untuk menjaga stamina.
        terima kasih untuk infonya ya :)

  13. Ikiyono May 22, 2013 at 6:10 am #

    Waduh, berarti saya harus pensiun olah raga ya, kalo bersepeda gimana ya kira2.

    Sedikit berbagi neh dan menjadi pertanyaan saya dan istri saya, ternyata batu empedu saya kemrin hancur seperti pasir lembut, kata istri dokternya sendiri juga heran karena setelah diangkat jauh berbeda dengan hasil foto MRI, pada hal sebelum operasi, dokter sendiri sanksi ada kemungkinan tidak bisa operasi laparaskopy karena batunya sudah cukup besar, tetapi setelah dioperasi batunya hancur sehingga batu empedu saya tidak boleh dibawa pulang dikirim ke lab untuk penelitian.
    Hasil lab menunjukan bahwa batu empedu saya sudah kronis, yang jadi pertanyaan saya dan istri saya sampai saat ini kenapa batunya hancur, jauh berbeda dengan hasil MRI, saya tidak minum obat apapun setelah divonis batu empedu saya hanya memperbanyak makan apel, setiap hari saya makan apel. Hal ini sudah saya tanyakan ke dokter bedah yang mengoperasi saya tp saya tidak mendapatkan jawaban yang logis dan memuaskan, jawabannya mungkin pigmen batu empedu baru.
    Batu empedu temen2 yang pernah operasi batunya sekecil apa ya??

    • susandevy May 23, 2013 at 4:06 am #

      saya juga masih berolahraga rutin seperti bersepeda, berenang dan yoga.
      saya pikir kita tetap harus rutin berolahraga sesuai dengan stamina masing-masing untuk menjaga kesehatan, tapi tentunya yang masih dibatas wajar saja,

      kebetulan batu empedu saya setelah diangkat pun juga hancur seperti kerikil dan pasir, tapi ada satu yang paling besar segede ibu jari.
      masalahnya setelah kantung empedu diangkat, pigmen dari endapan cairan empedu masih bisa terbentuk disaluran empedu, dan hal itu tentunya yang harus kita hindari.
      karena belum ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini, setidaknya kita yang sudah kehilangan kantung empede harus lebih berhati-hati dengan pola makan dan aktifitas kita.
      terima kasih lagi untuk sharingnya disini :)

  14. videsta May 22, 2013 at 10:09 am #

    Salam kenal Mbak…

    Terimakasih sudah mau sharing pengalaman Mbak seputar batu empedu ini. Saya sendiri terdeteksi terkena batu empedu th.2011 lalu dan pada saat itu ukurannya 8mm sebanyak 2 buah setelah dicek via USG. Sejak itu saya juga mulai riset kecil2an dan dapat informasi tentang terapi buah apel dari curezone.com. Masalahnya ternyata memang benar bahwa kemungkinan terapi buah apel itu hanya bisa efektif untuk batu dengan ukuran kecil, sedangkan untuk batu ukuran 8mm yang saya idap tidak bisa. Sudah sekitar 20x saya melakukan gallbladder flush, tapi gejala perut penuh masih tetap terasa. Setelah dicek via USG pun, memang batu empedu itu masih ada.

    Saya tertarik sekali dengan statemen Mbak bahwa dengan mengkonsumsi ramuan Pusaka Ambon, batu empedunya sempat hilang. Tapi apakah sudah pernah dibuktikan via USG? Jika berkenan, boleh dishare nama obatnya Mbak? Saya yakin banyak yang butuh jika memang benar bisa menghilangkan batu empedu tanpa operasi.

    Terimakasih banyak sebelumnya..

    Salam…

    • susandevy May 23, 2013 at 1:56 am #

      terima kasih atas sharingnya disini, mbak.
      ya dulu saya pernah mengkonsumsi obat herbal pusaka ambon, sampai hari ini masih dijual di outletnya di kramat raya, jakarta pusat.
      memang setelah mengkonsumsi obat itu, batu empedu saya sempat hilang (sebelumnya dokter juga sudah mensarankan untuk dioperasi) dan sudah dilihat dengan USG juga, tapi beberapa tahun kemudian batu empedu muncul lagi (kelihatannya karena akibat dari aktifitas dan pola makan saya yang sembrono saat itu) dan karena sudah kronis akhirnya saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan batu empedu.

      sebetulnya pusaka ambon ini lebih dikenal dengan obat herbalnya yang untuk menghilangkan batu ginjal, namun mereka juga membuat ramuan untuk batu empedu.
      kalau berminat ini alamatnya : JL. Kramat Raya no.63A, disamping kantor polisi, telfon : 021-98100424 dan 021-32573887 (saya tidak tahu apa telfon ini masih bisa dihubungi, mohon maaf sebelumnya karena ini kontak lama)
      demikian, semoga info ini bisa membantu :)

  15. Ikiyono May 23, 2013 at 3:00 am #

    Wah ternyata banyak juga yang senasib, semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesabaran amin. Kok pertanyaan saya belum ada yang menjawab ya

    Batu empedu temen2 yang pernah operasi batunya sekecil apa ya??

    Buat sharing bagi yang belum operasi saya nemu artikel berikut ini semoga jadi rujukan, bagi yang sudah operasi ga usah bersedih semua sudah di atur sama Allah, bagi saya dengan pengangkatan kandund empedu, saya jadi lebih berhati hati dalam memilih makanan, karena dengan sendiri sudah merasa tidak seperti sebelum operasi al hasil selektif dalam memilih makanan, mudah2an ini justru membuat kita lebih sehat,amin.

    artikel menarik

    http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/31/jangan-pernah-membuang-atau-mengoperasi-kantong-empedu-450775.html

    • susandevy May 23, 2013 at 4:02 am #

      wah, maaf seperti saya kelupaan.

      batu empedu saya ada banyak sekali (gak bisa dihitung berapa jumlahnya), yang paling besar segede ibu jari, yang kecil banyak seperti kerikil.

      terima kasih banyak atas sharing infonya disini :D

      • Ikiyono May 23, 2013 at 5:55 am #

        Sampai sekarang masih ada Mbak??? Kalo saya ga punya bukti batu empedu, karena ga boleh dibawa pulang, kata istri saya yang menyaksikan hancur seperti pasir lembut, semuanya di kirim ke lab. Itulah yang menjadi tanya tanya besar sampai saat ini, karena dokter juga tidak bisa menjawab dengan logika. Ini hasil lab pengangkatan batu empedu saya ”

        SEDIAAN TERDIRI DARI ATAS KANDUNG EMPEDU DENGAN MUKOSA DILAPISI EPITEL TORAK TINGGI DAN TAMPAK TUMBUH PAPILER.
        LAMINA PROPRIA SEMBAB BERSEBUKAN SEL RADANG MENAHUN
        LAPISAN OTOT TEBAL DAN TAMPAK SINUS ROKITASNKY
        LAP[ISAN SEROJA SEMBAB DENGAN PEMBULUH DARAH.

        kesimpulan : CHOLECYSTITIS CHRONICA

        Mungkin ada diantara temans yang mengerti hal itu???

        Waktu sebelum operasi saya bercanda sama teman2 kantor nanti jangan kaget kalo habis operasi saya jadi kaya, karena punya jimat batu empedu, ehh ternyata ga jadi punya, hehehehehe

      • susandevy May 23, 2013 at 6:00 am #

        lho harusnya dokter memperbolehkan membawa pulang batu empedu dan endapan2 lainnya dari kantung empedu itu ?

        saya pernah simpan selama hampir setahun didalam freezer, sampai akhirnya dibawa oleh teman untuk dicek dan sayangnya tidak pernah dikembalikan lagi.
        saya juga tidak paham apa maksud dari hasil lab itu, mudah2an teman2 lainnya bisa memberi masukan. :(

  16. uchie May 31, 2013 at 10:56 am #

    saya baru dirawat karena sakit yang luar biasa selama 9 hari di opname. masuk ugd pertama kali bulan april, lalu bulan mei awal dan pertengahan bulan mei masuk lagi diharuskan opname. biasanya setelah diberi obat penghilang rasa sakit+penurun asam lambung (saya sudah ke hermina (ugd) rumah sakit bunda jakarta (ugd) santosa bandung (kontrol) terakhir ke borromeus (ugd). 3 rumah sakit pertama mendiagnosis saya menderita dispepsia akut/maag atas keluhan sakit yg saya derita selama 2thn belakangan ini. di borromeus saya di mrcp,usg ulang,tes lab dsb akhirnya ketawan batu empedu setelah diopname 5 hari. dirumah sakit sempat kuning dan radang pankreas karena infeksi dokterpun menyarankan pengangkatan kantong empedu.
    krn membuang gampang tapi menyatukan susah, saya putuskan pikir2 dulu.
    teman2 disini ada yg bisa kasih masukan kah?

    • susandevy May 31, 2013 at 11:30 am #

      dear mbak uchie,
      sebelumnya saya turut sedih dengan penyakit yang mbak derita, memang gejala peradangan batu empedu sering disangka maag akut karena rasa sakitnya pada ulu hati.
      saya cuma bisa kasih saran (yang non-profesional, tentunya karena saya mantan penderita batu empedu) kalau bisa cari rujukan ke dokter internis yang lain, kalau masih bisa dibantu dengan obat2an, lebih baik kantung empedunya tidak usah diangkat saja (baca juga komen dari teman2 disini yang mengeluhkan masalah pada pencernaan setelah operasi pengangkatan kantung empedu).

      intinya pengangkatan kantung empedu tidak akan menghilangkan masalah pencernaan anda, namun jika sudah tidak ada jalan lain, maka barulah tindakan operasi dilakukan.
      pengobatan herbal mungkin bisa menjadi alternatif, (baca juga komen2 sebelumnya tentang obat2an herbal untuk menghilangkan batu empedu) tentunya obat2an herbal tidak secara langsung menyembuhkan masalah ini, namun perlu proses yang cukup lama disertai diet yang seimbang.
      semoga cepat sembuh !

    • Ikiyono June 3, 2013 at 12:53 am #

      Turut prihatin mbak uchie, semoga diberi kesabaran dan keiklhasan menerima cobaan. Seperti yang pernah saya posting, kalo posisi batu empedu ada di kantung empedu memang tidak ada jalan lain kecuali operasi itu menurut dokter, logikannya begini batu di kantung empedu berbeda dengan batu ginjal yang kalo hancur bisa dikeluarkan melalui air seni, sementara batu di kandung empedu tidak bisa dikeluarkan karena tidak ada saluran untuk mengeluarkan meskipun batunya sudah hancur, tapi kalo batu empedu ada disaluran empedu memang masih bisa diusahakan non operasi itu menurut analisa dokter. Disamping itu konon untuk menghacurkan batu empedu biaya nya juga cukup mahal dan memakan waktu yang cukup lama, dengan tingkat keberhasilan max 50%, kebetulan saya sudah berkonsultasi ke bebarapa dokter sebelum melakukan operasi untuk mencari perbandngan. menurut saya pastikan posisi batu emepdunya dulu. Resiko tercepat yang dialami penderita batu empedu kolaps ringan dan kaluar masuk rumah sakit, dengan sakit yang luar biasa. Untuk menghindari kejadian itu harus rajin cek darah salah satunya kandungan bilirubin, jangan sampai bilirubin nya sangat tinggi.
      Operasi memang bukan jalan satu2nya, tapi menurut saya cara yang cukup efektif untuk menghindari kejadian yang mbak uchie rasakan, dengan catatan kita harus siap mental pasca operasi, serta sabar dan ikhlas menjalaninya, bahwa semua kejadian itu pasti ada plus dan minus dan jalan yang terbaik di berikan oleh Allah kepada kita.
      Mohon maaf kalo kurang bermanfaat

  17. imam jatmiko June 5, 2013 at 1:47 am #

    Mbak, saya ingin sharing sedikit, ketika perut saya kembung dan masuk angin, perut nyeri hingga punggung sebelah kanan, setelah di USG ternyata saya terkena penyakit radang empedu, dengan note ” tidak ada batu empedu “, akan tetapi saya divonis dioperasi untuk pengangkatan kantung empedu, saya dengan tegas menolak karena saya yakin ada obatnya tanpa harus dioprasi, lalu saya konsultasi dengan saudara dan teman, hingga akhirnya teman menganjurkan saya untuk meminum sari temulawak,bimsalabim hanya 2 hari rutin minum 3x sehari rasa sakit saya hilang dan saya bisa beraktivitas dengan normal.

    • susandevy June 7, 2013 at 2:12 pm #

      syukur sekali mas imam tidak sampai harus mengalami operasi pengangkatan kantung empedu,
      mudah2an bisa tetap menjaga kesehatannya, karena batu empedu bisa terbentuk kembali.
      terima kasih untuk sharingnya :)

  18. Ardhi June 7, 2013 at 3:16 am #

    numpang share aja buat sesama penderita batu empedu yang udh gak punya kantung empedu lagi. Perkenalkan nama saya ardhi, dan saya baru kelar operasi pengangkatan batu empedu tgl 24 mei 2013 lalu, saat ini kondisi badan saya pasca operasi Laparoscopy, sudah jauh lebih baik. saya tidak menderita kholik lagi pada bagian ulu hati. Namun saya merasa stamina tubuh saya sangat lemah, mudah capek. sebagai gambaran kantor saya di Jatinegara dan rumah di depok, biasanya menggunakan motor untuk transportasi sehari hari tidak ada masalah, namun saat ini saya merasakan letih luar biasa di sertai nyeri di bagian pinggang atas sebelah kanan, sehingga mau gak mau saat ini saya menggunakan mobil utk aktifitas ke kantor. Apakah rekan rekan disini juga mengalami hal yang sama dengan saya? mudah letih dan nyeri pinggang atas sebelah kanan? dan vitamin apa yang hrs saya konsumsi tiap hari agar stamina saya tidak drop seperti ini. Oiya, badan saya lemes seperti ini disertai juga rasa sakit kepala juga. sangat gak nyaman utk aktifitas sehari hari. Mohon rekan rekan bisa kasih saya solusi… makasih banyak :)

    • susandevy June 7, 2013 at 2:16 pm #

      terima kasih banyak untuk sharingnya disini, mas ardhi :)
      saya pun juga mengalami letih yang luar biasa jika beraktifitas terlalu banyak, mungkin itu keluhan yang paling mengganggu sejauh ini.
      saya mencoba mengkonsumsi vitamin dan suplemen yang dijual dipasaran saja untuk menjaga stamina (vitamin C, E dan minyak ikan yang banyak omega3) , tentunya dibarengi dengan pola makan yang seimbang.
      dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
      mudah2an bisa terus dapat menjaga kesehatannya :)

  19. nani June 9, 2013 at 8:21 am #

    mba susan saya mau tanya setahun yg lalau saya jg operasi empedu setelah 6 bln sy sudah makan normal seperti gorenga dan mie tp samapai sekarng sy g berani makan jeroantp akhir2sy sering ngerasa perut kanan sy sakit nyut”kadang diare mulas apalagi apa mba juga ngalamin sy takut tumbuh lagi batu

    • susandevy June 9, 2013 at 10:53 pm #

      itu memang gejala yang sering dirasakan oleh orang yang sudah diangkat kantung empedunya.
      saran saya jangan makan makanan berlemak dan gorengan,
      saya tidak tahu apa sudah terbentuk lagi batu empedu, tentunya harus diperiksa oleh dokter internis,

    • Ardhi June 10, 2013 at 2:11 am #

      setuju dengan saran Mba Susan. Sebaiknya emang hrs dikurangi makanan jeroan dan goreng2an. Namun bukan berarti ga boleh dikonsumsi sama sekali. Terutama utk mie instant, sebaiknya dikurangi sekali, sebab bahan pengawet yang ada di mie instant cukup bahaya (kata dokter internist saya loh ini…) dan soal ada batu lagi atau tidak sebaiknya memang hrs di USG lagi mba Nani, walau kecil kemungkinannya terbentuk. CMIIW

      • Ikiyono June 10, 2013 at 2:56 am #

        Selamat bergabung Mas Ardi, saya juga tinggal Di Depok, sedikit sharing Alhamdulillah pasca pengangkatan kandung Empedu 1.5 bulan yg lalu sampai saat ini saya belum merasakan kelelahan fisik sperti Mas Ardi rasakan, yang saya rasakan saat ini mudah ngantuk dah ga bisa melek malem, point positif yang bisa saya ambil dengan yang saya alami, saya jadi lebih selektif untuk makan, tidak mau sembarangan lagi, mudah2an ini justru yang akan membuat kita sehat pasca pengangkatan kandung empedu.

  20. Ardhi June 10, 2013 at 3:41 am #

    setuju dengan mas/mba Ikiyono, dengan diangkatnya kantung empedu kita ini. Kita bisa makin menghargai yang namanya KESEHATAN. Pola makan dijaga, olahraga juga dijaga. Dan berusaha utk makan makanan yang rebusan or kukusan. Karena dari dulu yang namanya gorengan emang kurang baik utk dikonsumsi rutin. Terlalu banyak efek negatif dari yg namanya gorengan, gak cuma dari pembentukan batu empedu.

  21. citra June 10, 2013 at 2:28 pm #

    Aku kan umurnya msh 18thn tapi aku juga udh ga punya kantung empedu. Awalnya aku ngerasain nyeri di bagian perut, aku kira awalnya maag. Trs aku kontrol ke dokter spesialis dalam, katanya peradangan pankreas sama lambung. Tapi setelah 1bln blm ada perubahan aku cek lab yg ke 3xnya, trs dokter ngusulin USG dari situ ketauan kalo batuku udh 0,6mm dan itu multiple. Abis itu aku minum obat trs menerus sakit ga ilang malah tambah nyeri dipunggung. Abis itu dokter nyaranin aku buat di operasi trs dirujuk ke dokter bedah digestive . Setelah di operasi dokternya kaget kalo ternyata batu ku itu kira-kira ada 100 lbh soalnya waktu di usg yg terakhir mengecil dan mulai sedikit. Hasilnya dokter sama nyuruh aku operasi dgn cara laparaskopi. 2bln setelah operasi kok badan malah sering capek, kepala terasa kunang-kunang,pusing banget, trs mual. Itu apa ada pengaruhnya ya sama pasca operasi ?

    • susandevy June 10, 2013 at 4:02 pm #

      saya turut prihatin atas penyakit yang mbak citra derita dan sampai harus diangkat kantung empedunya,
      memang setelah kantung empedu diangkat tidak akan menghilangkan gejala sakit yang dialami akibat peradangan oleh batu empedu, rasa sakit bisa hilang tapi akan menimbulkan masalah baru dalam pencernaan seperti mual, pusing dan cepat letih (baca juga cerita2 teman2 yang lain disini)

      rasa mual, pusing dan cepat letih itu tidak ada pengaruhnya karena pasca-operasi, karena itu disebabkan oleh pencernaan yang terganggu akibat kantung empedu yang sudah tidak ada

      saran saya sama seperti sebelumnya, jaga kesehatan dengan pola makanan yang seimbang (tidak makan makanan berlemak dan gorengan) dan memilih aktifitas yang tidak membuat letih, juga berolahraga ringan sebisanya.
      semoga bisa membantu :)

    • Ikiyono June 12, 2013 at 12:27 am #

      Turut prihatin dek Citra, semoga sabar dan iklhas menjalani coboaan ini, insya allah pasti ada hikmah dibalik itu semua, sedikit saran coba rutin minum satu sendok madu bangun tidur, jangan minum air putih dulu ya, langsung minum madu, karena madu membantu menetralisir asam lambung dan menyehatkan pencernaan serta menambah stamina. Saat ini saya juga mencoba minum madu setelah bangun tidur alhamdulillah sampai saat ini tidak ada keluhan fisik pasca pengangkatan kandung empedu.

  22. Ikiyono June 13, 2013 at 2:57 am #

    Sedkit berbagi semoga bermanfaat :

    Dikutip dari salah satu media online Indonesia, mengenai bagaimana cara Nabi Muhammad SAW meminum madu untuk kesehatannya. Beliau seorang yang amanah dan juga dikenal sebagai orang yang pintar menjaga kesehatan. Bagi beliau tubuh merupakan titipan.

    Madu adalah minuman alami yang menyehatkan. Ketika bangun tidur, Nabi selalu meminum madu. Dr.Brilianto M Soewarno, penulis buku sehat ala Rosul mengatakan “Cara Rasul minum madu sangatlah berbeda dengan kita, kebanyakan saat ini orang minum madu yang sudah dicairkan dengan air”.

    Ternyata cara Nabi minum madu tidak seperti kebanyakan orang saat ini. Praktisi kesehatan yang biasa dipanggil dokter Toni itu menjelaskan bahwa Nabi dahulu saat meminum madu tidak dilarutkan dalam air terlebih dahulu, tetapi dengan cara mengulum madu tersebut di mulutnya hingga lumer bercampur dengan air liur. Penulis berbagai buku kesehatan ini menjelaskan bahwa madu yang mengandung banyak fruktosa lebih baik bila dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.

    Dr. Toni juga menjelaskan mengkonsumsi madu pada pagi hari sehabis tidur dapat mencegah seseorang terkena sakit maag, mengapa? Karena pada pagi hari perut kita masih kosong. Dengan meminum madu dalam keadaan perut kosong, madu dapat melapisi dinding lambung yang manfaatnya dapat menghindari kita dari Penyakit Maag. Nabi tidak pernah terkena sakit maag karena beliau selalu mengkonsumsi madu dipagi hari, ujar praktisi kesehatan tersebut.

    Perlu diperhatikan juga, Nabi Muhammad saw biasanya makan malam dengan porsi yang sedikit. Untuk porsi makan banyak biasanya beliau melakukannya di siang hari ketika makan siang.

    Semoga bermanfaat..

  23. nurul k June 19, 2013 at 4:52 am #

    Salam kenal semuanya.
    Terima kasih atas informasi teman-teman semua, sangat bermanfaat buat saya yang belum lama ini juga melakukan operasi pengangkatan kantung empedu, tepatnya 1 Juni.
    Sebetulnya rasa sakit ini sudah cukup lama saya derita dan pada tahun 2012 dokter memvonis saya usus buntu sehingga harus operasi.
    Jadi kalau dihitung dalam setahun saya sudah melakukan 2kali operasi dan hidup tanpa usus buntu & empedu.
    Mudah-mudahan dengan informasi yang Mbak Susan dan teman2 tulis saya akan lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan.
    Salam.

    • susandevy June 19, 2013 at 1:16 pm #

      terima kasih untuk sharingnya disini,
      semoga selalu sehat dan tetap bisa beraktifitas :)

  24. amie June 20, 2013 at 6:52 pm #

    salam kenal sebelumnya mba susan,aku amie 33,senang sekali aku bs ktmu blog mba susan dan sharing disini ,sblumnya tahun lalu aku jg mengalami pengangkatan batu empedu ,tepatnya september 2012,yah coba herbal jg cuma ngga bs,final aku terpaksa laparoskopi ,cuma yg skrg aku mau tanyakan apakah mba pernah kambuh lagi??saat ini ulu hati dan empedu aku kdg nyeri sekali ,kebetulan skrg aku standbye di jerman ,udh coba obt mcm2 ngga jg mengobati maghnya,thanks ya sblumnya

    • susandevy June 21, 2013 at 1:15 pm #

      terima kasih mbak amie, sudah sharing pengalamannya disini :)
      ya kalau kambuh sampai meradang seperti dulu waktu masih ada kantung empedunya tidak pernah,
      tapi saya sering mengalami masalah pencernaan, seperti yang juga dialami teman2 lainnya yang sudah sharing disini,

      jadi seperti yang sudah saya jelaskan dikomen2 sebelumnya, memang belum ada pengobatan yang paling tepat untuk mengatasi hal ini,
      namun setidaknya beberapa metode yang sudah disharing oleh2 teman2 disini (pola makan sehat, obat2an herbal, dsb) mungkin bisa dicoba untuk mengurangi masalah pencernaan pasca operasi kantung empedu.
      semoga bermanfaat ! :)

  25. amie June 21, 2013 at 4:59 pm #

    thanks mba bt replaynya ya,iya meradang sih ngga tp nyeri gt ,sakit di punggung ,ok aku coba sarannya ,skali lg thanks ya

  26. khur Nhia June 28, 2013 at 7:37 am #

    Hai…salam kenal smuanya…terkhusus mbak susan yg udah memuat blog ini…:) begitu banyak info yg saya dpet dri teman2 pasca operasi kantong empedu….saya baru siap operasi tgl 5 juni kemaren…dan sya amat takut…tp dgn membaca cerita temen2 smua..sya sedikit tenang….makasih smuanya dan utk mas ikiyono sya mau bilg pnya sya jga berbentuk lumpur bkan batu stlah operasi dan sya ngak bsa melihatnya…

    • susandevy June 28, 2013 at 10:10 am #

      terima kasih sudah sharing disini,
      mudah2an apa yang sudah teman2 tulis disini bisa jadi masukan yang berguna.
      semoga tetap sehat ya :)

  27. mail June 30, 2013 at 3:03 pm #

    hai… mba susandevy saya mau tanya. apakah obat herbal pusaka ambon untuk batu empedu, bentuknya kapsul dan sekali minum 4 kapsul bertahap selama 10 menit????? mksh sebelumnya.

    • susandevy July 1, 2013 at 10:00 am #

      iya betul, dan satu kapsul diminum dengan segelas air, jadi kalau empat kapsul berarti diminum dengan 4 gelas atau seliter air, maka kalau tiga kali sehari, kita akan minum air sebanyak 3 liter.
      ini memang berat, tapi penghancuran batu empedu membutuhkan detoks air juga.
      jadi selamat berobat ya, semoga sembuh :)

      • mail July 3, 2013 at 2:33 am #

        trima kasih mba,,,maaf mau tanya lagi,, waktu mba konsumsi obat herbal tersebut,berapa lama batu empedu nya bisa sembuh???

      • susandevy July 3, 2013 at 1:27 pm #

        sampai seluruh dosis yang diberikan saya habiskan (kalau gak salah sekitar 3-6 bulan ya ?)
        setelah itu saya cek usg lagi, dan batu empedu hilang,
        cuma ya gitu, karena saya tidak menjaga pola makan, akhirnya batu empedu saya muncul lagi beberapa tahun kemudian

  28. Awang July 20, 2013 at 3:52 am #

    Salam kenal mbak Susandevy udan semua rekan rekan ..
    Bulan mei 2013 kemarin kantung empedu sy di angkat , alhamdulillah saya sdh melakukan aktifitas rutin harian , walaupun jahitan operasi masih terasa sedikit nyeri .
    Dulu sebelum operasi pola hidup sy kurang sehat , perokok berat , mengkonsumsi kopi berlebihan , makan gorengan berlebihan ,tidur kurang ,, hikmah yg saya dapat dengan kejadian ini adalah sy sekarang lebih menghargai kesehatan , saya mulai menerapkan pola hidup sehat .

    Saya ingin bertanya kepada mbak susan dan semua teman untuk menu makanan sehari – hari ( makan 3x sehari ) , apakah menu , tahu goreng , tempe goreng , variasi ikan goreng dan ayam goreng ( dng minyak kedelai /jagung ) diperbolehkan untuk di konsumsi ?
    mohon di jelaskan menu makan sehari hari mbak susan dan teman2 yang sudah di jalanin selama ini apa saja ?

    Dokter yg menangani saya mengatakan untuk mengurangi makanan ( kolesterol ), namun untuk menu diatas dia memperboleh kan , dia bilang ” saya tidak melarang anda makan makanan tersebut tapi kurangi yg berkolesterol “.
    Saya masih bingung ,,, mohon sharing dari semua nya ya

    terimakasih
    Salam

    • susandevy July 20, 2013 at 4:41 am #

      terima kasih pak awang yang sudah sharing disini,

      to the point saja, seperti yang sudah kita ketahui, pola makan bagi orang yang sudah diangkat kantung empedunya tentunya harus lebih dijaga, saya langsung sharing saja pola makan yang saya terapkan sehari2 :

      pagi : saya cuma minum teh tawar atau kopi pahit, dengan seporsi buah2an, karena saya perhatikan pada saat ini jika saya makan terlalu banyak maka pencernaan saya akan terganggu dan biasanya saya akan langsung buang air besar, jadi bagi saya sebaiknya saya menghindari makanan yang besar.

      antara jam 10-11 : cemilan, biasanya saya mengkonsumsi buah2an juga, seperti pisang, pepaya, apel, nanas, dsb.

      makan siang : porsi makan siang saya 60% sayur mentah (selada tanpa dressing, timun, tomat), 30% protein (ayam/ikan/daging, kalau bisa dipepes, rebus atau dibakar, hindari yang digoreng)

      antara jam 3-4 : cemilan, seperti cemilan sebelumnya

      makan malam, jam 5-6 : seperti porsi makan siang saja, kenapa saya makan malam disore hari adalah karena saya tidak mau merasa penuh saat saya akan tidur, sebab jika saya makan terlalu banyak dimalam hari, biasanya dipagi hari saya akan diare.

      sebelum tidur : seporsi kecil buah2an

      kira2 ini adalah pola makan yang paling cocok bagi pencernaan saya, memang agak sulit menerapkannya, namun saya sangat menikmatinya karena percernaan saya terasa nyaman, juga hampir tiap jam saya minum air putih untuk mengurangi cairan empedu yang berada dalam usus saya, karena saya sudah tidak memiliki kantung empedu lagi, maka cairan empedu akan menglir setiap saat kedalam usus saya.
      saya menghindari junk food, namun masih memakannya sesekali.

      demikian, semoga bisa membantu :)

  29. Awang July 20, 2013 at 5:41 am #

    hemm … agak susah juga ya mbak , tapi terimakasih atas masukan nya .
    Yang pasti saya akan mengurangi konsumsi kolesterol sebagai diet dalam kasus ini .

    Oh ya ,,, apa ada pengaruh lain terhadap tubuh /kesehatan kita selain sakit perut dan porsi buang air besar ya ? thx

    • susandevy July 20, 2013 at 12:16 pm #

      ohya, lupa mencantumkan kalau saya sudah tidak makan nasi lagi, karena nasi, roti, biskuit, singkong, ubi, dkk bukan sumber karbohidrat yang baik, sumber karbohidrat sudah cukup dari sayur dan buah saja.

      memang awalnya sulit, tapi setelah dijalankan rasanya biasa saja,
      kenapa porsinya kecil, karena kalau terlalu besar biasa akan membuat saya diare,

      untuk pola makan seperti ini bisa diterapkan juga untuk pengidap penyakit lainnya seperti kanker, stroke, jantung, ginjal, dll.
      intinya membuat tubuh kita memperbaiki kondisinya kembali (self-healing)
      saya rasa dengan pola makan seperti lebih baik daripada dibanding harus mengkonsumsi obat2an yang sudah terbukti tidak menyembuhkan.
      selamat mencoba

  30. awang July 28, 2013 at 1:41 am #

    mbak susan thx atas masukan nya , sangat bermanfaat sekali .

  31. welma July 29, 2013 at 10:15 am #

    Dear Mba Susan, aduuhhh ko telat ya saya baru baca blog ini, saya baru dioperasi tanggal 25 juli 2013 kmaren, saat itu memang saya dianjurkan untuk melakukan operasi setelah terapi obat untuk liver karena SGOT dan SPOT saya tinggi sekali angkanya mencapai ribuan, stelah dirawat seminggu di rs.carolus baru saya dioperasi utk pengangkatan kantung empedu. Skrg sih msh ngilu bkas operasinya, plus sering sekali kembung. Tp stelah baca komen teman2 disini, saya jdi menyesal melakukan operasi itu. Mohon info bagaimana untuk menghilangkan rasa kembungnya ya? Dan jika tdk makan nasi atau roti spti saran mba Susan, apakah lambung akan baik2 saja? Krna dulu sblm dioperasi ulu hati saya akan terasa sakit jika belum makan roti atau nasi. Apakah dpt diganti kentang saja?

    • susandevy July 29, 2013 at 12:29 pm #

      Dear mbak welma,
      sebelumnya terima kasih sudah ikut sharing disini juga,
      wah, ternyata baru dioperasi ya ? seingat saya dulu pun setelah operasi, saya juga mengalami nyeri dan mual pada perut saya, mudah2an dokter memberikan obat killer-pain supaya agak berkurang rasa sakitnya.

      memang diet yang sudah saya jalani agak aneh, bahkan kentang atau roti pun bukan karbohidrat yang baik.
      saya masih makan nasi, roti, biskuit, kentang, tapi karbohidrat “buruk” itu cuma jadi cemilan saja, jadi porsinya tidak banyak, bahkan tidak dimakan setiap hari.

      lambung saya malah baik2 saja, yang jadi masalah karena sampai saat ini saya masih suka minum minuman yang manis2, padahal harusnya sudah tidak boleh lagi.
      kalau mau cari tahu infonya lebih detail tentang pola makan sehat dan self-healing, coba disearch di google tentang dokter “tan shot yen” , dia juga sudah menulis beberapa buku tentang ini, harusnya gampang dicari ditoko2 buku.

      beberapa saran dari teman2 sebelum ini pun boleh dicoba juga, karena pengobatan herbal jadi saya rasa tidak ada efek sampingnya,
      mudah2an mbak welma bisa sembuh dan beraktifitas seperti biasa kembali,
      salam :)

      • welma August 2, 2013 at 6:59 am #

        Oohh begitu, baik mba, nnti coba saya googling. Sekarang sih udh g ngilu sih tinggal kembungnya doank sih yang masih terus2an, sama tiap malem panas badan tinggi, tp senin nnt mw konsul lg jd nnt cb saya tanyakan jg.

        Terima kasih banyak ya mba :)

    • Sulman January 28, 2014 at 2:50 pm #

      Saya baru 11 hari pasca op pengangkatan kantung empedu. klo rasa nyeri pasca operasi pasti masih ada. Saat baru selesai operasi masuk ruang perawatan/SAL dan langsung minum peptisol perut saya langsung menolak cairan keluar melalui slang NGT dan muntah. walaupun sempat muntah 1 kali. saya tetap minum sedikit demi sedikit. perutpun akhirnya menerima. berjalan sampai 2 hari. hari ketiga saya sudah makan bubur sumsum, hari ke4 nasi tim, hari ke5 sudah makan nasi. Saya sangat menikmati apa yang saya makan. Pastinya rendah lemak semuanya. disertai dengan jus buah,dan jus putih telor. sampai saat inipun masih saya lakukan. Mungkin saya sudah merasa nyaman karena sebelum operasipun saya sdh lakukan diet rendah lemak. Untuk rasa mual dan kembuh sdh tidak begitu saya rasakan. cuma klo rasa nyeri dada sebelah kanan sekarang masih apakah karena masa penyembuhan pasca op. kemarin baru saja kontrol dr. masih memberikan obat pereda nyeri.
      untuk soal menu sehari-hari : pagi saya masih tetap makan nasi, tempe tahu dimasakan dengan minyak zaitun. sayurnya kadang tumis, sayur bening. tidak lupa buahnya. demikianpun untuk siang dan sore. cuma dibuat variasi saja. khusus sayur saya hindari yang banyak mengandung gas : kol, sawi, cesim dll. untuk buah yang saya hindari nanas, durian (kebetulan tdk doyan), nangka , dan buah yang asam. Untuk daging masih tetap konsumsi cuma dalam jumlah kecil lebih kenderung saya ke ikan air tawar tidak digoreng. untuk makanan pedas saya hindari juga. untuk bersantan saat ini blm, walaupun dr. mengijinkan. Dengan pola makan yang saat ini pencernaan berjalan dengan baik. semoga saja tambah hari tambah bisa beradaptasi dengan tanpa kantung empedu. Yang jelas harus tetap semangat, berdoa agar tidak timbul batu lagi. GBU

  32. arhsa August 1, 2013 at 4:33 am #

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    saya berdoa untuk semua yang sedang diuji Allah dengan penyakit ini untuk segera mendapat kesembuhan dan kesabaran. sehat adalah ujian dan sakit juga ujian, selalu bersabar dalam keduanya adalah solusi yang bisa kita jalani disamping ikhtiar.

    untuk yang sehat, marilah menjaga pola makan dan pola hidup, untuk yang masih sakit silahkan ikuti petunjuk dokter dan mengikuti pengalaman sahabat lain yang pernah mengalaminya.

    salam untuk semua

  33. lulu makaluas August 7, 2013 at 8:51 am #

    Hii, mba sy salah satu penderita yang sedang bawa batu di kantong empedu besar masanya 16,5×5,8 mm sebanyak 1 buah (hasil USG 29 Juli’13) yang dari tahun lalu (Okt-sy dirawat di RS) hasil USG ada 5 batu dg besar masanya 1 cm tiap batu. Menurut dokter batu yang sekarang sdh besar dan hampir menutupi kantong empedu karena itu sudah dapat surat pengantar untuk segera dilaparoskopi. Karena saya takut, saya belum beri jawab ke dokter sekalipun surat pengantar sudah ada di tangan. Langkah yang saya ambil adalah berupaya diet dan sudah seminggu ini hanya dengan mengkonsumsi ikan dan sayuran yang direbus, dikukus, atau dibakar tanpa menggunakan minyak..semoga bisa sembuh. Mba’, obat herbal pusaka ambon itu terdiri dari bahan” apa saja ..siapa tau ada di sekitar rumah coz sy di Manado. Tx ya Mba atas bantuannya. Mat Hari raya Idulfitri.

    • susandevy August 7, 2013 at 4:07 pm #

      hai mbak lulu,
      waduh kelihatannya batu empedunya sudah cukup parah ya ? saya bisa membayangkan gimana sakitnya kalau lagi kambuh, dan pastinya mengganggu aktifitas mbak lulu.
      seperti yang sudah mbak lulu baca dari posting ini juga komen2 dari teman2 penderita batu empedu lainnya, tentunya tidak disarankan untuk dioperasi, namun jika mbak lulu meminta saran dari dokter internis manapun maka PASTI jawabannya harus dioperasi.

      jadi saran saya sama juga seperti saran untuk teman2 lainnya ; kalau bisa jangan sampai dioperasi karena nantinya mbak lulu akan banyak mengalami masalah pencernaan, dan dokter tidak bisa menyembuhkan gangguan pencernaan yang diakibatkan oleh hilangnya kantung empedu itu,

      namun kalau mbak lulu sudah dalam kondisi yang kronis sekali, dan tidak ada jalan lain, maka tentunya jalan operasi harus ditempuh.

      kalau kandungan obat herbal pusaka ambon saya kurang tahu komposisinya, kelihatannya sudah jadi ramuan turun-temurun oleh keluarga yang menjalankan bisnis itu, oh ya sebetulnya Pusaka Ambon itu lebih dikenal dengan obat herbal untuk penghilang batu ginjal.

      demikian saja saran dari saya,
      semoga cepat sembuh ya
      selamat hari raya :)

      • Pontas Harahap August 13, 2013 at 3:17 pm #

        Hai mbak Susandevy,Salam Kenal ya.Saya PonTas 29 tahun.2 bulan yang lalu saya sudah pernah di USG dan hasilnya terlihat ada 4 batu empedu sebesr 1 cm.Dokter menyarankan untuk segera dioperasi tetapi setelah saya membaca blog ini saya berniat membatalkan proses operasi Batu Empedu saya dimana 3 hari lagi saya harus menjalani operasi tersebut dengan metode Laparaskopi.

        Sudah 1 minggu saya tidak mengkonsumsi makanan berlemak seperti daging ataupun yang bersantan dan alhamdullilah saya tidak merasakan sakit ataupun nyeri pada perut saya.

        Menurut Mba Susan,apakah tindakan saya sudah tepat untuk membatalkan operasi kantung Empedu?

        Saya juga rencananya akan mencoba obat Pusaka Ambon seperti Mba ceritakan

        Terima Kasih

      • susandevy August 14, 2013 at 3:43 pm #

        terima kasih bang Pontas atas postingnya di kolom ini :)
        saya salut atas keputusan bang Pontas untuk memilih tidak menjalani operasi pengangkatan kantung empedu, dan tentunya sekarang yang terpenting adalah untuk menjalani perubahan dalam pola makan sehari2 untuk menghilangkan batu empedunya,

        seperti yang sudah anda ketahui bahwa saya pernah mencoba obat herbal pusaka ambon dan terbukti bisa menghilangkan batu empedu tersebut, namun tentunya perlu diingat bahwa setelah itu batu empedu itu kembali terbentuk dan saya akhirnya menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.

        kalau saja saya mengetahui bahwa akhirnya keputusan itu adalah salah, tentunya saya tidak akan menjalani operasi tersebut, oleh karena itu saya membuat artikel ini dengan tujuan untuk saling berbagi pengalaman dengan sesama penderita batu empedu, baik yang sudah diangkat kantung empedunya maupun yang belum.

        bagaimanapun yang harus diingat bahwa obat2 herbal – apapun itu, tidak seketika menghilangkan masalah, tentunya perlu proses dan waktu, saya harap bang Pohan bisa bersabar dan mudah2an mendapat dukungan dari keluarga juga.

        sekian saja dari saya,
        semoga cepat sembuh dan semakin sehat :)

  34. Pirul :* (@safiranrmdhn) August 15, 2013 at 12:45 pm #

    Terima kasih atas semua info2nya…skrg sy jg lg galau dg batu empedu sy sebesar 2cm..ttp dokter internis sy blm menyarankan utk operasi & masih dicoba dg obat spy mengecil… ttp akhir2 ini sering kambuh shg sy ingin segera dioprasi sj… ttp stl membaca pengalaman dr tmn2 sy menjadi ragu… sy ingin mencoba yg herbal sj dulu…

  35. Vina August 21, 2013 at 7:50 am #

    Mbak, mau nanya Ўåª˘¨,sesakit apa dan sesering apa kambuh sakit perutnya wkt itu sampai mbak Devy memutuskan untuk operasi? Terus pertanyaan ke-2nya, kalo lagi sakiiiit sekali perut smp k punggung, mbak Devy minum obat apa? Pertanyaan ke-3nya, kalo seandainya saya memutuskan untuk tidak operasi, langkah apa saja yang harus saya lakukan agar tidak sering kambuh sakit perut bagian atas dan sakit punggungnya?dan kalo saya melakukan olahraga atau diet makanan d atas, apa bs memperkecil ukuran batu empedunya?
    ✽.мäķäsîн.✽ γ̥
    α̇̇̇̊
    α̣̣̥
    ɑ̣̣̝̇̇
    …(•͡.̮ •͡ )
    mbak Devy, maaff kl pertanyaannya banyak dan sudah lama ðařį sejak ditulisnya postingan ini..

    • susandevy August 21, 2013 at 9:44 am #

      terima kasih mbak vina atas pertanyaannya :)

      yang pertama, sesakit apa ? sakitnya luar biasa, sampai saya harus digotong ke ugd, perut saya jadi kembung, kulit wajah menguning, saya muntah2 terus, pokoknya betul2 menyiksa sekali :)

      kedua, kalau sedang kambuh parah sekali, saya dibawa ke ugd, disitu saya diinfus dan diberi obat penghilang rasa sakit, tapi tidak sampai dirawat, intinya kalau sedang kambuh dokter hampir tidak bisa berbuat banyak kecuali meringankan rasa sakitnya.

      ketiga, jika mbak vina memutuskan untuk tidak mengambil langkah operasi pengangkatan batu empedu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya dan juga dari pengalaman teman2 lainnya, tentunya mbak vina harus bersabar dan berkomitmen untuk memulai pola makan yang seimbang, dan rutin menggunakan obat2 herbal,
      saat ini saya sedang detox cleaning dengan memakan apel (4-5 buah/hari) sambil tetap makan makanan biasa juga, selama seminggu ini untuk mengurangi penimbunan cairan empedu di saluran empedu saya,
      karena walaupun saya sudah tidak punya kantung empedu lagi, batu empedu masih bisa terbentuk pada salurannya :(

      demikian, semoga bisa membantu,
      semoga mbak vina bisa kembali sehat :)

  36. adhe August 28, 2013 at 5:06 am #

    Salam utk mba Susan dan rekan2 lainnya. Saya pria 37 tahun. Maaf masih awam, saya masih bingung dengan definisi kolik? Selama ini saya mengalami gangguan nyeri ulu hati bahkan terasa sesak. Utk sakit perut sampai mual selama ini belum mengalaminya. Tapi pernah pas (serasa) asam lambung naik saluran pencernaan menjadi panas dan ulu hati serasa sesak, saya ke ugd diberi injeksi dan obat penurun asam lambung sudah mendingan. Tapi rassa nyeri di ulu hati kadang kala muncul.

    Utk periksa ke dokter sebaiknya ke dokter spesialis dalam apa ya mba? Saat ini saya memang sebulan kontrol darah dan air seni utk cek kolestrol dan ginjal karena tensi saya kadang2 naik. Setiap ditanya ke dokter saya (spesialis penyaklit dalam ginjal dan hipertensi di RS Cikini) apa perlu tes endoskopi selalu dijawab jaga saja pola makan. Jawaban yg tidak memuaskan. Utk saat ini saya berencana ke dokjter spesialis penyakit dalam pencernaan (utk endoskopi) tapi setelah membaca blog ini saya jadi ragu.

    pertanyaan saya apakah gejala nyeri di ulu hati dan sering bersendawa sudah masuk ke radang ermpedu? Utk yg lainnya seperti sakit perut dan mual sepertinya belum ada.

    Terima kasih

    • susandevy August 28, 2013 at 11:20 am #

      salam juga pak adhe,

      dari yang dulu pernah saya rasakan memang gejala peradangn batu empedu sama dengan peradangan lambung, oleh karena itu gejalan batu empedu terlambat ditangani karena sering SALAH disangka sebagai peradangan lambung,

      untuk mengetahuinya apa ada batu empedu dalam kantung empedu anda, cukup dengan USG saja, bukan endoskopi,
      kalau untuk mengetahui peradangan di lambung memang dengan endoskopi.

      beda peradangan lambung dengan peradangan batu empedu adalah anda merasakan nyeri di punggung sebelah kanan anda (pada posisi kantung empedu) tentunya nyeri itu muncul saat peradangan saja,

      mungkin ada baiknya anda mencari rujukan dari dokter lain, karena belum tentu nyeri yang anda rasakan itu dari peradangan lambung,
      demikian saran saya, semoga cepat sembuh

      • adhe August 29, 2013 at 4:14 am #

        terima kasih mba atas replynya.

        Kalau nyeri di uluhati sedang kambuh, rasanya seperti ditonjok2 gitu jadi seperti sesak. Kalo sampai nyeri di belakang punggung sepertinya belum, tapi terima kasih untuk sarannya, sepertinya saya musti usg ya utk memastikannya. Ga kepikiran kalo ada ada batu empedu hingga harus diangkat (standar di semua rujukan doker), apalagi setelah baca artikel di atas yang memberi saran untuk tidak mengangkat kantung empedu itu.

        wassalam

  37. lies September 5, 2013 at 10:53 am #

    Ijin share ya..

  38. adhe September 6, 2013 at 8:08 am #

    Salam untuk Mba Susan dan rekan-rekan lainnya. Setelah Senin lalu datang ke dokter internis Gastroenterologi maka saya dirujuk untuk USG whole. Kamis saya usg dan lalu hasilnya dilaporkan ke dokter bersangkutan di hari yang sama. Untuk empedu dikatakan “dinding tak menebal tak tampak batu maupun sludge pada KE”. Artinya kantung empedu saya aman2 saja. Keluhan saya terletak pada “abnomen atas yang tampak udara usus yang cukup prominent.”

    Alhamdulillah, selama ini rasa nyeri hanya akibat usus yang penuh dengan gas, jadi selama ini saya salah perkiraan, ulu hati ini harusnya di atas perut kanan dan rasa nyeri saya adanya di atas perut bagian tengah dan menekan saluran nafas makanya suka sesak.

    Tetap jaga kesehatan dengan berolahraga dan menjaga diet makanan sehat.

    wassalam

    • susandevy September 7, 2013 at 3:59 pm #

      alhamdulilah ternyata positif bukan batu empedu ya,
      tapi perlu dicari sebab kenapa bisa ada gas dalam ususnya, mungkin bisa dikonsultasikan dengan dokter internis mengenai hal ini,
      semoga tetap sehat

      • Rudy March 12, 2014 at 9:10 am #

        Mba susan saya mau bertanya
        Kantung empedu saya sudah d operasi dan saya jaga makan
        Tp skrg badan saya jd tambah kurus dan saya mkn agak banyak tetep susah gemuk mba?
        Dan saya sampai skrg bab terus
        Mba susan bikin group d fb biar kita semua bisa saling share
        Thx

      • susandevy March 12, 2014 at 12:33 pm #

        Pak Rudy,
        terima kasih sebelumnya sudah komen disini, sebagai orang yang sudah tidak punya kantung empedu lagi, saya tidak mengerti kenapa anda bisa tambah kurus, mungkin ada gangguan pencernaan lainnya ? apa sudah ditanyakan kepada dokter internis sebelumnya ?
        untuk sharing, kami sudah punya grup di whatsapp, moderatornya pak william, nomer telfonnya 0821 2219 0010 , kalau ingin bergabung tolong jangan dispam nomor pak william ini.
        demikian semoga lekas sembuh dan sehat terus

  39. Erna Lussiya September 9, 2013 at 6:36 am #

    rekan-rekan yang budiman, 3 bulan lalu saya divonis mengalami batu empedu multipel dengan Urania terbesar 11 mm, keluhan sendiri kadang2 saya rasakan dan cukup mengganggu, dengan resiko yang akan dihadapi pasca operasi sampai saat ini saya masih menunda untuk operasi, apa yang sebaiknya saya lakukan, seperti buah simalakama, kalau tidah dioperasi khawatir pecah dan menjadi bahaya, tapi jika dioperasi faktor resiko juga tidak hilang malah sepertinya timbul masalah baru…mohon saran, apa yang sebaiknya saya lakukan, saya sudah pernah terapi apel, dan keluar seperti *maaf jelly berwarna hijau, tapi setelah itu saya masih merasakan nyeri, jika dilang jarang berapa lamakan garam inggris aman untuk diulang? Mohon Sarannya

    • susandevy September 9, 2013 at 10:35 pm #

      mbak erna,
      seperti yang sudah mbak erna baca dari komen2 teman2 lainnya disini, memang belum ada metode yang paling efektif untuk menghilangkan batu empedu secara cepat dan efisien,
      bagaimanapun pilihan dioperasi atau tidak itu semua ada pada keputusan mbak erna,
      pilihan operasi memang menghilangkan rasa sakit dari peradangan namun akan menimbulkan masalah baru lainnya, sedangkan jika tidak dioperasi maka mbak erna harus sabar mencoba beberapa terapi yang memerlukan waktu untuk menyembuhkannya,
      demikian, semoga cepat sembuh

  40. linna September 10, 2013 at 8:30 pm #

    Mbak. Anak saya wkt umur sethn udah di operasi empedu nya di angkat.. Skrg umur nya udah 2 setengah thn, dia srg mengalami keluhan skt prt.. Cm kl anak2 kita ngak ngerti apa yg dia mau.. Cm bs bil skt prt aja. Jd akhr2 nih dia demam. Abis dr demam skt prt ampe skrg udah 4 to 5 hr , mau nny mbak gmn bgs nya yah mbak.. ? Ntar maen2 bntr tb2 nangis ktnya nya skt prt.. Aku bingung arus gmn.

    • susandevy September 11, 2013 at 3:28 am #

      astagfirulloh, saya sangat terkejut karena anak bu linna diusia yang sangat dini harus mengalami hal seperti ini, innalillahi….semoga ibu linna diberi kesabaran :(

      saya kurang paham bagaimana tindakan yang paling efektif untuk anak seusianya,mengingat diusia sedini itu masih perlu asupan makanan yang bergizi untuk perkembangan fisiknya, tapi memang harus dijaga sekali pola makannya, terutama makanan yang sudah jelas tidak bermanfaat seperti makanan junk food, yang mengandung pengawet dan pewarna, dll.

      untuk suplemen yang bisa membantu pencernaannya, mungkin bisa dicoba dengan probiotik untuk menjaga kadar enzim baik dalam perutnya, supaya tidak sakit perut lagi, mengenai probiotik yang bagus mungkin bisa ditanyakan ke dokter anak.

      demikian, semoga anak anda cepat sembuh dan selalu sehat :)

  41. Murniyati September 12, 2013 at 12:31 am #

    salam kenal mb.susan..
    mau share pengalaman y mb….
    suami sy saat ini mnjalani masa pemulihan pasca operasi. stlh seminggu yg lalu diangkat kantung empedunya. awalnya direncanakan dg laparoskopi, tp krn kondisi yg complicated, ( kena hepatitis A juga),, akhirnya dibedah dg laparotomi.
    batu empedu suami saat terdeteksi melalui usg berukuran 5mm, tp berjmlh sangat banyk, hingga memenuhi kantung empedunya.
    slm beberapa hari mengalami kuning, bilirubin total diatas 10. stlh dianalisa kemungkinan ada bbrp batu yg “lepas” dan menyumbat saluran empedu. akhirnya dilakukan MRCP.
    hasil MRCP memang tnyt ada sumbatan, kmudian selang sehari dilakukan laparotomi, krn batu yg lepas trsbut harus dieksplor dmn letak sumbatannya.
    oya, sy jg tdk mlht batu2 tsb stlh dilakukan opr,, cm ditunjukkan kantung empedu yg meradang (wrn agak pink) dan penuh lumpur,, ktny sh mau diteliti di patologi.
    saat ini msh dlm proses pemulihan, krn memang butuh wktu yg lbh lama.
    sy br menyadari, ke depan akan menghadapi masa2 “sulit” dg kondisi suami yg tanpa kntung empedu.
    trutama utk konsumsi makanan shari2, dan aktivitas suami yg lbh bnyk mengharuskn bkrja di lapangan.
    Mohon doa smg kami bs melalui dg baik, dan sgera pulih kondisinya,, amin

    • susandevy September 12, 2013 at 3:44 am #

      salam kenal bu Murniyati,

      saya turut prihatin dengan kondisi suami ibu, saat ini karena sudah mengambil keputusan untuk dioperasi dan sudah dilakukan, maka baiknya memang ibu dan keluarga fokus pada bagaimana menjaga kondisi kesehatan suami anda,
      memang tindakan pengangkatan kantung empedu adalah tindakan yang kurang tepat tapi dokter sampai saat ini memang tidak memberikan alternatif lain kecuali ini (tanya ke dokter manapun pasti jawabannya sama).
      orang tanpa kantung empedu tetap bisa beraktifitas secara normal, asal menjaga pola makan, berolahraga rutin yang sesuai stamina, juga rajin detox liver (saya pakai cara makan buah apel 4-5biji/hari selama seminggu).
      setidaknya suami anda beruntung masih ada anda sebagai istrinya yang masih sehat dan peduli pada kondisinya,
      jadi anda bisa memberikan dukungan pada suami supaya tetap semangat untuk menjaga kesehatannya.
      demikian, semoga suami anda senantiasa dalam keadaan sehat walafiat.

  42. Murniyati September 12, 2013 at 12:41 am #

    waduhhh…. semakin searchin’ bnyk info, kykny smkin dbikin bingung,,, )-;
    coba baca hsl searchin’ yg ini nih…
    Jangan Pernah Membuang Atau Mengoperasi Kantong Empedu
    REP | 31 March 2012 | 07:21 Dibaca: 6825 Komentar: 81 6
    1333179138979546392Tadinya artikel ini saya akan muat beberapa minggu lalu, namun Ibu Negara tiba2 sakit batu empedu dan ahirnya dioperasi dan kantong empedunya dibuang. Ahirnya saya urungkan niat memuat artikel ini, walaupun menurut orang lain waktunya sangat tepat, mumpung jadi topik di Koran. Masalahnya saya ndak mau nebeng popularitas, karena untuk saya kantong empedu si Tohir dikampung Krukut sama pentingnya dengan Ibu Negara kita, jadi kapanpun artikel ini saya muat, tidak ada bedanya.

    Kelihatannya standar pengobatan untuk batu empedu yang kronis bagi ilmu kesehatan sekarang adalah dengan mengoperasi, membuang kantong empedu yang bermasalah. Apakah cara ini benar atau salah? Inilah yang kita ingin ulas dalam artikel ini.

    Cairan Empedu itu sendiri diproduksi oleh Liver [hati] dan digunakan untuk memroses makanan, lemak dan nutrisi lainnya. Cairan empedu ini diproduksi secara kontinu oleh Liver dan bila anda makan maka cairan empedu akan masuk kedalam usus untuk dipakai disana dan bila sedang tidak diperlukan atau bila ada kelebihan supply maka akan disimpan didalam kantong empedu. Yang sangat perlu dimengerti disini adalah bahwa cairan empedu itu bukan diproduksi oleh [kantong] empedu. Empedu [kantong empedu] hanya merupakan kantong penyimpanan cairan empedu, jadi bukan pabriknya. Ini kesalahan utama yang masih banyak tidak dimengerti oleh praktisi kesehatan sekalipun.

    Lalu mengapa terjadi batu empedu? Ini terjadi karena kualitas empedu yang dihasilkan oleh Liver tidak baik, sehingga dalam waktu lama akan terjadi pengendapan di kantong empedu dan membentuk batu empedu. Jadi kembali lagi ditegaskan bahwa yang salah bukan kantong empedunya, tetapi livernya.

    Bila demikian adanya, mengapa kantong empedu anda perlu dioperasi? Ini tidak menyelesaikan masalah, karena sebenarnya Liver anda yang bermasalah. Ini sama saja dengan bila mobil anda rusak karena oli atau bensin anda ternyata bercampur air dan akhirnya mobil itu anda buang!! Lho, yang bermasalah adalah olinya atau bensin nya, mengapa mobilnya anda buang? Itu pekerjaan tolol dan dungu. Tindakan ini hanya memperbaiki simptomnya saja tanpa memperbaiki masalah sesungguhnya [liver].

    Dokter anda akan mengatakan bahwa [kantong] empedu anda perlu dibuang karena bila tidak ia akan menghasilkan batu empedu terus dan ini sangat berbahaya.. bla..bla..bla. Lho.. Bung, bila kantong empedu dibuang, cairan empedu ini tetap saja akan memroduksi batu empedu, namun tempatnya tidak di kantong empedu, tetapi pada jaringan liver dan itu lebih berbahaya lagi.

    Apakah ada akibat lain dari pembuangan kantong empedu ini? Sangat banyak dan inilah alasan agar tidak pernah membuang kantong empedu. Pertama, seperti dikatakan diatas, batu empedu sekarang akan terbentuk pada jaringan liver dan ini sangat berbahaya. Selanjutnya system pencernaan anda akan sangat terganggu karena badan tidak dapat menyimpan cairan empedu lagi dan akhirnya anda kekurangan zat [empedu] yang dibutuhkan untuk memroses makanan yang anda makan. Ketika kantong empedu anda dibuang, tidak ada lagi tempat menyimpan cairan ini, walaupun liver anda secara terus menerus menghasilkan cairan empedu. Cairan ini akan terbuang langsung ke usus dan mayoritas akan dibuang oleh tubuh. Ini dapat menimbulkan obesitas, gangguan jantung, liver dan metabolisme tubuh secara keseluruhan. Dokter anda mungkin akan memberi saran untuk tidak memakan terlalu banyak lemak [karena cairan empedu anda sedikit dan lemak tidak dapat diproses dengan baik]. Jangan lupa bahwa jumlah lemak yang baik itu lebih banyak dari yang jahat [jenuh] dan akhirnya anda kekurangan lemak. Itu bukan berarti anda akan menjadi kurus, tetapi seluruh metabolisme yang menggunakan lemak, termasuk cholesterol untuk kerja otak anda akan berkurang dan anda menjadi tidak sehat.

    Bila demikian, apa yang perlu dilakukan bila anda mendapat penyakit batu empedu?

    Pertama, JANGAN PERNAH MEMBUANG KANTONG EMPEDU. Apapun yang anda lakukan, namun jangan yang satu ini. Kedua, PERBAIKI LIVER anda dengan merubah asupan makan anda. Batu empedu itu terjadi karena anda mengonsumsi makanan2 yang cenderung membentuk endapan pada batu empedu. Ketiga, bila batu empedu ini menimbulkan rasa sakit [kolik] yang menyakitkan, sembuhkan dengan cara lain untuk membuang batu empedunya. Bisa dilakukan dengan enema kopi misalnya, atau dengan cara alternatif lain seperti cuka apel dan garam inggris. Berbagai cara tersedia untuk membuang batu tadi, namun ingat bahwa Liver anda perlu diperbaiki, karena bila tidak, memang batu empedu ini akan terbentuk terus.

    Catatan: Artikel ini adalah salah satu dari sebagaian artikel yang ditulis untuk memberikan informasi kesehatan bagi masyarakat. Informasi dihimpun dari berbagai artikel dan jurnal kesehatan dan informasi sejenis dapat diperoleh pada publikasi lain pada media internet atau media lain. Bila pembaca ingin mendapatkan artikel pendukung atau sejenis dapat menghubungi penulis. Sejumlah topik mungkin dirasakan sangat controversial dan mengganggu kenyamanan praktisi kesehatan maupun Pabrik Farmasi dan untuk hal2 yang perlu diulas dapat dilakukan pada Blog ini secara sehat.

  43. aminah September 30, 2013 at 7:51 am #

    saya br kelust dr rh sakit didiagnosa dokter diempedu saya ada batu kristal.dan diajurkan oprasi.sayatakut oprasi.adakah jala lain selain oprasi.dan kata dokter batu empedu saya sdh 350 apa maksudnya 350 itu.saya tdk nngerti.makasih atas jawabannya ya

    • susandevy October 1, 2013 at 9:02 am #

      saya juga tidak paham apa 350 itu maksudnya ukuran batu empedu atau gimana,
      mbak aminah bisa membaca semua testimoni2 teman2 sebelumnya disini, bagaimanapun tindakan yang akan anda ambil semua tergantung pada keputusan anda,
      kalau semua dokter pasti akan menyarankan untuk operasi

      • uchie October 2, 2013 at 3:06 pm #

        Mba, setelah sakit melulu dan ga kuat aq memutuskan untuk diangkat kantung empedunya bulan juli lalu. Sebelumnya aq konsumsi urdahex buat menghancurkan batu empedunya dan enziplex setiap habis makan cuma kerasa ga ada perubahan. Malah tambah sakit, mana obatnya juga ga murah.
        Setelah dioperasi itu kerasanya enteng, ga ada ganjelan pas duduk. Biasanya klo duduk ada yg mengganjal disekitar ulu hati. Makan juga enak ga kerasa mual sakit ato eneg.
        Cuma skrg di bulan september akhir mulai kerasa pusing,cepet capek,mual,eneg sama perasaan ga nyaman disekitar ulu hati. Kalo udah ga kuat aq minum paracetamol dan obat penghilang sakit.
        Yg bikin bingung itu kenapa ya? Aq musti gimana? Rasanya kok jadi frustasi sesudah dioperasi kok malah ga sembuh2.
        Oh ♧Îγα♧ ♡ kata dokter yg periksa aq katanya ga perlu dijaga makanannya biasa aja. Jadi aq ga pilih2 makannya. Tapi kok jadi kambuh begini. Jfi buat temen2 yg lain, hati2 klo usg karena aq sempet di usg di prodi* tapi dokter yg periksa ga telaten jd kurang diteken so ga keliatan batu empedunya. Sebulan kemudian di usg di rs. Borromeu* keliatan batunya udah banyak dan dokternya telaten dia usg aq sampe setengah jam lebih. Persenti dia periksa dgn teliti sambil lebih ditekan.
        Mba susan, need help tolong jelasin spesifik cara detox hati+pola makannya. Klo ada pin bb aq boleh minta kah? Tq

      • susandevy October 3, 2013 at 6:00 am #

        mbak uchie,
        maaf tapi tolong baca dulu posting2 dari teman2 sebelumnya disini, jadi saya tidak perlu menjelaskan berkali2 bagaimana cara metode detoks hatinya,

        memang butuh kesabaran, kalau rasa sakitnya ya kita semua disini sesama penderita batu empedu merasakan sakitnya yang sama juga, coba baca baik2 deh, bahkan ada anak kecil dan bayi yang menderita hal ini juga, maaf tapi bukan cuma anda saja yang mengalami ini, saya BUKAN DOKTER, jadi salah besar jika anda minta nasihat dari saya, keputusan semua ada pada anda, bukan saya, saya dan kawan2 hanya berbagi pengalaman saja,

        demikian dan terima kasih

  44. vani October 2, 2013 at 2:28 pm #

    trima kasih infonya..
    saya jg sdah diangkat kantung empedunya.. tpi kadang msih sakit kalo masuk angin.. mulai skrg akan lbih hati2 lgy..

  45. desi October 5, 2013 at 2:26 pm #

    makasih artikelnya bermanfaat

  46. Harry October 7, 2013 at 2:38 pm #

    Selamat malam Mba dan rekan-rekan sekalian,

    Sepuluh hari yang lalu, saya bertemu dengan dokter spesialis Gastrointestinal, dan katanya saya mengalami fatty liver, dan diberikan urdahex, lesipar dan enzyplex. Dikatakan juga kantung empedu saya seperti ada kotoran seperti lumpur. Setelah mengkonsumsi obat-obatan tersebut, saya kembali konsul lagi ke dokter tersebut, dan dikatakan liver saya sudah baik, namun seperti nya dinding kantung empedu saya ada penambahan ketebalan sekitar 3 – 6 mm, karena menurutnya normal dari tebal kantung empedu sekitar 1mm, dan katanya penebalan dari kantung empedu tersebut sudah lama terjadi, dan kemungkinan disebabkan oleh radang. Nah, saya disarankan untuk membuang kantung empedu tersebut daripada semakin menebal, karena radang di kantung empedu tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan.

    Dari tulisan2 yang saya baca disini, belum ada yang menyebutkan radang yang menyebabkan penebalan dinding kantung empedu. Apakah ada yang dapat memberikan masukan atau data tambahan mengenai penebalan kantung empedu, dan apakah memang tidak ada pengobatan untuk menormalkan kembali dinding kantung empedu tersebut. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memberikan curahan hati di milis ini. Dan terima kasih sebelumnya apabila ada rekan yang bersedia memberikan masukan kepada saya untuk pengobatan kantung empedu tersebut.

    Salam Hangat

  47. dessy October 14, 2013 at 10:36 am #

    hi mbak salam,
    makasih atas penjelasannya :) saya juga baru diangkat empedunya setelah 4x kena serangan.ini baru seminggu dari waktu operasi.masih terasa mual dan oyong,perasaan masih kembung terus :'(
    kemaren sempat berhasil dengan terapy apel,batu yg di empedu hilang setelah di USG.
    kebetulan saat ini saya tinggal di australia,dokter disini menyarankan empedu saya segera diangkat,padahal batunya sudah tidak ada :'(
    dokternya langsung bilang,suatu saat batu itu akan kembali,krn yg bermasalah empedu saya tidak berfungsi lg.
    sedih,galau,bingung campur aduk,antara mau dan tidak mau untuk di surgery.tapi trauma juga udah 4x kena serangan yg sakitnya luar biasa,melebihi 10x kontraksi melahirkan :'(
    akhirnya pasrah…sekarang saya tidak berempedu lg.
    tapi setelah membaca penjelasan mbak diatas.agak sedikit lega.setidaknya saya dapat ilmu pengetahuan dari pengalaman mbak sendiri ;)

  48. nuryanta utama October 14, 2013 at 10:44 pm #

    Salam silaturohim,

    sekedar sharing
    Saya juga penderita batu empedu dan sudah dilakukan pengangkatan kantong empedu yg waktunya bertepatan dg bu Ani Yudoyono melakukan hal serupa, hanya beliau di RSPAD Gatsu saya di RSCM Kencana.
    Gejalanya mirip sakit maagh bahkan dokter di 3 RS yang berbeda menyatakan maagh asam lambung naik jadi pengobatannya ya dengan obat2an penurun asam lambung… tapi sembuhnya hanya sesaat dan puncaknya sy harus dilarikan ke UGD karena sudah mata kuning dan keskitan yg terus menerus seperti dada ini di tindih batu besar…
    Hal ini sebelumnya beberapa kali terjadi terutama kalau sedang di daerah yg dingin pasti gejala sakit dada bagian atas nyesek muncul, pernah sy berfikir sy kena serangan jantung datang ke dokters sp jantung dari hasil tes termasuk treadmill semua alhamdulillah baik.
    Sakit ini muncul hebat setelah sy perhatikan dalam tiga hari berturut2 sya makan siang dg menu bebek, sering makan kentang goreng…

    Setelah test dasar dilakukan di RS, dan dinyatakan adanya penyumabatan batu empedu yg mengalami impassing. Pada awalnya tindakan dokter stelah MRCP dll dilakukan endoskopi dengan memasukkan kamera melalui mulut dan masuk ke dalam sistem pencernaan, tetaapi proses ini gagal karena alat tdk bisa masuk ke empedu karena sdah membengkak dan telah dicoba dua kali akhirnya prosedur ini dinyatakan gagal… hanya satu hal yg sy tau lambung saya bersih tidak ada luka2, jadi sakit magh diagnosa dokter2 sebelumnya tdk terbukti.
    Akhirnya dilakukan laparascopy, dan waktu normal yg diperlukan skitar 2 jam ternyata saya butuh 6 jam karena kondisi kantong sudah sangat rusak lengket dan perlu membersihkan dalam jangka waktu yang lebih lama..

    Hal yg sy rasakan pasca operasi perut masih sebah, sering diare, sering mulas dan vitalitas jauh menurun sy jadi gampang capek sering ngantuk hebat
    Keluar dari RS dari departemen gizi di bekali aturan utk diet ketat, makan sayur buah lebih banyak, makanan direbus atau dibakar, jatah makan gorengan hanya satu potong itu pun harus dg minyak bunga matahari atau zaitun..
    Selang dua bulan kondisi hal yg berhub dg pencernaan sudah nyaman… hanya masalah badan yg mersa belum bugar masih sering capek..
    Bayangkan utk ukuran jakarta karawang sy harus tidur dua kali di rest area… walaupun hanya 15 menit tapi bikin segar, dan parahnya sering kali di kemacetan jakarta saya ketiduran sambil nyetir dan terbangun setelah kendaraan bersahut2an mengklakson…
    sy berfikir jangan2 sy kurang gizi ya…
    akhirnya kebiasaan diet pelan2 saya langgar….
    setelah skitar 2 bulan sy merasa badan kok bermasalah ya… napas dalam agak nyesek gak bisa lepas.. akhirnya cek darah dan USG abdomen…
    Alhamdulillah hasil teslab darah bagus fungsi hati bagus, hanya dari USG ternyata organ dalam spt hati dkk diliputi lemak jadi menebal dan di USG itu kondisinya mengkilat….
    waduh panik lagi… akhirnya diet lagi… sarapan hanya dg jus buah atau sayur dan buah buahan baru makan siang yg sehat sekali makan malam dg sayur atau buah dan sedikit nasi..

    Berntung sy dipertemukan dg nutrisi HERBAL*** yg berupa jus dg bahan dasar kedelai non purin, karena kandungan yg tertera kata dokter gak masalah dan oke2 saja akhirnya sy konsumsi, sehari 3 kali menggantikan makan pagi dan makan malam…
    alhamdulillah rasa sebah, mual dan rasa gak enak di skitar perut yg sering muncul sdh teratasi, dan energinya luar biasa bedanya, jakarta bandung sy mampir rest area paling utk buang air kecil atau sholat… alhamdulillah sy sudah tdk membutuhkan driver untuk aktifitas sehari2…
    Dan perut buncit saya menyusut berat badan turun 6 kg, Alhamdulilllah.

    Terimakasih mbak susan atas hadirnya blog ini, smoga kita selalu dalam kondisi sehat bisa mendampingi keluarga membimbing anak2 kita sampai dewasa…

    saya sangat terbuka jika ada teman2 ada yg mau share dan komunikasi langsung
    Nuryanta
    08158815774
    PIN 24e7e32b

    • susandevy October 16, 2013 at 2:38 am #

      terima kasih banyak mbak Nuryanta atas sharing-nya disini,
      semoga mbak Nuryanta senantias dalam kondisi yang sehat dan bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan lancar :)

      • William K October 20, 2013 at 11:18 am #

        Selamat malam dan salam hangat untuk semuanya,,,
        Saya sudah baca artikelnya, dan ini sangat berguna sekali untuk saya, walaupun yang mengalami pengangkatan batu empedu adalah istri saya.
        Saya sangat berterima kasih kepada Sis Susan Devy atas sharenya…

        Saya mohon ijin kepada mbak susan sebelumnya, dan mohon ijinnya untuk group whatsapp.
        Buat teman2 yang sudah diangkat kantung empedunya saya ingin membuat whatsapp group agar lebih mudah untuk kita bisa sharing di whatsapp.
        Bagi siapapun yang tertarik untuk membuat whatsapp group agar dapat sharing dan saling berbagi mohon contact langsung via whatsapp kenomor saya di: 082122190010 (William)

        Terima kasih sebelumnya…. dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas sharingnya Sis Susan Devy dan kawan2 yang sudah mau share.

      • susandevy October 20, 2013 at 12:17 pm #

        terima kasih banyak bung William untuk sharing dan masukannya,
        buat teman2 yang ingin bergabung, silakan masuk ke grup whatsapp tersebut,
        disitu kita bisa saling berbagi informasi lebih banyak lagi.

        semoga istri bung William cepat sembuh dan bisa beraktifitas secara normal :)

  49. dina October 19, 2013 at 12:36 pm #

    bgm cara pengobatan herbal yang anda pakai untuk menghilangkan batu empedu.dlm cerita diatas anda mengatakan sempat berobat herbal dan batu empedunya berhasik hilang.thx

    • susandevy October 20, 2013 at 12:19 pm #

      mbak dina,
      saya dulu pakai Pusaka Ambon, coba ditelusuri dikomen2 sebelumnya, sudah saya tuliskan alamat dan nomer telfon Pusaka Ambon,
      tapi tentu saja pengobatan herbal tidak secepat pengobatan medis ya,
      tentu saja perlu waktu dan ketekunan untuk menjalaninya.

  50. William K October 20, 2013 at 11:21 am #

    Selamat malam dan salam hangat untuk semuanya,,,
    Saya sudah baca artikelnya, dan ini sangat berguna sekali untuk saya, walaupun yang mengalami pengangkatan batu empedu adalah istri saya.
    Saya sangat berterima kasih kepada Sis Susan Devy atas sharenya…

    Saya mohon ijin kepada mbak susan sebelumnya, dan mohon ijinnya untuk group whatsapp.
    Buat teman2 yang sudah diangkat kantung empedunya saya ingin membuat whatsapp group agar lebih mudah untuk kita bisa sharing di whatsapp.
    Bagi siapapun yang tertarik untuk membuat whatsapp group agar dapat sharing dan saling berbagi mohon contact langsung via whatsapp kenomor saya di: 082122190010 (William)

    Terima kasih sebelumnya…. dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas sharingnya Sis Susan Devy dan kawan2 yang sudah mau share.

  51. nenden October 21, 2013 at 10:15 am #

    Salam kenal mba susan,
    empedu sy pun sudah diangkat di tahun 2006..setelah operasi, keluhan seperti maag sudah tidak dirasakan lagi.. dan saya belum merasakan cepat letih padahal sy masih suka olahraga jalan kaki sepanjang 2km.. saya salut dengan mba susan yang sudah menjalankan pola hidup sehat, saya pribadi setuju dengan pola hidup sehatnya. Kadang saya suka menjalankan pola food combaning, tp belum rutin..
    yang sampai hari ini saya masih pertanyakan, fungsi empedu yang membuang lemak, fungsinya digantikan oleh siapa?
    Apakah ada yang ramuan herbal (seperti misalnya temulawak diminum tiap hari) yang bisa dikonsumsi, untuk menjaga lagi terjadinya batu empedu atau pembuangan lemak makanan yang seharusnya di buang oleh empedu?

    • susandevy October 21, 2013 at 9:19 pm #

      salam kenal juga nenden,
      fungsi empedu adalah menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati,
      jadi kalau kantung empedu sudah tidak ada, maka cairan empedu akan langsung disalurkan oleh hati menuju ke usus,
      cairan empedu sendiri dibutuhkan oleh pencernaan untuk mengolah lemak, oleh karena itu kantung empedu baru akan mengeksresikan cairan empedu saat diperlukan saja,
      jadi akibat dari tidak adanya kantung empedu, maka cairan empedu akan keluar tidak terkontrol, akibatnya bisa berbeda2 tiap orang, ada yang diare terus-menerus, ada yang sering sembah dan kembung, tapi setahu saya kebanyakan orang yang sudah tidak memiliki kantung empedu pasti sering mengalami kelelahan -tanpa sebab yang jelas.

      ada satu artikel yang pernah saya baca,
      setelah kantung empedu diangkat, bisa timbul batu empedu lagi, batu empedu itu akan menumpuk di saluran empedu -karena kantung empedunya sudah tidak ada lagi,
      jadi menurut saya, mengkonsumsi obat herbal, pola makan sehat, dan menjaga kesehatan, dan jangan beraktifitas yang terlalu berat -semua usaha tersebut penting dilakukan oleh orang yang sudah tidak memiliki kantung empedu lagi.
      demikian, semoga info ini bermanfaat.

  52. lalla October 30, 2013 at 2:41 am #

    Hi mba susandevy,kl blh tau batu empedu mba dl brp ukurannya dan ada brp banyak mba?hasil usg sy kmrn ada 3 batu dan msg2 ukurannya 0,3cm..udh termasuk besar banget ga sih mba?sy mau coba pusaka ambon sperti yg mba infokan.sy udh disuruh oprasi cm sy msh minta wktu utk berpikir lg.kl jujurnya sih krn takut.mgkn mba bs ksh saran utk sy? Thankss a bunch mba sharingnya

    • susandevy October 30, 2013 at 3:43 am #

      salam kenal mbak lalla,

      saya sudah gak ingat berapa ukuran batu empedu saya dulu, tapi yang penting selama batu empedu itu tidak menimbulkan peradangan maka tidak perlu dioperasi,
      kalau untuk info dan alamat pusaka ambon, bisa dilihat dikomen sebelumnya, juga disini banyak masukan2 yang sangat bagus dari teman2 untuk mengobati batu empedu dengan pengobatan herbal.
      kalau mbak lalla baca semua komen2 disini, bisa disimpulkan sebaiknya tidak usah operasi, tapi tentunya semua keputusan ada pada anda.
      demikian, semoga cepat sembuh ya

  53. Riama Sihombing November 29, 2013 at 4:10 pm #

    Mbak Susandevy.. saya mau nanya..
    nenek saya kan umur 64’an (saya lupa tepatnya brpa, tahun kelahirannya saya ga ingt.. hhee) trkena batu empedu dan sudah dioperasi..
    papa saya crta ktanya saat pngangktn batu empedu, pas masukkan selang (ntah apalah itu istilahnya) keluar cairan kuning..ssudah oprasi tsb, cairan kuning itu di teliti di periksa dan ktanya itu mnandakan ada tumor..kata kk tingkat saya yg sedang co-ass klo tumor itu klo cpt ditangani bsa smbuh total..tapi klo sudah berubah jadi tumor ganas/kanker makin susah ditangani.. yg ingin saya tnyakan adakah jalan non oprasi atau non medis dgn kta lain pngobatan alternatif/herbal utk nenek saya??? mengingat biaya scra medis mahal..cpt dibls ya mbak..

    • susandevy November 29, 2013 at 6:20 pm #

      mbak riama,
      maaf kalau mengenai kanker tentunya masalahnya lain dengan batu empedu, karena penanganannya dan pengobatannya tentu beda dengan pasien penderita kantung empedu biasa,
      mengenai apakah pengobatan herbal bisa menyembuhkan, tentunya bagi penderita kanker tidak bisa seperti itu, karena banyak penderita kanker yang beralih ke pengobatan herbal justru memperparah penyakitnya -terutama karena tidak mengikuti prosedur pengobatan yang jelas,
      untuk kontaknya nanti akan saya emailkan,
      demikian semoga nenek lekas sembuh

  54. susanty yosisca December 11, 2013 at 1:29 pm #

    Ass…sangat senang bisa mendapat banyak pelajaran dari teman2 yg sdh share disini…sy jg jd banyak pengetahuan tentang penyakit ini. Terima kasih banyak pula fgn mba susan devi yg sdh membuat blog ini…

  55. iswahyuhdi December 23, 2013 at 12:47 pm #

    Saya baru saja menjalani pengangkatan kantong empedu.sekitar 6 bulan yang silam.

  56. Gideon December 30, 2013 at 1:14 am #

    Ayah saya sudah di ercp tp batu empedu msh blm bs keluar apakah harus ercp ulang atau bedah mohon saran

  57. Roy Hendroko January 13, 2014 at 1:59 am #

    Mbak Susan
    Terima kasih atas blog ini yang amat membantu memberi wawasan. Saya sejak tahun 2001 di diagnose ada batu ginjal, dan tahun 2004 menjadi pasien Prof Saifoellah Noer…. dengan diberi obat aja. Alhamdulillah sampai hari hari ini tidak pernah “kolik”. Tapi bulan-bulan akhir ini SGOT dan SGPT saya naik, badan meriang terus menerus, mudah lelah dan seperti gejala maag, antara lain sendawa terus terus. USG di minggu pertama Januari 2014 menunjukkan jumlah batu bertambah….kecil-kecl tapi banyak. Semua kondisi di empedu dll alhamdulillah masih dalam keadaan baik. Tiga orang dokter telah menyarankan saya untuk operasi laparoskopi. Semula keputusan dokter, dengan mantap akan saya jalani, apalgi beliau-beliau mengatakan mumpung semua kondisi TUBUH masih sehat
    Tetapi setelah saya baca blog ini, saya (umur 63 tahun) jadi ragu.
    Pertanyaan saya….. Anda minum pustaka Ambon, dan ternyata batu keluar…. Tapi karena “tidak menjaga makan” maka batu tumbuh kembali.Tiga tahun setelah minum pustaka Ambon, Anda memutuskan operasi. Kenapa Anda tidak mengulang minum pustaka Ambon lagi ?
    Terima kasih. Allah memberkati

    Salam
    Roy Hendroko

    • susandevy January 13, 2014 at 6:43 am #

      Yth Bapak Roy Hendroko

      terima kasih banyak sebelumnya sudah sudi membaca artikel saya ini,
      intinya saya hanya sharing pengalaman saya dengan penyakit batu empedu ini, kebetulan juga info mengenai penyakit ini masih kurang sekali, dan syukur banyak teman-teman yang senasib dengan saya juga dan ikutan sharing disini juga (bisa dibaca dari komen2 sebelumnya)

      mengenai penyakit batu empedu saya itu, dulu saya pernah didiagnosa sudah mengalami peradangan kantung empedu karena batu empedu yang sudah menumpuk sekitar tahun 1998, lalu saya meminum ramuan herbal pusaka ambon dan berhasil hilang total, namun pada 2002 saya mengalami beberapa kali peradangan dan setelah di-usg batu empedu muncul lagi (lebih banyak dari sebelumnya) saya tanya pada dokter kenapa batu bisa muncul lagi setelah hilang, namun dokter tidak bisa memberikan jawabannya, kemungkinan karena faktor makanan dan kondisi saya yang sering stres pada saat itu jadi pemicu munculnya batu empedu lagi,
      dan akhirnya pada 2003 saya dioperasi pengangkatan kantung empedu.

      Pak Roy,
      semua dokter yang saya tanya pasti menyarankan untuk operasi pengangkatan kantung empedu, namun berdasarkan pengalaman saya yang sudah bertahun-tahun tidak memiliki kantung empedu, saya sering mengalami masalah dengan pencernaan saya dan juga sering kelelahan, dan karena saya tahu bahwa operasi itu BUKAN penyeselaian dari masalah saya namun justru menambah masalah baru, saya selalu menyarankan kepada siapapun yang menderita batu empedu untuk berpikir berkali-kali dahulu sebelum memilih tindakan operasi

      karena saya sudah mengalaminya, dan saya selalu menyarankan kalau bisa batu dihilangkan dulu dengan obat2 herbal dan mengubah pola makan seimbang dan menjaga kesehatan dengan berolahraga.

      saat ini saya setiap 6bulan sekali melakukan detoks “master cleanse” dengan jus lemon/ jeruk nipis, dicampur air kelapa ijo
      (resep aslinya adalah jus lemon dan sirup mapel)
      ada beberapa metode detoks hati dan salah satunya adalah yang saya lakukan itu.
      saya juga sudah pernah mengulang mengkonsumsi pusaka ambon lagi untuk mencegah terbentuknya batu empedu pada saluran empedu saya (jadi ternyata setelah operasi pengangkatan kantung empedu, batu empedu masih bisa terbentuk pada saluran empedunya ! ini info yang tidak banyak diketahui) namun karena tempat tinggal saya jauh dari pusaka ambon jadi saya pilih untuk melakukan detoks master cleanse saja.

      demikian dari saya, semoga info ini bermanfaat,
      jika ada yang masih ingin anda tanyakan silakan reply dari komen ini,
      saya harap anda lekas sembuh dan senantiasa sehat agar bisa beraktifitas dan berkarya lagi :)
      GBU

      • Roy Hendroko January 13, 2014 at 11:23 am #

        Mbak Susan
        Terima kasih banget telah repy dengan cepat. Bolehkah saya menanyakan ukuran/ takaran dari “master cleanse” yakni perbandingan volume dari jus lemon/ jeruk nipis, dan air kelapa ijo.
        Sekadar info bahwa HATUWEX bisa dipesan lewat email/ telpun dll. Mereka sanggup menghantar ke tempat pemesan lewat ekspedisi
        Maturwun. TETAP SEMANGAT

        Salam hormat
        Roy Hendroko

      • susandevy January 14, 2014 at 4:29 am #

        dari resep asli master cleanse untuk takaran satu hari :
        12 sendok makan sirup mapel asli, 12 sendok makan jus lemon murni, 1/2 sendok teh bubuk cayenne pepper (bisa diganti dengan bubuk cabe), 1,5 liter air, semua dicampur.

        tapi saya pakai resep buatan sendiri, karena susah mencari sirup mapel yang murni disini :

        1. air kelapa ijo dari satu butir kelapa ijo dicampur dengan perasan lemon dari satu buah lemon, untuk satu hari saya bisa buat 3-4 porsi

        2. sama seperti resep asli master cleanse tapi sirup mapel diganti dengan madu murni.

        3. air tebu murni dicampur dengan perasan lemon atau jeruk nipis.

        saya sudah melakukan master cleanse pertama kali selama 3 hari dan sekarang saya sudah melakukannya selama seminggu, badan terasa sehat dan segar, bab lancar, selama master cleanse saya tidak merasa kelaparan, dan saya akan melakukan detoks master cleanse ini rutin setiap 6bulan.

        berikut detail cara dan prosedur master cleanse :

        http://calorielab.com/news/2008/07/17/master-cleanse-in-detail/

        http://altmedicine.about.com/od/mastercleansediet/a/mastercleanse1.htm

        demikian, semoga info ini bisa membantu, jika ada yang ingin ditanyakan lagi silakan komen direply ini, semoga Pak Roy bisa semakin sehat !

  58. royhendroko1 January 13, 2014 at 5:13 am #

    Kawan-kawan yang baik
    Saya baru pulang (tanggal 13 Jan 2014 jam 12.04) dari Fa Djamoe Pusaka Ambon di Jalan Kramat Raya 63 A Jakarta Pusat. No telp 021-3919532 HP 08159332144. Harga Pusaka Ambon untuk batu empedu adalah Rp 73.000 untuk diminum 8 hari atau Rp 290.000 untuk satu bulan
    Minum kapsul 3 kali sehari. Sekali minum 4 kapsul. Air putih untuk mendorong obat, tidaklah seperti penjelasan email-email terdahulu yakni satu liter per kapsul. Cukup air putih tsb minum secukupnya aja sekadar mendorong kapsul masuk ke tenggorokan. IYA, sudah saya tanya hal ini sampai 3 kali dengan si penjual obat.
    Demikian info

    Salam
    Roy Hendroko

    • susandevy January 13, 2014 at 6:44 am #

      terima kasih banyak infonya, Pak Roy
      semoga info ini bisa banyak membantu teman-teman kita :)

      • Roy Hendroko January 15, 2014 at 1:03 pm #

        Mbak Susan yang baik
        Terima kasih atas resep modefikasi master cleanse. Melapor bahwa sambil menunggu efek dari Hatuwex yang tiga bulanan, yad. saya sedang mencoba resep makan buah apel 5-6 hari sejumlah lk. 5 buah/per hari. Nanti di hari ke-6 dilanjut puasa malam dan minum garam inggris + lemon + olive oil.
        Kata teman-teman khususnya Bung Omri di Kompasiana akan amat bermanfaat.untuk mengeluarkan batu empedu
        Kita saling doa ya. Allah memberkati

        Salam
        Roy Hendroko

      • susandevy January 26, 2014 at 1:20 am #

        terima kasih bapak Roy,
        semoga kondisi kesehatan pak roy semakin baik hingga saat ini,
        terimakasih atas sharingnya disini,
        GBU always

    • damar June 19, 2014 at 11:15 am #

      Malam Pak Roy,

      Saya sudah coba utk menghilangkan batu empedu saya dgn terapi buah apel namun tidak berhasil, sekarang saya ingin menggunakan obat herbal pusako ambon, apakah pak roy telah berhasil menghilangkan batu empedu pak roy dgn obat herbal pusako ambon.

      Jika ya apakah ada efek samping ke ginjal dan perlu brp lama meminumnya.

      Trims pak roy,

      Salam,

      Damar

  59. royhendroko1 January 13, 2014 at 5:18 am #

    Oh ya…kawan-kawan yang baik
    Nama obat batu empedu tersebut adalah Hatuwex. Untuk batu ginjal, namanya Hatu.
    Sedang Pusaka Ambon adalah nama Firma yakni Fa. Djamoe Pusaka Ambon, karena mereka menjual lk 20-an jamu.

  60. royhendroko1 January 13, 2014 at 5:27 am #

    Kawan-kawan yang baik
    Saya baru pulang (13 Januari 2014 jam 12.05) dari Fa. Djamoe Pusaka Ambon. di jalan Kramat Raya No 63A Jakarta Pusat. Telpun 021-3919532. HP 08159332144
    Hatuwex diminum 3 kali sehari, pagi, siang, dan malam. Setiap minum ada 4 kapsul. Harga Rp 73.000 untuk dosis 8 hari atau Rp 290.000 untuk pemakaian satu bulan. Cara minum pakai air putih secukupnya aja, asal masuk ke tenggorokan. Tidak seperti penjelasan email-reply-komentar di atas yang menyatakan satu kapsul harus satu liter air. Saya sudah menanyakan ketentuan air ini sampai tiga kali ke si penjual, agar tidak salah . Kata si penjual air satu liter tsb adalah untuk obat HATU, yakni batu ginjal.
    Demikian info
    Terima kasih

    Salam
    Roy Hendroko

    • Damar June 20, 2014 at 8:16 am #

      Sore Pak Roy,

      Salam kenal.

      Saya Damar, saya pernah coba pakai terapi jus apel utk menghilangkan batu empedu saya namun tidak berhasil.

      Sekarang saya ingin coba pakai Pusaka Ambon, apakah Pak Roy berhasil mengelurkan batu empedunya dgn Pusako Ambon ini dan apakah ada efek sampingnya seperti ke ginjal dsb.

      Jika berhasil hrs brp lama minumnya Pak Roy.

      Mohon informasinya ya Pak Roy, trims.

      Regards,

      Damar

  61. yusi January 14, 2014 at 3:32 pm #

    Salam,

    Wah, blog dan komen2nya benar2 bermanfaat buat saya.
    perkenalkan, saya 28 tahun dan sedang gila2nya sering nyeri. dokter belum menyarankan operasi, dan sayangnya setiap onset saya sudah tidak bisa minum buscopan or obat2an lain yang membuat perut saya makin tidak nyaman.

    alhasil saya hanya memakai tramal via anus setiap nyeri atau ke uGD (yang menyebabkan saya selalu dirawat inap minimal seminggu)
    kebetulan kantor saya di daerah salemba, dan ayah saya pernah mengkonsumsi pusaka ambon untuk batu ginjalnya dan alhamdulillah, ayah saya sehat sekarang.
    mungkin saya akan mengikuti saran mbak susan dan pak ROY untuk mengkonsumsi herbal pusaka ambon itu.

    karena yang saya tau, operasi malah bisa menyebabkan cancer atau penyakit lain…

    buat rekan-rekan yang mau titip, silakan kirim email ke saya : y.rahmaniar@yahoo.com
    trims All

  62. Sulman January 25, 2014 at 9:21 pm #

    Saya juga merupakan penderita batu empedu yang baru saja melakukan operasi 17 Jan 2014 lalu. Sebelumnya sudah mencoba untuk pengobatan herbal dan diet rendah lemak ternyata tidak bisa mengobati akhirnya harus masuk meja operasi juga. Obat yang saya gunakan GallCleanse bagi pendirita lain bisa mengobati ternyata tidak untuk saya. Saya juga melalukan dengan terapi apel. Ternyata pada medio desember saya diserang mual muntah dan otpt dan bilirubin naik. Akhirnya pengobatan ke dr. internis. kondisi mulai normal tapi menjelas sore suhu badan selalu naik dan terasa dingin. 16 januari 2014 melalukan usg ternyata ada peradangan hebat di kantung empedu dan cairan empedu juga keruh waktu itu setelah usg sya tetap ngantor tp menjelang jam 9pagi badan terasa tidak nyaman dan nyeri dada sebelah kanan. akhirnya saya diantar temen ke rumah sakit. saya langsung ke klinik bedah digestif. dan akhirnya sayapun pasrah. waktu itu akan dilakukan laparoscopy tp dr. bilang ini bisa dilakukan jika hasil laborat mendukung. setelah cek darah. ternyata otpt sampai tembus lebih dari 400 demikian juga bilirubin diatas normal. akhirnya 16 sore persipan op. 17 jan 2014 pkl 13.00 masuk kamar operasi. ternyata organ seperti lambung, usus, hati dan empedu sudah lengket dan saling nempel dr. harus memisahkan organ2 tersebut dgn hati2. kantung empedu sudah tak kelihatan dan masuk ke dalam liver/hati. setelah ditemukan ternyata kantung empedu dan hati mengandung nanah hampir 1 gelas. ada batu sebanyak 8, 4 batu seukuran kelereng dan 4lainya setengahnya. dan batunya keras sekali. saya heran setelah sadar dari operasi ibu dan istri saya cerita seperti itu. Kantung empedu dibawa ke prodia untuk dilakukan PA. sekarang masih nunggu hasil sekalian kontrol nanti ke rumah sakit. sebagai informasi kantung empedu tidak diambil seluruhnya karena posisi menempel dengan hati itu. yang membuat saya tambah bingung. diambil hanya sebagian dan sisanya dijahit. sampai saat ini yang saya pikirkan berapa besar kantung empedunya. 5 hari pasca op saya plg dari rumah sakit. efek yang saat ini masih dirasa masih terasa nyeri dibagian dada kanan mungkin ini karena ada luka bekas jahitan di kantung empedu. BAB lembek, dan luka bekas operasi juga mulai gatal semoga efek mau sembuh. Untuk soal makan seperti biasa cuma rendah lemak. untuk minyak saya gunakan minyak zaitun. banyak makan buah. saya juga minum jus putih telor untuk mempercepat penyembuhan luka pasca op. karena prosedur laparoscopy tidak jadi dilakukan sehingga op konvensional dengan dilakukan pembedahan. untuk jus putih telur sehari sekali dengan komposisi 3 telor direbus diambil putihnya saja, pop ice dan air 200cc. Lauk tahu tempe direbus, sayur dan buah adalah yang tidak mengandung gas dan kecut. daging masih boleh yang penting tidak banyak. disarankan untuk rutin cek kolesterol dan trigiserit. demikian cerita saya pasca op pengangkatan batu empedu yang saat ini masih dalam tahap pemulihan.

    • susandevy January 26, 2014 at 1:19 am #

      terima kasih banyak pak Sulman atas sharingnya,

      jadi saat ini bapak masih dalam tahap pemulihan pasca operasi yang tentunya harus sangat menjaga makanan dan tidak boleh beraktifitas terlalu berat.

      kelihatannya masalah peradangan ini sangat serius karena sudah sampai mengakibatkan nanah di bagian hati, mungkin perlu dicek juga fungsi hati apa terpengaruh oleh peradangan kantung empedu ini,
      selanjutnya setelah kondisi pulih, seperti teman2 lain disini, sangat saya sarankan untuk rutin melakukan detoks liver,
      terima kasih banyak dan semoga lekas pulih

      • Sulman January 26, 2014 at 8:14 am #

        Amin. ya semoga saja hasil laborat untuk pemeriksaan PA kantung empedu bagus rencana 27 jan akan kontrol ke rs. klo hasil cek darah pasca op sudah normal untuk fungsi hatinya. untuk soal makan semoga saja bisa menjaga. Untuk detok terima kasih atas sarannya. terima kasih pula atas sharingnya.

  63. Meity January 28, 2014 at 10:13 am #

    Sore semuanya…
    Mau tanya, saya thn 2011 penah divonis batu empedu, tapi karena saat itu saya sedang program punya anak, jadi saya belum menuruti anjuran dokter untuk diangkat. Sampai skrg ini saya jarang sekali kolik. Apakah itu tandanya batu empedu saya masih bisa dikeluarkan tanpa perlu pengangkatan kantong empedunya?

    • susandevy January 28, 2014 at 12:22 pm #

      Dear bu Meity,

      kalau batu empedu tidak menimbulkan peradangan ataupun kolik (mual dan kembung) lebih baik tidak usah dioperasi saja, dan sementara itu anda bisa mencoba menghilangkan batu empedu itu dengan beberapa terapi pengobatan herbal yang sudah dicoba oleh teman2 lainnya disini,

      semoga batu empedu anda bisa hilang, dan yang terpenting anda harus yakin bahwa batu empedu itu bisa hilang sebelum anda hamil !
      selamat mencoba dan semoga sukses

  64. yusi January 29, 2014 at 2:17 am #

    Salam,

    Komen lagi, sudah 2 minggu ini saya memakai herbal pusaka ambon, alhamdulillah, kolik saya tidak kambuh lagi.
    Sebelumnya saya selalu paranoid kalau malam, dan pernah kolik sepanjang hari. Tiga internist tidak menyarankan saya operasi krn saya belum berusia 30th, dan batu saya hanya 1 namun sudah terpecah jd 4 atas reaksi obat.

    Saya juga skrg total diet rendah lemak, no gorengan, no santan, no pedas, mo telur, no penyedap, masih makan daging tanpa lemak. Dan makan oat sebagai makan malam dengan coklat bubuk (bukan susu).

    Awalnya saya sakit luar biasa sampai dokter memberikan saya resep killerpain yang mengandung morfin.

    Saya rasa mba susan betul soal batu yang timbul lagi stlh bertahun-tahun, karena stp orang memang punya batu di empedu, yg membedakan apakah meradang atau tidak.

    Saran saya kita sebaiknya mengatur pola makan scr terus menerus dan rutin memeriksakan diri setelah dinyatakan sembuh, sehingga saat tumbuh batu empedu lagi kita bisa antisipasi dengan obat.
    Trims…

  65. Jayus Karnedi February 26, 2014 at 1:03 pm #

    Makasih banyak atas informasi yang berharga baik dari mbak Susan ataupun dari bapak dan ibu yang lain diblog mbak Susan ini…..

  66. Roy sugiarta March 2, 2014 at 1:20 pm #

    Salam kenal mbak Susan ,
    Malam ini adalah malam ke 2 saya di RS , kondisi istri saya Sudah tenang setelah diberi pereda nyeri dan menunggu berbagai pertimbangan.
    perkenalkan Nama saya Roy , istri sy saat ini berumur 34th dan istri saya 3 bulan yg lalu baru saja melahirkan secara cesar anak pertama kami ,
    1,5bln kemudian timbul rasa nyeri di ulu hati , 2 mgg setelahnya kami melakukan general checkup di lab prod* , alhasil semua normal , hasil checkup menyatakan Cuma Ada sedikit batu empedu di kantungnya! jadi tdk perlu dilakukan tindakan pernyataan si lab tsb.
    Kami merasa semua baik2 saja ,
    Akan tetapi seminggunya penyakit itu muncul lagi di bagian ulu hati, rasanya nyeri mual lalu muntah2 , kami bawa ke dokter umum lalu diberi obat saraf keterangan sidokter rasa nyeri akibat obat bius pasca operasi cesar , 1 mgg berlalu dan rasa nyeri yg malah hebat Dari sebelumnya muncul kembali , akhirnya sy bawa ke ugd lalu rawat inap , setelah di diagnosa usg hasilnya multiple batu empedu Akan tetapi tdk disebutkan ukurannya, lalu dokter menyarankan untuk dilakukan laparoskopi pengangkatan kantung empedu.
    Saya sdh baca seluruh comment diatas, adakah solusi yg terbaik buat kami , jika pengobatan herbal pusaka Ambon sampai berapa lama mengkomsumsinya hingga bisa sembuh total , apakah Harus dikonsumsi selamanya selain menjaga pola makan kita, sampai detik ini saya blm menerima keputusan dokter tsb. Lalu sy menemukan blog ini, mohon pencerahannya,
    Trims banget buat mbak susan , Semoga sehat selalu

    • susandevy March 2, 2014 at 3:43 pm #

      Salam kenal juga pak Roy,
      dan selamat atas kelahiran putra pertamanya, pasti repot sekali ya saat putra masih kecil seperti ini, sementara itu juga istri sedang sakit keras,

      jadi to the point saja, seperti yang bisa pak roy baca dari komen2 teman2 sesama penderita batu empedu disini, memang tindakan yang hanya dianjurkan oleh dokter manapun pasti adalah pengangkatan kantung empedu yang sudah terbukti tidak menyelesaikan permasalahan dari pencernaan itu,
      jadi seperti yang saya sarankan pada teman2 yang lain, agar untuk mencoba dulu pengobatan herbal, bisa dengan pusaka ambon atau yang lainnya, tapi perlu diingat bahwa pengobatan herbal tidak instan dan perlu waktu untuk melihat hasilnya,
      juga dukungan moral dari family sangat diperlukan untuk kesembuhan, untung saja istri anda sudah memiliki suami yang care dengan penderitaannya, hingga pak roy mencari info mengenai penyakit ini sebelum memutuskan untuk mengambil tindakan operasi.

      dulu saya menggunakan pusaka ambon sampai 6bulan hingga batu empedu hilang total, setelah itu harusnya saya menjaga pola makanan – yang sayangnya tidak saya lakukan, hingga batu empedu muncul lagi.
      pusaka ambon itu setahu saya tidak perlu dikonsumsi selamanya, hanya hingga batu empedu hilang saja.
      demikian, semoga info ini cukup membantu,
      semoga istri anda lekas sembuh

  67. Roy sugiarta March 4, 2014 at 10:31 pm #

    Trims banget infonya mba’ susan
    Semoga mba’ susan dan teman2 diatas sehat selalu
    Amin

  68. Dita March 7, 2014 at 2:09 am #

    Hi,
    Sy 29th dan sekitar 8bln yg lalu sdh operasi utk angkat kantung empedu. Sdh sering kolik dan sering masuk ugd sampai opname. 5 dokter internis di jakarta dan singapur 1 suara, angkat kantung empedu. Terakhir sblm sy putuskan operasi saya kena pankreatitis. Sdh cukup parah sehingga sy tdk boleh mkn mnm, hanya infus selama seminggu, setelah itu hanya boleh minum, dan akhirnya coba makan lg.
    Sy berangkat ke singapur lg utk konsul dgn dokter gastro yg sangaat baik. Kata dia sy masih muda, anak sy baru 1 tahun, diet dan detox serta obat butuh waktu yg lama, tdk selalu berhasil. Oke operasi pasti ada efek sampingnya, tp sebanding ga sama penderitaan krn batu empedu sy. Kata dokter tsb, jika pangkreatitis sy berulang, bisa lbh parah ( pangkreatitis sy krn ada batu empedu yg menyumbat) dan saat terulang sy bs shock, dan itu bs menyebabkan kematian. Apa itu resiko yg sy pilih?
    Tentu sy ga mau, sy sedih tiap liat anak du, mamanya sering sakit.
    Dari yg saya baca, semua artikel dlm dan luar, sy sdh paham betul resiko tdk punya kantung empedu. Kalo tdk punya sy akan diare mual lemas dsb dsb…
    Tp jika ttp dipertahankan sy ttp akan berkemungkinan punya simtom yg sama (diare dll) ditambah kolik, ditambah pankreatitis dan resiko kematian krn itu (silahkan googling sndr soal pankreatitis krn batu empedu)
    Jadi sy beranikan diri utk operasi
    Alhamdulillah stlh 8bln tanpa kantung empedu sy merasa jauh lbh ber energi. Diare? Iya kadang2. Mual kembung? Tidak. Lemas? Sama sekali tdk.
    Sy ttp makan gorengan tp tdk tiap hari, sekali makan pun hanya 1. Sy mkn junk food, masakan padang occasionally. Menu makan normal, nasi sayur daging. Selalu makan buah tiap hari.
    Olahraga seminggu 3-4 kali.
    Saya termasuk org yg bersyukur atas pilihan saya mengangkat kantung empedu. Dan banyak sekali org yg berhasil ko, hanya saja kl yg berhasil cenderung ga googling2 dan nulis soal keberhasilannya. Tentunya kebanyakan nya kl yg msh mengalami sakit pasti akan googling dan saling share.
    Kenapa sy nulis disini, krn dr sblm operasi sy sering baca2 disini, dan memang sarannya sangat membantu,
    Tp saran saya, jangan takut angkat kantung empedu. Ga semua ttp mengalami simtomp nya. Buat saya operasi sy justru jalan keluar terbaik utk sy..

  69. eny w March 13, 2014 at 5:14 am #

    terimakasih mbak susan atas tulisannya,………… Share untuk teman-teman……..10 Nopember 2013 saya menjalani operasi pengangkatan kantong empedu setelah berkali kali jatuh sakit dgn gejala nyeri di uluhati dan punggung yg sangat menyiksa, Alhamdulillah setelah operasi tdk ada keluhan yang sebelumnya sangat menyiksa, operasi dengan metoda laparoskopi,yaitu pembedahan kecil di 4 titik kurang lebih 1,5 cm, selama kurleb 3 jam dan batu empedu yang ada dalam kantong berjumlah 270 butir berwarna hitam sebesar butiran merica, subhanallah, ternyata batu itu yg selalu membuat saya meringis kesakitan, hehehe……………dua bulan pasca operasi saya sudah bisa melanjutkan hobby olah raga (aerobic), pola makan yang sehat tetap saya jalankan …untuk share berbagi pengalaman sesama kmntas tanpa kantong empedu, add pin 2804ce16, trims

  70. yusi March 13, 2014 at 2:53 pm #

    Dear teman2,
    Saya mengikuti blog ini sejak lama dan beberaa kali komen.
    Saya sudah memakai pusaka ambon, namun tidak berhasil dan akhirnya saya menyerah. 10 maret 2014 lalu saya dioperasi laparoskopi setelah 3 minggu jungkir balik di rscm.
    Sekarang sedang masa pemulihan. Usia saya 29 dan sudah bertahan sejak 9 bulan lalu untuk tidak operasi. Batu yang dikeluarkan cuma 2, coklat keras sebesar biji kelengkeng, padahal hasil usg adalah 4 kecil2.
    Saya belum tanya ke dokter gizi untuk do or don’t dalam diet saya selanjutnya.
    Karena empedu saya masih diteliti di patologi anatomi. Jujur saya katakan, rasa sakit sudah hilang, dan saya lebih nyaman sekarang. Tinggal atur makan dan gerak tubuh saja. Salam sehat

    • susandevy March 13, 2014 at 3:44 pm #

      dear teman2 yang sudah sudi mampir dan komen,

      seperti yang sudah saya post berulang2 kali, bahwa saya disini hanya sharing saja, namun ada beberapa teman yang menganggap bahwa saya ini seperti dokter super ahli atau dukun yang bisa dengan sekejap menyembuhkan penyakit anda.

      tolong diingat bahwa kita semua SAMA MERASAKAN SAKITNYA, kita semua SAMA MENDERITANYA akibat penyakit ini, jadi jangan mengeluh dan merengek-rengek, karena saya tidak bisa memberikan obat penghilang rasa sakit itu

      juga diingat bahwa apa yang saya tulis dan sarankan disini TIDAK bisa sama hasilnya dengan anda, masing2 orang punya permasalahan pencernaan yang berbeda satu sama lainnya, jadi jika ada yang berhasil menghilangkan batu tanpa operasi, maka belum tentu hal itu bisa juga dengan yang lainnya.

      demikian dan terima kasih

  71. Sulman March 13, 2014 at 7:59 pm #

    sama dgn saya batu ada 8 warna coklat dan keras.4 sktr 17-18mm. 4 sktr 7-8 mm. dan sdh bernanah. KE jg di PA. hasil infeksi. sempat menggunakan herbal pula. tp memang u saya tdk berhasil. dgn kondisi batu yg sdh keras sekali yg disebut batu pigmen bukan batu kolesterol lg. yg disebabkan karena infeksi. tp tdk ada salahnya mencoba herbal dulu.

  72. hesti March 21, 2014 at 2:56 am #

    Mba susan, mau tanya untuk detok liver, apelnya boleh di jus ngga? Trus jenis apelnya bebas ato ada jenis tertentu?

    • susandevy March 21, 2014 at 5:12 pm #

      dear mba hesti,

      ini saya copas dari grup penderita batu empedu kami, ada teman yang sudah berhasil mengeluarkan batu empedu dengan terapi apel :

      beli 7 apel fuji (dianjurkan merek wangshan yang lebih berkualitas)
      selama 6 hari minum jus apel (blender 1 apel + air 500ml)
      diminum 1 jam sebelum makan, selama terapi hindari makanan berlemak dan gorengan

      setelah 6 hari minum jus apel,
      hari ke-7 puasa selama 10jam (mulai dari jam 2 siang)

      hari ke-8 siapkan larutan garam inggris 30gr + 720ml air putih,
      pada jam 6 sore, minum larutan ini sebanyak 180ml, berbaring dengan miring ke kanan selama 1jam.
      jam 8 malam ulangi minum larutan dan berbaring selama 1jam.
      jam 10 malam minum campuran : 125ml minyak zaitun, 125ml air jeruk grapefruit, i siung bawang putih cacah halus.
      setelah minum larutan ini berbaring dengan miring ke kanan, dan jika berhasil makan perut akan terasa mulas dan BAB akan keluar batu empedu.

      besok pagi jam 6, ulangi minum larutan garam inggris,
      jam 8 pagi, ulangi minum larutan minyak zaitun itu,
      jam 10 pagi minum jus apel
      jam 12 siang sudah bisa makan seperti biasa.

      saran saya tetap hindari makanan berlemak, frozen, gorengan, dsb.

      selamat mencoba !

  73. osly rachman April 20, 2014 at 10:26 am #

    Assalamualaikum wrwb
    Alhamdulillah saya menemukan blog ini. Semoga mbak Susan yg membangun blog ini mendapat amal kebajikan dari Allah Swt.. Saya sebagai orang yg baru saja mengalami operasi kantong empedu merasa menemukan teman yg tepat untuk berbagi. Saya (umur >60 th) mengalami rasa sakit ulu hati awal Februari 2014 dan setelah di USG diketahui bahwa dlm kantong empedu sudah banyak batu empedu dan sudah meradang. Setelah dokter melakukan pengobatan radang itu, saya diminta operasi pada 1/4 – 2013. Alhamdulillah… 3 hari setelah operasi saya diperbolehkan pulang dan perawatan luka operasi dilakulan secara rawat jalan 4 kali (dua minggu), dan sekarang lukanya sudah kering. Saya memberanikan diri operasi ini, karena istri saya sendiri sudah mengalaminya 5 tahun yll, teman saya 2 th yll dan ada pula teman2 1 th yll. Mengenai pantangan makanan berlemak yg harus dilakukan oleh orang2 yg sdh mengalami operasi kantong empedu tampaknya tidak terlalu ketat, kecuali beberapa bulan setelah operasi,…. Saya perhatikan teman2 yg sudah operasi kantong empedu beberapa bulan kemudia mereka sudah kembali makan gorengan, rendang padang, gulai ayam, tetapi ini mungkin tidak berlaku umum, tetap harus melalui trial and error….
    Demikian semoga bermanfaat

  74. Kelvin Ong May 30, 2014 at 1:42 pm #

    Sila izinkan kami memperkenalkan diri kami sebagai pakar menyingkir batu karang pundi hempedu. Kami, Agro pluz Biotech Sdn Bhd merupakan sebuah syarikat yang mengkaji produk bioteknologi kami tersendiri. Dengan pengalaman kami di industri makanan dan bioteknologi selama 20 tahun, kami telah mencipta produk buah-buahan semula jadi kami yang terdiri daripada Roselle, minyak zaitun dan bahan-bahan mineral.

    Produk kami yang berjenama DR GETOX khas digunakan untuk membubarkan batu hempedu dan membuang sisa-sisa makanan bertoksin di dalam badan. Kelebihan DR GETOX juga termasuk pengurangan berat badan setelah membuang sisa-sisa makanan bertoksin di dalam badan.

    Dalam masa 12 jam sahaja, batu karang pundi hempedu akan muncul di dalam mangkuk tandas selepas proses penyingkiran bahan-bahan buangan. Pesakit tidak perlu risau lagi pundi hempedu akan dibuang jika mereka terpaksa menjalani pembedahan di hospital.

    Produk kami telah lulus dan berjaya mendapat pengiktirafan antarabangsa. Antaranya termasuk sijil Halal, HACCP dan sijil-sijil bertaraf antarabangsa. Sila hubungi kami dengan emel agropluz@gmail.com / 016 977 5478 (Kelvin) untuk mendapatkan maklumat yang lebih lanjut.

    Sekian, terima kasih.

  75. Damar June 20, 2014 at 8:19 am #

    Sore Pak Roy,

    Salam kenal.

    Saya Damar, saya pernah coba pakai terapi jus apel utk menghilangkan batu empedu saya namun tidak berhasil.

    Sekarang saya ingin coba pakai Pusaka Ambon, apakah Pak Roy berhasil mengeluarkan batu empedunya dgn Pusaka Ambon ini dan apakah ada efek sampingnya seperti ke ginjal dsb.

    Jika berhasil hrs brp lama minumnya Pak Roy.

    Mohon informasinya ya Pak Roy, trims.

    Regards,

    Damar

  76. krisna July 11, 2014 at 1:22 am #

    Rekan-rekan yang sangat saya hormati, saya pria berusia 39 tahun, membaca efek pasca pengangkatan kantung empedu rasanya tergambar dalam diri saya. Pada tahun 2009 saya menjalani operasi pengangkatan kantung empedu yang menghasilkan sekitar k.l. 10 buah batu seukuran kotoran kambing berwarna coklat kehitaman. Karena kantung sudah bengkak maka pengangkatan tidak bisa dengan sistem laparoskopi tapi operasi yang cukup besar di perut sebelah kanan. Semula dokter mengatakan tidak akan berakibat apa-apa pada kesehatan saya setelah operasi. Ternyata…..sampai saat ini saya kadang frustasi…sebab efeknya sangat vital yaitu; sering diare, perut bergas (kembung) dan sangat sulit menahan BAB…akibatnya sangat merepotkan saat “kabuh” ketika sedang ada di perjalanan atau pada saat-saat penting….Saya sudah konsul dokter spesialis dalam / gastro bahkan bergonta ganti karena tidak puas…sampai saat ini belum menemukan solusi selain keluhan saya ditanggapi dengan senyam senyum, diam , angguk-angguk dan dibekali dengan setumpuk obat!. AKhirnya saya memutuskan tidak berobat lagi dan menerima ini sebagai bagian dari takdir hidup saya walaupun senantiasa dibayang-banyangi oleh ketakutan tidak mampu mengendalikan pencernaan ini pada saat-saat penting! Adakah yang bisa membantu saya memberikan informasi dokter yang bisa membantu masalah saya ini (domisili di Bandung Jawa barat).

  77. ss July 28, 2014 at 6:27 am #

    Salam kenal mbak susan
    Sy jg sdh operasi empedu bln maret kemarin, bln ramadhan sy blm bisa berpuasa, bagaimana dgn mbak susan atau rekan2 yg lain apa msh bisa puasa sperti sebelum operasi dulu. Trmksh

    • sapta July 31, 2014 at 8:48 pm #

      Salam mbak susan,
      Sy jg sdh operasi kantung empedu bln maret 2014, bln ramadhan sy blm bisa berpuasa, bagaimana dgn mbak susan atau rekan2 yg lain apa msh bisa puasa seperti sebelum operasi. Trmksh

      • susandevy August 6, 2014 at 2:47 am #

        pak sapta,

        kondisi setiap orang berbeda2, ada yang bisa tetap berpuasa setelah operasi tapi ada juga yang tidak bisa berpuasa setelah operasi,
        untuk yang tidak bisa berpuasa bisa membayar fidyah (denda) dengan alasan kondisi tubuh yang tidak memungkinkan untuk berpuasa.
        jika ingin bertanya pada teman2 yang lain bisa ikut join di grup wasap kami, infonya bisa dibaca dikomen2 sebelumnya.

        terima kasih

  78. sapta August 6, 2014 at 9:13 am #

    Terima kasih mbak atas komen nya.

  79. romi.. August 13, 2014 at 4:32 am #

    Salam kenal mba susan,,

    terimakasih atas info2 dri mba, mas dan adek smuanya. baru k.l 1.5bln yang lalu saya jga operasi pengangkatan kantung empedu. batu empedu saya berukuruan 0.6cm. memang bener y kl konsultasi ke dktr pasti disarankan buat operasi. kl misal sering diare itu berbahaya g ya?hampir setiap hri saya diare,walaupun g mkn yg bermiyak, makan saya stiap hr rebusan atau kukus. tetapi masih sering makan/minum yang manis atau mkn biskuit. stamina saya jg menurun, dikit2 merasa cepet capek. terus saya sering sekali buang air kecil.hampir 15mnt sekali buang air kecil. apakah mba/mas/adek yg ada di blog ini jg sering buang air kcil pasca operasi?

    • susandevy August 13, 2014 at 6:25 am #

      salam kenal, pak romi.

      sering diare sebenarnya tidak baik, saya rasa karena pak romi baru menjalankan operasi pengangkatan batu empedu lebih baik hal ini di konsultasikan kepada dokter internis yang dulu menangani bapak.
      walau sudah tidak makan makanan yang berlemak dan pedas, tapi kalau konsumsi karbohidrat masih tinggi (gula) maka akan memberatkan pencernaan juga, karena karbo yang berlebihan akan diubah oleh hati menjadi lemak, maka secara tidak langsung akan menyebabkan pak romi merasa mual, cepat lemas dan capek.
      mungkin tips2 menjaga kesehatan bisa dilihat dari komen2 sebelumnya, yang penting makan secukupnya, tidak berlebihan.

      demikian semoga bisa membantu

  80. lista utami August 22, 2014 at 12:06 pm #

    Sis,saya sudah tidak mempunyai kantung empedu slm 2 tahun,namun saya msh srg mengalami rasa nyeri dan gejala2 layaknya penderita sakit batu empedu,saya kira setelah kantung empedu diangkat saya sembuh total,setelah membaca artikel ini tyt tidak.
    apakah kemungkinan sy msh menderita sakit batu empedu?batu empedu tsb lalu menempel dmn?bagaimana cara menghilangkan batu empedu nya sdgkan sy sudah tdk ada kantung empedu?sakit yg luar biasa ini bisa dihilangkan dg cara herbal spt apa?
    Terima kasih atas jwbannya

    • susandevy August 22, 2014 at 10:55 pm #

      mba lista,

      seperti yang sudah anda baca disini bahwa menghilangkan batu empedu dengan operasi pengangkatan kantung empedu bukan penyelesaian masalah, tapi karena anda sudah melakukan operasi ini maka baiknya anda menjaga pola makan sehat dan membaca tips2 menjaga kesehatan seperti yang sudah dilakukan oleh teman2 lainnya disini (silakan baca komen2 sebelumnya)

      demikian dan semoga ini bisa membantu

Trackbacks/Pingbacks

  1. Hidup Tanpa Kantung Empedu 2 | Susandevy's Blog - October 14, 2013

    […] dua tahun berlalu dari saya menulis artikel : “Hidup tanpa kantung empedu” dan hampir tiap hari saya menerima respon, baik dari penderita batu empedu maupun yang sudah […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 838 other followers

%d bloggers like this: