Hidup tanpa Kantung Empedu

4 Aug

Pernahkah anda mengalami nyeri dibagian perut bagian atas yang berkepanjangan, mual, diare, kembung, nyeri pada punggung dan merasa keletihan / fatigue? Hati-hati, mungkin anda menderita peradangan kantung empedu.

Kantung Empedu atau Gallbladder adalah organ kecil yang berada dekat dengan hati, fungsinya hanyalah menampung cairan empedu yang dihasilkan oleh hati, cairan empedu ini yang berfungsi untuk mencerna lemak dari makanan. Nah, dalam suatu kondisi yang tidak normal menyebabkan terbentuknya endapan dari cairan empedu yang menjadi Batu Empedu (gallstone) pada Kantung Empedu yang menyebabkan peradangan pada kantung empedu.

Tidak ada yang mengetahui pasti penyebab terbentuknya batu empedu, sebagian mengatakan bahwa diet tinggi kolesterol dan lemak adalah penyebabnya, atau karena gangguan pada fungsi hati. Berbeda dengan Batu Ginjal, jika peradangan akibat batu empedu sudah tidak dapat diobati lagi, maka jalan yang harus ditempuh adalah pengangkatan kantung empedu, bukan hanya batu empedunya saja.

Akibatnya penderita peradangan kantung empedu banyak yang diharuskan mengambil jalan operasi ini, namun apakah masalah dengan pencernaan selesai dengan pengangkatan kantung empedu ? Tidak.

Sekitar 20 juta warga amrik menderita batu empedu dan setengah juta warga amrik mengalami operasi pengangkatan batu empedu setiap tahunnya, dan sebagian dari pasien yang sudah menjalani pengangkatan kantung empedunya kembali lagi dengan keluhan dan masalah pencernaan yang sama. sayangnya kita tidak memiliki data pasien penderita batu empedu di Indonesia , tapi pada tahun 2004, seorang dokter bedah mengatakan pada saya bahwa dalam sebulan dia bisa mengoperasi lebih dari 30 pasien penderita batu empedu.

Kenyataan, pengangkatan kantung empedu tidak menghilangkan masalah pencernaan, tindakan ini hanya menghilangkan masalah nyeri dari peradangan kantung empedu, namun tidak menyelesaikan akar permasalahannya, yaitu Hati atau Liver. Dan akibat dari pengangkatan kantung empedu, kinerja Hati semakin terbebani saat harus mencerna makanan, terutama makanan yang berlemak.

Jadi teori gampangnya begini, Hati membuat cairan empedu, yang harusnya disimpan pada kantung empedu dan baru akan disekresikan saat ada makanan yang masuk ke dalam tubuh, namun ketika kantung empedu tidak ada, maka hati tidak dapat mengontrol cairan empedu yang dihasilkannya.

Jadi kenapa juga saya menulis artikel ini ?

Kalau dihitung, sudah 8 tahun saya hidup tanpa kantung empedu, dan sebelumnya saya sudah banyak mengalami berbagai kejadian akibat “serangan kantung empedu” yang menyebabkan beberapa kali terkapar di ruang UGD. Awalnya seperti gejala sakit mag yang bekepanjangan, akhirnya setelah di-USG baru ketahuan ada batu empedunya, kemudian sempat saya mengikuti pengobatan dengan herbal dan berhasil menghilangkan semua batu empedu ! namun beberapa tahun kemudian batu empedu itu terbentuk lagi, dan akhirnya pada tahun 2004 kantung empedu saya diangkat.

Namun gejala yang sama masih saya rasakan, walau tidak separah dulu lagi, akhirnya setelah melakukan riset kecil2an ( browsing di internet aja sih) barulah saya ketahui bahwa operasi pengangkatan kantung empedu sebetulnya tidak menyelesaikan masalah pencernaan saya, hanya menghilangkan rasa sakit akibat peradangan namun tidak menyembuhkan digestive problems-nya.

Jadi jika anda sudah menjalani pengangkatan kantung empedu, namun masih mengalami masalah pencernaan seperti rasa kembung, mual, sering diare, sakit pada punggung, pusing, letih, kulit mudah lecet, maka mungkin anda masih mempunyai masalah dengan fungsi Hati atau Liver.

Sayangnya tidak ada dokter yang dapat mengetahui hal ini, saya sudah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter internis dan mereka mengatakan bahwa seharusnya saya sudah sehat dan baik2 saja setelah pengangkatan kantung empedu, karena menurut mereka kantung empedu itu tidak memiliki fungsi apapun (bullshit!)

Baiklah sekarang bagaimana harus survive tanpa kantung empedu ?

Ada beberapa poin penting yang saya peroleh dari internet, diantaranya :

  • Harus mengkonsumsi suplemen enzyme seumur hidup ! nah lhooo…..
  • Harus lebih sering melakukan Detox Liver , jika orang normal diwajibkan setahun sekali menjalani detoksifikasi untuk hati, maka orang yang tidak memiliki kantung empedu harus lebih sering, bisa 3 atau 4 kali dalam setahun, detoks liver bisa dilakukan dengan terapi herbal yang bahan2nya bisa diperoleh diapotik terdekat (silakan dibrowsing aja dengan keywords “Liver Detoxification” )
  • Tidak boleh makan Junk Food, Frozen Food, Fatty food, Soda, etc, etc…. (Noooo…..! :cry: )
  • Banyak mengkonsumsi Buah dan Sayuran segar (ini sih sudah saya lakukan dari dulu ^__^v )
  • Konsumsi Probiotik, untuk membantu pencernaan makanan.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat kompleks, gula dan teman2nya
  • Kurangi konsumsi daging merah, susu dan produk olahan lainnya
  • Harus lebih banyak olah raga ! *uhuk

Ada yang menyarankan untuk rutin mengkonsumsi “Actived Charcoal” atau yang lebih dikenal dengan “Norit” untuk mengurangi rasa sembah dan diare bekepanjangan akibat hilangnya kantung empedu.

Nah jadi jika saat ini kantung empedu sudah hilang bukan berarti tidak dapat menjalani hidup seperti biasa, jika berniat untuk mengubah pola makan dan kebiasaan hidup untuk menjadi lebih baik, pasti hidup tetap akan berjalan normal walau tanpa sebuah kantung empedu, hehee ;)

 

About these ads

55 Responses to “Hidup tanpa Kantung Empedu”

  1. didin October 18, 2012 at 6:17 am #

    mau tanya, temen saya ada yang menderita kandung empedu…setelah di periksa dokter status nya sudah “awas”, hanya menurut dokter belum perlu untuk di lakukan operasi pengangkatan..kira2 ada gak ya untuk mengembalikan nya menjadi normal…terima kasih

    • susandevy October 18, 2012 at 1:10 pm #

      Ya sebetulnya ada cara untuk menghilangkan batu empedu itu, cara pertama dengan obat2an yang kata dokter sendiri pun beresiko pada penurunan fungsi ginjal, jadi dulu sebelum ini saya pernah coba pakai obat2an herbal : Pusaka Ambon, dan berhasil menghilangkan semua batu pada kantung empedu saya itu. Sayangnya setelah berhenti mengkonsumsi obat herbal, batu empedu saya terbentuk lagi hingga akhirnya saya harus menjalani operasi pengangkatan kantung empedu.
      Saya sudah cek mengenai toko Pusaka Ambon itu masih ada, di sekitar salemba, untuk alamat lengkapnya bisa disearch di google
      Semoga info ini bisa membantu :)

  2. farkhani January 15, 2013 at 6:03 am #

    mbak, anak saya umur 6 tahun kena batu empedu, konsul dokter selalu operasi. kalo pake herbal, herbal apa ya yang bisa dikonsum, di solo bisa diperoleh ndak, ndak berapa lama batu empedunya hilang, tks. jawaban boleh juga di sms ke 081329181597, tks

    • susandevy January 15, 2013 at 10:15 am #

      Bapak Farkhani, dokter pasti selalu menganjurkan untuk dioperasi dan diangkat kantung empedunya, saya sempat pakai obat herbal Pusaka Ambon selama kurang lebih 3 – 6 bulan dan akhirnya batu empedunya hilang semua, namun seperti yang saya jelaskan pada posting ini, setelah itu muncul lagi batu empedu dan karena sudah sampai kronis akhirnya kantung empedu saya diangkat, tidak ada salahnya untuk mencoba obat herbal, silakan lihat di websitenya di http://www.pusaka-ambon.com , setahu saya cuma ada dijakarta, tapi mungkin bisa dikirim ke solo, semoga putranya cepat sembuh !

  3. Maya Sihotang February 13, 2013 at 9:30 am #

    trmksh infonya, sangat membantu saya untuk menyajikan diet adik saya, yg baru dioperasi kantong empedunya.

    • susandevy February 13, 2013 at 12:30 pm #

      terima kasih kembali, sampai saat ini pun saya masih berusaha untuk hidup sehat dengan pola makan yang seimbang :)

  4. Ana March 11, 2013 at 4:56 am #

    Suami saya juga sudah tidak punya empedu. Dia dioperasi th 2006 dan sejak itu sering diare beberapa saat setelah makan. Diare ini gak bisa di tahan. Saya penasaran apakah senua yang tak punya empedu seperti ini? Bahaya gak sih jangka panjang diare terus?

    • susandevy March 11, 2013 at 4:16 pm #

      bisa jadi diare terjadi akibat memakan makanan yang mengandung kadar lemak tinggi, karena cairan empedu dikeluarkan oleh hati untuk memproses lemak, tapi karena tidak ada kantung empedu yang menampung cairan empedu ini, maka cairan empedu yang keluar jadi berlebihan, dan bisa mengakibatkan rasa mual dan kembung juga diare. saran saya lebih baik kurangi makanan yang berlemak, jika masih terus diare, lebih baik berkonsultasi dengan dokter spesialis internis, semoga suaminya bisa lebih sehat ya :)

  5. adensanti March 11, 2013 at 4:33 pm #

    Salam., mba, mau tanya boleh y. hr ini mama saya langsung dilarikn ke ugd karena rasa sakit yg benar2 tak tertahankan di sekitar perutny. sakitny luarbiasa hingga mama sy benar2 menangis gerung2an. kami semua bingung. dbw ke RS “ibu n anak” , tp playanan ugdnya tdk bgitu sigap. pemberian obat via injeksi pun obt buscopan n obt pereda rasa nyeri. yg tdk jg berpengaruh thdp rasa skt mama sy. akhrnya di injeksikan lg obt pereda nyeriny. tetap tdk berpengaruh. akhirny mama sy dilarikn ke ugd Rs M***A. range wktu dr injeksi obt pereda nyeri hingga akhrnya mulai berkurang nyeriny itu memakn wkt hmpr 2jm. n selama 2jm itu mama sy benar2 menags tak tahan.apalagi malam sblmny memng sdh trasa skt (tp bs terthan.pagi2 br meledak rasa sktnya itu). kmudian di USG, n terliht ada batu sbsar 17mm. hsl chek drh untk smua organ (liver, pankreas, ginjal de el el) mash bags. infeksi pun hny ditunjukkn dr “lumayan” mlonjakny kdr leukosit (tp tdk hebat). yg sy mau tanykn, jika dberi obat2an, obt ny sbenarny akan bereaksi bagaimn thdp batu empedu itu? (mama sy tdk mau d oprasi, plus ktakutan dgn hsl “Repot” ssudh tdk ad kantung empdu lg), usia beliau pun sudh kepala 6. saya jg ingn tanya, symptom apa yg membedakan antara sedang “kambuh” batu empeduny, dgn kondisi batu empedu yg akut ? sebelm semuany terlambt dan mengenai organ2 lainny.
    Thx

  6. adensanti March 11, 2013 at 4:50 pm #

    salam. mba sy mau tanya2 y.
    Pagi ini mama sy tiba2 dilarikan ke ugd karena rasa sakit yg bnar2 tak tertahankan di perutnya (rasa skitny merata ke seluruh bagian perut), beliau dlarikan ke ugd rs “ibu&ank”, tp mreka aga kurng sigap. hampir 1,5jam lbh ibu saya brada di ugd RS tsbt, obt buskopan n pereda nyeri pun di injeksikan. tp selang 1jam, skit tdk brkurng sama skali. Ibu saya benr2 tersiksa. beliau sampai nangis2 krn rasa skt dpertny itu.akhrny di injeksikn lg obt pereda nyeriny. tp tetp tdk ada pengruhny. akhrny krn kterbatasan analisa n dktr ahli di rs tsbt, ibu sy dilarikn ke RS M***A. ssampai d ugd sana, obt pereda nyeriny br bkerja mengurangi “sdikt” dr rasa sktny. tp tdk hilng. akhrnya d usg. terliht ada batu empedu sbsr/spnjang 17mm ad d dasr kntngny, bserta (katanya/prediksiny/klihatanny) ceceran batu2 kecil lainy. hasil check drh (liver, ginjal, pankreas, bilirubin) baik n bgs. hny kadr leukosit yg “sdikit” tinggi. mnandakan ad infeksi/radang. hingga skrng, kndisi ibu sy sdh stabil. tp perutny msh terasa tdk enak. dan kadang2 rasa saktny (skrng terasa d prut bwh) datang lg. shingga di injeksikan lg pereda sktny. antibiotik jg diberikan. yg ingn sy tanyakn, apakh bs batu empedu itu “dipelihara” / “dikontrol” dgn obat2an? dan apa perbedaan antara kondisi badan pd saat “sedang kambuh batu empeduny”, dgn “kondisi batu empedu akut” ?
    ibu sy sudh berkepala 6. dan beliau takt d oprasi ataupun tkt akan adany masalah2 sprti yg mba jelaskan di atas akbt tdk adany kntung empedu. krn ibu sy sdh ada hipertensi n pnykt jantung. minta sudut pndng dr mba yg sdh “berpengalaman” dgn kejadian sprti ini.
    thx

    • susandevy March 12, 2013 at 7:41 am #

      salam kenal juga mbak adesanti,
      memang nyeri pada ulu hati yang luarbiasa (lebih sakit daripada mag) adalah tanda bahwa kantung empedu sedang meradang akibat batu empedu, kalau bisa perhatikan sekali pola makan beliau, jangan makan yang berlemak, gorengan dan pedas dulu.
      kalau mengikuti saran dokter, pasti semua dokter menyarankan supaya beliau dioperasi (diangkat) kantung empedunya, kalau bisa dihindari hal ini, kecuali jika peradangan sudah tidak bisa dihilangkan dengan obat pereda nyeri lagi.
      saya cuma bisa menyarankan untuk mencoba obat2 herbal, setahu saya ada yang mencoba dengan kulit manggis, kalau saya sendiri dulu pernah mencoba obat herbal “pusaka ambon” di senen, jl. kramat raya, samping polres jakarta pusat.
      kalau bisa dihindari menggunakan obat dari dokter (entah antibiotik atau sejenisnya untuk penghilang batu empedu) karena justru tidak bisa menghilangkan batu empedu dan justru berefek samping (ginjal saya kena akibat mengkonsumsi obat2 itu)
      semoga ini bisa membantu dan bunda bisa sehat lagi ya :)

      • adensanti March 12, 2013 at 7:50 am #

        alhamdulilah di jawab :) sudh kelimpungan kepingin mendengr jawbn dr mba yg memng sdh meraskn sakitny nyeri akbt batu empedu n sudh mnjalanin rposes pengangkatan kantng empedu. mba, sy mau tnya lg (maklum, sdang kebingungan) ibu sy sampai hr ini sdh genap 2 hr brada d r.intermediet. obat yg di injeksikan yaitu obt pereda nyeri, dan antibiotik, bsrta obat mual. sudh 2hr ini pla (smnjk hr ptama mask hingga skrn) kondisi pert ibu sy masih konstant skitnya. tp tentu sj tdk “sehebat” pd saat pertama kali dilarikan ke ugd kemarn. kemudian rasa mual dan terus menerus muntah jg mash di alami ibu sy hingga pagi ini td. sy ingin tany, wkt dulu mba sdang “kambuh” radang empeduny, itu apa mmng sprti ini? sakt nyeri pert berhari2, dan trus mnerus ingin muntah, nyeri pinggang dan berbagai ketdaknyamanan lainny ? jika iya, apa kondisi tsbt br akan “membaik” jika radang sudh aga mereda? karn besok pagi, akan ad konsultsi dgn dktr bedah. krn ibu sy yg mmng trus mnrus mrasa skit (skitny nempel trus, tdk datng-pergi walaupn di injeksikan obt pereda nyeri). atau apa sbaikny kami menunggu dl hingga 2/3hr kedepan? sekalian mnunggu perkmbangan berkurangny radang di empedu ibu sy? atau bgaimana?
        thx

    • susandevy March 12, 2013 at 8:02 am #

      ini reply untuk komen mbak yang dibawah itu ya,
      kelihatannya kondisi beliau sudah cukup serius, karena saya sendiri tidak sampai berhari2 mengalami peradangan itu, harusnya kalau sudah diberi obat pereda nyeri, beliau tidak merasakan peradangannya lagi.
      saya bukan dokter tentunya, cuma saya sudah pernah mengalami hal ini saja, jadi ada baiknya mempertimbangkan saran dari dokter, atau merujuk ke dokter internis yang lain (jika masih ada waktu)
      kalaupun harus dioperasi, perlu dipertimbangkan juga usia beliau, atau jika ada penyakit lain (seperti diabetes, dsb) saran saya jika harus operasi, pilih operasi dengan prosedur laparoskopi, karena prosesnya lebih cepat.
      semoga beliau cepat sembuh ya, mbak :)

      • adensanti March 12, 2013 at 9:19 am #

        oohh.. mba ga prnah kaya gt y klo “kambuh” dl ? trus wkt itu apa yg mnyebabkn mba ambil kputusn u/ oprasi? apa krn mmng sdh ga thn lg sktny sprti kaya yg ibu sy alami? atau krn mba sdh “capek” klo ad kambuhn lg? punten klo trusan nny. sy sndiri soalny sdang cr2 info. sbagian ad yg blng bs g d oprasi, sbagian ad yg d oprasi. tp kondisi sprti apa yg msh bs “ditolerir” u tdk d oprasi, itu yg sy ndak tau. iya, nyeri d prut ibu sy terus2an dtngny. obt pereda nyerinya hny “menurunkan” sdikt level sktny, tp itu nyeri terusan ad. mual jg trus2an sharian. br 2 hr si mba. msh mau diliht besk. jika dlm 3 hr ini tdk ada perkmbangan (nyeri prut sdh bs hilng, n g mual), mngkn jalan ndak d oprasi bs diprtimbangkn. tp klo tdk jg ada perubahan, mngkn jalan oprsi jd prioritas prtimbngn. iya, sy jg sdh baca2 info laparoskopi. thx mba!
        amien… smg ibu sy cpt smbh. kasian mba. orng sdh setua itu mnderita sktny bnar2 kaya apa. sy yg msh muda aja klo kena kaya gt, udh teriak2an kayany.

    • susandevy March 12, 2013 at 9:39 am #

      mbak adesanti,
      memang pada akhirnya saya memutuskan untuk operasi setelah peradangan makin sering, juga dengan kondisi mental dan fisik saya saat itu tidak kuat untuk menahan sakit peradangan yang makin sering, juga saat itu saya masih belum tahu efek apa akibat pengangkatan kantung empedu.
      memang saya pernah mencoba dengan obat herbal dan bisa menghilangkan batu empedu, tapi beberapa tahun kemudian batu empedu itu muncul lagi.
      saran saya tetap sama, coba cari nasihat atau rujukan dari dokter internis lain (jika masih bisa ya)
      tapi jika kalau operasi tidak bisa dihindari (mungkin itu yang terbaik untuk beliau) maka setelah operasi, beliau harus menjaga pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat saja.
      dan tentu saja harus rutin cek-up, mengingat usia beliau juga ya.
      mungkin itu saja yang bisa saya bantu, saya doakan semoga bunda bisa mendapatkan pegobatan yang terbaik dan cepat sembuh :)

  7. dian March 17, 2013 at 2:02 am #

    tahun 2009, tepat sebulan setelah melahirkan putri kedua saya melalui operasi sesar, saya harus melakukan operasi pengangkatan kantung empedu. saat itu, tak ada jalan lain selain operasi. Infeksi yang terjadi di kantung empedu sudah tidak dapat ditolerir lagi. obat pereda nyeri jenis morfin pun tidak mampu menghilangkan rasa sakit. Hampir tiga tahun berlalu, kini hidup saya lebih baik meski tidak seprima saat sebelum diperasi. keluhan yang terjadi mudah letih, kepala cepat pusingm dan tidak mampu menahan rasa lapar. Pola hidup sehat memang kewajiban semua orang, apalagi seperti saya yang sudah tidak sempurna namun tetap sulit dilakukan. Godaan dari lingkungan terkadang membuat, “Iman’ goyah. Semoga kedepan kesadaran untuk hidup sehat tertanam di jiwa kita. Semangat!

    • susandevy March 17, 2013 at 3:36 am #

      terima kasih atas sharingnya, batu empedu memang adalah penyakit yang “aneh” karena semua dokter “satu suara” dalam memberikan vonis yaitu “harus diangkat kantung empedunya” padahal justru hal ini tidak menyelesaikan masalah. semoga bisa tetap sabar dan semangat dalam menghadapi ini ! :)

  8. Andri N Nst March 23, 2013 at 10:35 am #

    Ass mb,sy mempunyai putri yg baru Aja menjalani operasi batu kantung empedu yg mana harus mengangkat kantung empedunya,yg mana umur ank sy baru 9 tahun,yg saya Mau tanyakan Gmana selanjutnya utk supaya ank saya bisa bermain dan Makan seperti sediakalanya sblm dia melakukan operasi itu?sebab sy sangat khawatir dgn Nantinya dia Akan tumbuh dewasa?

    • susandevy March 24, 2013 at 2:34 am #

      saya turut prihatin atas apa yang menimpa anak anda, sebelumnya juga ada orang tua yang memiliki anak dengan batu empedu (bisa dilihat dikomen diatas) saya sendiri pun masih mengalami beberapa gejala yang sama seperti waktu masih mengidap batu empedu seperti rasa mual dan kembung.

      saya cuma bisa saran agar diperhatikan pola makan yang sehat untuk si kecil, kalau bisa dihindari junk food, makanan dengan zat aditif dan pengawet, diperbanyak makan sayur dan buah, hindari makanan yang berlemak (terutama gorengan) ganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh seperti minyak ikan dan minyak zaitun (harus yang virgin)

      diusahakan si kecil tidak beraktifitas yang terlalu berat, anjurkan si kecil untuk beristirahat kalau si kecil mengeluhkan kecapaian, mungkin itu saja yang bisa saya sarankan, kalau bisa cari second opinion dari dokter atau yang lain.
      semoga membantu :)

  9. Rio April 15, 2013 at 4:02 pm #

    mau tanya, apa mbak pernah dengar produk tahitian noni juice?apakah betul produk tersebut bisa menghilangkan batu empedu?

    • susandevy April 16, 2013 at 3:07 am #

      saya belum tahu itu, yang sudah saya coba yaitu “pusaka ambon”, dan memang bisa menghilangkan batu empedu. tks

      • djaffar May 2, 2013 at 6:54 am #

        hal yang mudah diterima masyarakat utk tidak operasi pengangkatan krn biaya mahal dan ‘serem’ ,,tapi bagi yang sdh divonis mengidap batu empedu tolong kasih solusinya,,mba sendiri sdh pernah pakai herbal dan berhasil..tapi kenapa masih dioperasi? menurut saya baik operasi ataupun herbal nilainya sama yaitu ikhtiar , sedangkan kesembuhan hanya kuasaNYA, jadi ikhtiar saja menurut kemampuan masing2 yang mampu operasi jalani dengan tulus ,yang pakai herbal jalani dengan ikhlas. kita tidak tahu mana yang terbaik menurutNYA,,,,jangan terjebak mendahului kehendakNYA.

      • susandevy May 2, 2013 at 10:06 am #

        ini memang dilema ya, karena dokter pasti cuma memberikan satu solusi yaitu pengangkatan kantung empedu beserta batunya, saya memang pernah mengkonsumsi herbal dan bisa sembuh, tapi kemudian kambuh lagi dan karena sudah kronis jadi harus diangkat, saya cuma berharap suatu saat nanti ada solusi yang lebih tepat daripada harus mengangkat kantung empedu ini, sementara itu satu2 cara yang terbaik adalah menjaga pola makan yang seimbang :)

  10. iwan May 6, 2013 at 8:19 am #

    saya sharing mbak, ibu saya umur 62th, insyaallah 4bulan lagi mau brangkat haji dan skarang ini divonis dokter operasi karna hasil usg kantong empedu ada batu 0.5cm multiple yg laennya masih bagus. saya ama ibu bingung klo tidak operasi skarang nanti waktu haji kambuh gimana? trus klo dioperasi skarang apa tidak mengganggu brangkat haji 4bulan lagi. sebenarnya ibu tidak mau opersi minta sepulangnya tp saya kwatir klo disana kambuh gimana? yg sama mau tanyakan ke mbak yg lebih tau dan pengalaman untuk ukuran batu 0.5cm multiple lebih baik dioperasi/tidak? klo dioperasi proses penyembuhan dan adaptasi setelah operasi apa tidak mengganggu waktu brangkat haji 4bulan lagi? klo pake herbal gimana prosesnya apa juga tidak mengganggu/kambuh lagi waktu disana? klo menurut pengalaman lebih baik gimana? makasih.

    • susandevy May 6, 2013 at 10:52 am #

      sebelumnya saya turut prihatin atas ibunda yang diusia yang sudah sepuh harus menderita penyakit ini.
      saya mungkin bisa kasih saran saja, karena toh keputusan apa harus mengoperasi ibunda atau tidak ada pada anda,

      kalau masih belum membahayakan beliau – dalam arti si batu empedu ini tidak mengganggu aktifitas ibunda, dalam arti tidak menimbulkan rasa nyeri pada pencernaan beliau, lebih baik operasinya ditunda sampai sepulang dari tanah suci.

      tapi tentunya harus dikonsultasikan dengan dokter spesialis pencernaan untuk saran yang lebih memadai.
      sementara ini, beliau bisa mulai mencoba pola makan sehat – mengurangi lemak, gorengan, makanan pedas dan asam.
      untuk obat herbal bisa saja dicoba, tapi tentunya obat herbal tidak seketika bisa menghilangkan batu empedu, prosesnya lebih lama, tapi tetap lebih baik daripada harus menjalani operasi,
      mungkin itu saja – terima kasih

  11. harfiati May 20, 2013 at 5:34 am #

    sy juga sdh diangkat kantung empedu sekitar 8 thn yg lalu,sejak 3thn ni,sy sering kali buang buang air,apalagi klo abis makan bakso,jeroan,sate kambing,atw yg berlemak lainnya,setengah jam kemudian sy langsung mules yg tak bisa tertahankan,alangkah mengganggunya jika sedang makan di rmh mkn,,dan setiap mlm sy sll buang angin yg baunya seperti orang sakit perut atw masuk angin, dan setiap pagi jam 5 sy langsung mules, dan bisa 4 kali bab, itu setiap paginya,akhirnya sy mencoba makan makanan rebusan atw di kukus,, spt tahu tempe,sayur, tapi tdk daging atw ayam,,dan gorenganpun sy tdk makan,baru juga 2hari sy lakukan makanan rebusan dan dikukus,perut sy tdk pernah lagi mules mules,perutpun tdk merasa begah ,perut terasa enteng,,dan tak perlu lagi saya minum obat diare,, alhamdullillah,, makanan rebusan dan kukus bisa buat diet alami dan aman

    • susandevy May 21, 2013 at 10:43 am #

      terima kasih untuk sharingnya disini :)

  12. Ikiyono May 22, 2013 at 4:42 am #

    Saya baru saja melakukan operasi pengangkatan kandung empedu, tgl 27 April 2013, alhamdulillah sampai saat ini tidak ada keluhan fisik yang saya rasakan, keculai bekas operasi yang belum begitu nyaman untuk berbagai aktifitas. Kebetulan saya operasi dalam keadaan sehat, setelah 3 bulan sebelumnya saya mengalami kholik (sakit) yang luar biasa, diagnosa awal radang empedu, setelah beberapa kali periksa pasca perawatan ternyata hasil lab darah semakin jelek, dokter menyarankan utk MRI, dari hasil MRI menunjukan batu empedu yang cukup besar, sehingga dokter menyarankan untuk operasi. Saya masih berusaha untuk mencari solusi non operasi dengan cara konsul ke beberapa dokter lain, tapi semua dokter sarannya sama, alasanya karena posisi batu ada di kandung empedu, kalo batu di saluran empedu masih bisa disuahkan non operasi, itu logika dokter. Saya pribadi sebenernya pengen mengusahakan untuk non operasi, tapi istri dan orang tua menyarankan untuk cepat operasi kebetulan istri mendengar cerita dari tetangga bahwa saudaranya meniggal karena terlambat penanganan kantung empedu. Menurut dokter yang merawat saya, kalo sampai batu dikandung empedu sudah cukup besar dan kandung empedu sampai pecah itu sangat sulit penganannya dan bisa menyebabkan kematian.
    Pengen tanya, berapa lama pasca operasi kita bisa beraktifitas normal (olahraga)?? Kebetulan saya operas laparaskopi.
    Ada ga forum untuk bertukar pikiran sesama penderita kandung empedu? saya dah dah browsing belum ketemu, adakah teman yang mau membuat forum tersebut??

    • susandevy May 22, 2013 at 4:57 am #

      terima kasih atas sharing pengalamannya disini,
      saya sangat setuju kalau suatu saat bisa diadakan semacam komunitas orang “tanpa kantung empedu”
      karena sangat bermanfaat untuk saling berbagi ilmu dan info tentang batu empedu, terutama karena info tentang hal ini masih susah diperoleh,
      kalau berminat, mungkin awalnya kita bisa buat grup di facebook atau google+.

      oh ya, untuk pertanyaan berapa lama bisa beraktifitas secara normal, harusnya setelah operasi sudah langsung bisa beraktifitas secara normal lagi, terutama karena operasinya dengan laparaskopi, jadi harusnya tidak ada masalah, namun tentunya hal itu tergantung dengan kondisi fisik masing-masing. :)

      • Ikiyono May 22, 2013 at 5:18 am #

        Maksud saya aktifitas berat, seperti olaharaga. Kalo aktifitas sehari2 yang ringan seminggu sesudah operasi saya sudah bisa bawa kendaraan sendiri. Saat ini yang saya rasakan kalo sujud kadang masih berasa agak kurang nyaman. Kemarin hari minggu mungkin karena saya terlalu banyak gerak sorenya bekas operasi agak terasa kurang nyaman, sampai saat ini alhamdulilla oke2saja. Sedikit berbagi kalo diantara temen yang mengalami gangguan pencernaan pasca operasi ini, coba minum obat sulfat ….., saya agak berupa sirup warna nya seperti jambu, minum sebelum makan, untuk menetralisir asam lambung……….

      • susandevy May 22, 2013 at 5:22 am #

        oh ya tentunya untuk beraktifitas yang terlalu berat tidak disarankan, bahkan saya saja sampai saat ini masih merasa sering kecapaian (fatigue)
        ada baiknya memilih aktifitas yang tidak terlalu berat, usahakan sering istirahat dan minum air putih untuk menjaga stamina.
        terima kasih untuk infonya ya :)

  13. Ikiyono May 22, 2013 at 6:10 am #

    Waduh, berarti saya harus pensiun olah raga ya, kalo bersepeda gimana ya kira2.

    Sedikit berbagi neh dan menjadi pertanyaan saya dan istri saya, ternyata batu empedu saya kemrin hancur seperti pasir lembut, kata istri dokternya sendiri juga heran karena setelah diangkat jauh berbeda dengan hasil foto MRI, pada hal sebelum operasi, dokter sendiri sanksi ada kemungkinan tidak bisa operasi laparaskopy karena batunya sudah cukup besar, tetapi setelah dioperasi batunya hancur sehingga batu empedu saya tidak boleh dibawa pulang dikirim ke lab untuk penelitian.
    Hasil lab menunjukan bahwa batu empedu saya sudah kronis, yang jadi pertanyaan saya dan istri saya sampai saat ini kenapa batunya hancur, jauh berbeda dengan hasil MRI, saya tidak minum obat apapun setelah divonis batu empedu saya hanya memperbanyak makan apel, setiap hari saya makan apel. Hal ini sudah saya tanyakan ke dokter bedah yang mengoperasi saya tp saya tidak mendapatkan jawaban yang logis dan memuaskan, jawabannya mungkin pigmen batu empedu baru.
    Batu empedu temen2 yang pernah operasi batunya sekecil apa ya??

    • susandevy May 23, 2013 at 4:06 am #

      saya juga masih berolahraga rutin seperti bersepeda, berenang dan yoga.
      saya pikir kita tetap harus rutin berolahraga sesuai dengan stamina masing-masing untuk menjaga kesehatan, tapi tentunya yang masih dibatas wajar saja,

      kebetulan batu empedu saya setelah diangkat pun juga hancur seperti kerikil dan pasir, tapi ada satu yang paling besar segede ibu jari.
      masalahnya setelah kantung empedu diangkat, pigmen dari endapan cairan empedu masih bisa terbentuk disaluran empedu, dan hal itu tentunya yang harus kita hindari.
      karena belum ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini, setidaknya kita yang sudah kehilangan kantung empede harus lebih berhati-hati dengan pola makan dan aktifitas kita.
      terima kasih lagi untuk sharingnya disini :)

  14. videsta May 22, 2013 at 10:09 am #

    Salam kenal Mbak…

    Terimakasih sudah mau sharing pengalaman Mbak seputar batu empedu ini. Saya sendiri terdeteksi terkena batu empedu th.2011 lalu dan pada saat itu ukurannya 8mm sebanyak 2 buah setelah dicek via USG. Sejak itu saya juga mulai riset kecil2an dan dapat informasi tentang terapi buah apel dari curezone.com. Masalahnya ternyata memang benar bahwa kemungkinan terapi buah apel itu hanya bisa efektif untuk batu dengan ukuran kecil, sedangkan untuk batu ukuran 8mm yang saya idap tidak bisa. Sudah sekitar 20x saya melakukan gallbladder flush, tapi gejala perut penuh masih tetap terasa. Setelah dicek via USG pun, memang batu empedu itu masih ada.

    Saya tertarik sekali dengan statemen Mbak bahwa dengan mengkonsumsi ramuan Pusaka Ambon, batu empedunya sempat hilang. Tapi apakah sudah pernah dibuktikan via USG? Jika berkenan, boleh dishare nama obatnya Mbak? Saya yakin banyak yang butuh jika memang benar bisa menghilangkan batu empedu tanpa operasi.

    Terimakasih banyak sebelumnya..

    Salam…

    • susandevy May 23, 2013 at 1:56 am #

      terima kasih atas sharingnya disini, mbak.
      ya dulu saya pernah mengkonsumsi obat herbal pusaka ambon, sampai hari ini masih dijual di outletnya di kramat raya, jakarta pusat.
      memang setelah mengkonsumsi obat itu, batu empedu saya sempat hilang (sebelumnya dokter juga sudah mensarankan untuk dioperasi) dan sudah dilihat dengan USG juga, tapi beberapa tahun kemudian batu empedu muncul lagi (kelihatannya karena akibat dari aktifitas dan pola makan saya yang sembrono saat itu) dan karena sudah kronis akhirnya saya memutuskan untuk menjalani operasi pengangkatan batu empedu.

      sebetulnya pusaka ambon ini lebih dikenal dengan obat herbalnya yang untuk menghilangkan batu ginjal, namun mereka juga membuat ramuan untuk batu empedu.
      kalau berminat ini alamatnya : JL. Kramat Raya no.63A, disamping kantor polisi, telfon : 021-98100424 dan 021-32573887 (saya tidak tahu apa telfon ini masih bisa dihubungi, mohon maaf sebelumnya karena ini kontak lama)
      demikian, semoga info ini bisa membantu :)

  15. Ikiyono May 23, 2013 at 3:00 am #

    Wah ternyata banyak juga yang senasib, semoga kita semua selalu diberi kesehatan dan kesabaran amin. Kok pertanyaan saya belum ada yang menjawab ya

    Batu empedu temen2 yang pernah operasi batunya sekecil apa ya??

    Buat sharing bagi yang belum operasi saya nemu artikel berikut ini semoga jadi rujukan, bagi yang sudah operasi ga usah bersedih semua sudah di atur sama Allah, bagi saya dengan pengangkatan kandund empedu, saya jadi lebih berhati hati dalam memilih makanan, karena dengan sendiri sudah merasa tidak seperti sebelum operasi al hasil selektif dalam memilih makanan, mudah2an ini justru membuat kita lebih sehat,amin.

    artikel menarik

    http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2012/03/31/jangan-pernah-membuang-atau-mengoperasi-kantong-empedu-450775.html

    • susandevy May 23, 2013 at 4:02 am #

      wah, maaf seperti saya kelupaan.

      batu empedu saya ada banyak sekali (gak bisa dihitung berapa jumlahnya), yang paling besar segede ibu jari, yang kecil banyak seperti kerikil.

      terima kasih banyak atas sharing infonya disini :D

      • Ikiyono May 23, 2013 at 5:55 am #

        Sampai sekarang masih ada Mbak??? Kalo saya ga punya bukti batu empedu, karena ga boleh dibawa pulang, kata istri saya yang menyaksikan hancur seperti pasir lembut, semuanya di kirim ke lab. Itulah yang menjadi tanya tanya besar sampai saat ini, karena dokter juga tidak bisa menjawab dengan logika. Ini hasil lab pengangkatan batu empedu saya ”

        SEDIAAN TERDIRI DARI ATAS KANDUNG EMPEDU DENGAN MUKOSA DILAPISI EPITEL TORAK TINGGI DAN TAMPAK TUMBUH PAPILER.
        LAMINA PROPRIA SEMBAB BERSEBUKAN SEL RADANG MENAHUN
        LAPISAN OTOT TEBAL DAN TAMPAK SINUS ROKITASNKY
        LAP[ISAN SEROJA SEMBAB DENGAN PEMBULUH DARAH.

        kesimpulan : CHOLECYSTITIS CHRONICA

        Mungkin ada diantara temans yang mengerti hal itu???

        Waktu sebelum operasi saya bercanda sama teman2 kantor nanti jangan kaget kalo habis operasi saya jadi kaya, karena punya jimat batu empedu, ehh ternyata ga jadi punya, hehehehehe

      • susandevy May 23, 2013 at 6:00 am #

        lho harusnya dokter memperbolehkan membawa pulang batu empedu dan endapan2 lainnya dari kantung empedu itu ?

        saya pernah simpan selama hampir setahun didalam freezer, sampai akhirnya dibawa oleh teman untuk dicek dan sayangnya tidak pernah dikembalikan lagi.
        saya juga tidak paham apa maksud dari hasil lab itu, mudah2an teman2 lainnya bisa memberi masukan. :(

  16. uchie May 31, 2013 at 10:56 am #

    saya baru dirawat karena sakit yang luar biasa selama 9 hari di opname. masuk ugd pertama kali bulan april, lalu bulan mei awal dan pertengahan bulan mei masuk lagi diharuskan opname. biasanya setelah diberi obat penghilang rasa sakit+penurun asam lambung (saya sudah ke hermina (ugd) rumah sakit bunda jakarta (ugd) santosa bandung (kontrol) terakhir ke borromeus (ugd). 3 rumah sakit pertama mendiagnosis saya menderita dispepsia akut/maag atas keluhan sakit yg saya derita selama 2thn belakangan ini. di borromeus saya di mrcp,usg ulang,tes lab dsb akhirnya ketawan batu empedu setelah diopname 5 hari. dirumah sakit sempat kuning dan radang pankreas karena infeksi dokterpun menyarankan pengangkatan kantong empedu.
    krn membuang gampang tapi menyatukan susah, saya putuskan pikir2 dulu.
    teman2 disini ada yg bisa kasih masukan kah?

    • susandevy May 31, 2013 at 11:30 am #

      dear mbak uchie,
      sebelumnya saya turut sedih dengan penyakit yang mbak derita, memang gejala peradangan batu empedu sering disangka maag akut karena rasa sakitnya pada ulu hati.
      saya cuma bisa kasih saran (yang non-profesional, tentunya karena saya mantan penderita batu empedu) kalau bisa cari rujukan ke dokter internis yang lain, kalau masih bisa dibantu dengan obat2an, lebih baik kantung empedunya tidak usah diangkat saja (baca juga komen dari teman2 disini yang mengeluhkan masalah pada pencernaan setelah operasi pengangkatan kantung empedu).

      intinya pengangkatan kantung empedu tidak akan menghilangkan masalah pencernaan anda, namun jika sudah tidak ada jalan lain, maka barulah tindakan operasi dilakukan.
      pengobatan herbal mungkin bisa menjadi alternatif, (baca juga komen2 sebelumnya tentang obat2an herbal untuk menghilangkan batu empedu) tentunya obat2an herbal tidak secara langsung menyembuhkan masalah ini, namun perlu proses yang cukup lama disertai diet yang seimbang.
      semoga cepat sembuh !

    • Ikiyono June 3, 2013 at 12:53 am #

      Turut prihatin mbak uchie, semoga diberi kesabaran dan keiklhasan menerima cobaan. Seperti yang pernah saya posting, kalo posisi batu empedu ada di kantung empedu memang tidak ada jalan lain kecuali operasi itu menurut dokter, logikannya begini batu di kantung empedu berbeda dengan batu ginjal yang kalo hancur bisa dikeluarkan melalui air seni, sementara batu di kandung empedu tidak bisa dikeluarkan karena tidak ada saluran untuk mengeluarkan meskipun batunya sudah hancur, tapi kalo batu empedu ada disaluran empedu memang masih bisa diusahakan non operasi itu menurut analisa dokter. Disamping itu konon untuk menghacurkan batu empedu biaya nya juga cukup mahal dan memakan waktu yang cukup lama, dengan tingkat keberhasilan max 50%, kebetulan saya sudah berkonsultasi ke bebarapa dokter sebelum melakukan operasi untuk mencari perbandngan. menurut saya pastikan posisi batu emepdunya dulu. Resiko tercepat yang dialami penderita batu empedu kolaps ringan dan kaluar masuk rumah sakit, dengan sakit yang luar biasa. Untuk menghindari kejadian itu harus rajin cek darah salah satunya kandungan bilirubin, jangan sampai bilirubin nya sangat tinggi.
      Operasi memang bukan jalan satu2nya, tapi menurut saya cara yang cukup efektif untuk menghindari kejadian yang mbak uchie rasakan, dengan catatan kita harus siap mental pasca operasi, serta sabar dan ikhlas menjalaninya, bahwa semua kejadian itu pasti ada plus dan minus dan jalan yang terbaik di berikan oleh Allah kepada kita.
      Mohon maaf kalo kurang bermanfaat

  17. imam jatmiko June 5, 2013 at 1:47 am #

    Mbak, saya ingin sharing sedikit, ketika perut saya kembung dan masuk angin, perut nyeri hingga punggung sebelah kanan, setelah di USG ternyata saya terkena penyakit radang empedu, dengan note ” tidak ada batu empedu “, akan tetapi saya divonis dioperasi untuk pengangkatan kantung empedu, saya dengan tegas menolak karena saya yakin ada obatnya tanpa harus dioprasi, lalu saya konsultasi dengan saudara dan teman, hingga akhirnya teman menganjurkan saya untuk meminum sari temulawak,bimsalabim hanya 2 hari rutin minum 3x sehari rasa sakit saya hilang dan saya bisa beraktivitas dengan normal.

    • susandevy June 7, 2013 at 2:12 pm #

      syukur sekali mas imam tidak sampai harus mengalami operasi pengangkatan kantung empedu,
      mudah2an bisa tetap menjaga kesehatannya, karena batu empedu bisa terbentuk kembali.
      terima kasih untuk sharingnya :)

  18. Ardhi June 7, 2013 at 3:16 am #

    numpang share aja buat sesama penderita batu empedu yang udh gak punya kantung empedu lagi. Perkenalkan nama saya ardhi, dan saya baru kelar operasi pengangkatan batu empedu tgl 24 mei 2013 lalu, saat ini kondisi badan saya pasca operasi Laparoscopy, sudah jauh lebih baik. saya tidak menderita kholik lagi pada bagian ulu hati. Namun saya merasa stamina tubuh saya sangat lemah, mudah capek. sebagai gambaran kantor saya di Jatinegara dan rumah di depok, biasanya menggunakan motor untuk transportasi sehari hari tidak ada masalah, namun saat ini saya merasakan letih luar biasa di sertai nyeri di bagian pinggang atas sebelah kanan, sehingga mau gak mau saat ini saya menggunakan mobil utk aktifitas ke kantor. Apakah rekan rekan disini juga mengalami hal yang sama dengan saya? mudah letih dan nyeri pinggang atas sebelah kanan? dan vitamin apa yang hrs saya konsumsi tiap hari agar stamina saya tidak drop seperti ini. Oiya, badan saya lemes seperti ini disertai juga rasa sakit kepala juga. sangat gak nyaman utk aktifitas sehari hari. Mohon rekan rekan bisa kasih saya solusi… makasih banyak :)

    • susandevy June 7, 2013 at 2:16 pm #

      terima kasih banyak untuk sharingnya disini, mas ardhi :)
      saya pun juga mengalami letih yang luar biasa jika beraktifitas terlalu banyak, mungkin itu keluhan yang paling mengganggu sejauh ini.
      saya mencoba mengkonsumsi vitamin dan suplemen yang dijual dipasaran saja untuk menjaga stamina (vitamin C, E dan minyak ikan yang banyak omega3) , tentunya dibarengi dengan pola makan yang seimbang.
      dan mengurangi konsumsi makanan berlemak.
      mudah2an bisa terus dapat menjaga kesehatannya :)

  19. nani June 9, 2013 at 8:21 am #

    mba susan saya mau tanya setahun yg lalau saya jg operasi empedu setelah 6 bln sy sudah makan normal seperti gorenga dan mie tp samapai sekarng sy g berani makan jeroantp akhir2sy sering ngerasa perut kanan sy sakit nyut”kadang diare mulas apalagi apa mba juga ngalamin sy takut tumbuh lagi batu

    • susandevy June 9, 2013 at 10:53 pm #

      itu memang gejala yang sering dirasakan oleh orang yang sudah diangkat kantung empedunya.
      saran saya jangan makan makanan berlemak dan gorengan,
      saya tidak tahu apa sudah terbentuk lagi batu empedu, tentunya harus diperiksa oleh dokter internis,

    • Ardhi June 10, 2013 at 2:11 am #

      setuju dengan saran Mba Susan. Sebaiknya emang hrs dikurangi makanan jeroan dan goreng2an. Namun bukan berarti ga boleh dikonsumsi sama sekali. Terutama utk mie instant, sebaiknya dikurangi sekali, sebab bahan pengawet yang ada di mie instant cukup bahaya (kata dokter internist saya loh ini…) dan soal ada batu lagi atau tidak sebaiknya memang hrs di USG lagi mba Nani, walau kecil kemungkinannya terbentuk. CMIIW

      • Ikiyono June 10, 2013 at 2:56 am #

        Selamat bergabung Mas Ardi, saya juga tinggal Di Depok, sedikit sharing Alhamdulillah pasca pengangkatan kandung Empedu 1.5 bulan yg lalu sampai saat ini saya belum merasakan kelelahan fisik sperti Mas Ardi rasakan, yang saya rasakan saat ini mudah ngantuk dah ga bisa melek malem, point positif yang bisa saya ambil dengan yang saya alami, saya jadi lebih selektif untuk makan, tidak mau sembarangan lagi, mudah2an ini justru yang akan membuat kita sehat pasca pengangkatan kandung empedu.

  20. Ardhi June 10, 2013 at 3:41 am #

    setuju dengan mas/mba Ikiyono, dengan diangkatnya kantung empedu kita ini. Kita bisa makin menghargai yang namanya KESEHATAN. Pola makan dijaga, olahraga juga dijaga. Dan berusaha utk makan makanan yang rebusan or kukusan. Karena dari dulu yang namanya gorengan emang kurang baik utk dikonsumsi rutin. Terlalu banyak efek negatif dari yg namanya gorengan, gak cuma dari pembentukan batu empedu.

  21. citra June 10, 2013 at 2:28 pm #

    Aku kan umurnya msh 18thn tapi aku juga udh ga punya kantung empedu. Awalnya aku ngerasain nyeri di bagian perut, aku kira awalnya maag. Trs aku kontrol ke dokter spesialis dalam, katanya peradangan pankreas sama lambung. Tapi setelah 1bln blm ada perubahan aku cek lab yg ke 3xnya, trs dokter ngusulin USG dari situ ketauan kalo batuku udh 0,6mm dan itu multiple. Abis itu aku minum obat trs menerus sakit ga ilang malah tambah nyeri dipunggung. Abis itu dokter nyaranin aku buat di operasi trs dirujuk ke dokter bedah digestive . Setelah di operasi dokternya kaget kalo ternyata batu ku itu kira-kira ada 100 lbh soalnya waktu di usg yg terakhir mengecil dan mulai sedikit. Hasilnya dokter sama nyuruh aku operasi dgn cara laparaskopi. 2bln setelah operasi kok badan malah sering capek, kepala terasa kunang-kunang,pusing banget, trs mual. Itu apa ada pengaruhnya ya sama pasca operasi ?

    • susandevy June 10, 2013 at 4:02 pm #

      saya turut prihatin atas penyakit yang mbak citra derita dan sampai harus diangkat kantung empedunya,
      memang setelah kantung empedu diangkat tidak akan menghilangkan gejala sakit yang dialami akibat peradangan oleh batu empedu, rasa sakit bisa hilang tapi akan menimbulkan masalah baru dalam pencernaan seperti mual, pusing dan cepat letih (baca juga cerita2 teman2 yang lain disini)

      rasa mual, pusing dan cepat letih itu tidak ada pengaruhnya karena pasca-operasi, karena itu disebabkan oleh pencernaan yang terganggu akibat kantung empedu yang sudah tidak ada

      saran saya sama seperti sebelumnya, jaga kesehatan dengan pola makanan yang seimbang (tidak makan makanan berlemak dan gorengan) dan memilih aktifitas yang tidak membuat letih, juga berolahraga ringan sebisanya.
      semoga bisa membantu :)

    • Ikiyono June 12, 2013 at 12:27 am #

      Turut prihatin dek Citra, semoga sabar dan iklhas menjalani coboaan ini, insya allah pasti ada hikmah dibalik itu semua, sedikit saran coba rutin minum satu sendok madu bangun tidur, jangan minum air putih dulu ya, langsung minum madu, karena madu membantu menetralisir asam lambung dan menyehatkan pencernaan serta menambah stamina. Saat ini saya juga mencoba minum madu setelah bangun tidur alhamdulillah sampai saat ini tidak ada keluhan fisik pasca pengangkatan kandung empedu.

  22. Ikiyono June 13, 2013 at 2:57 am #

    Sedkit berbagi semoga bermanfaat :

    Dikutip dari salah satu media online Indonesia, mengenai bagaimana cara Nabi Muhammad SAW meminum madu untuk kesehatannya. Beliau seorang yang amanah dan juga dikenal sebagai orang yang pintar menjaga kesehatan. Bagi beliau tubuh merupakan titipan.

    Madu adalah minuman alami yang menyehatkan. Ketika bangun tidur, Nabi selalu meminum madu. Dr.Brilianto M Soewarno, penulis buku sehat ala Rosul mengatakan “Cara Rasul minum madu sangatlah berbeda dengan kita, kebanyakan saat ini orang minum madu yang sudah dicairkan dengan air”.

    Ternyata cara Nabi minum madu tidak seperti kebanyakan orang saat ini. Praktisi kesehatan yang biasa dipanggil dokter Toni itu menjelaskan bahwa Nabi dahulu saat meminum madu tidak dilarutkan dalam air terlebih dahulu, tetapi dengan cara mengulum madu tersebut di mulutnya hingga lumer bercampur dengan air liur. Penulis berbagai buku kesehatan ini menjelaskan bahwa madu yang mengandung banyak fruktosa lebih baik bila dicampur dengan air liur agar mudah larut dan dicerna oleh lambung.

    Dr. Toni juga menjelaskan mengkonsumsi madu pada pagi hari sehabis tidur dapat mencegah seseorang terkena sakit maag, mengapa? Karena pada pagi hari perut kita masih kosong. Dengan meminum madu dalam keadaan perut kosong, madu dapat melapisi dinding lambung yang manfaatnya dapat menghindari kita dari Penyakit Maag. Nabi tidak pernah terkena sakit maag karena beliau selalu mengkonsumsi madu dipagi hari, ujar praktisi kesehatan tersebut.

    Perlu diperhatikan juga, Nabi Muhammad saw biasanya makan malam dengan porsi yang sedikit. Untuk porsi makan banyak biasanya beliau melakukannya di siang hari ketika makan siang.

    Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 685 other followers

%d bloggers like this: