Introducing new Fossgrafis Mascot : Fossy the Cat !

16 Nov

sekitar dua tahun yang lalu saya mendapatkan amanah menjadi salah satu admin dari Fossgrafis, sebuah komunitas yang menyediakan informasi dan tutorial seputar software grafis (Gimp, Inkscape dan Blender) yang berlisensi gratis yang dibina oleh Mas @Aditia yang saat ini menjadi Technical Director di Kampoong Monster Studio.

ubuntu_fossy

Berkat free and open source software (FOSS) ini alhamdulilah saya dapat mewujudkan cita-cita saya untuk menguasai ilmu image editing yang tidak pernah saya bisa kuasai dari software proprietary seperti Photoshop dan Corel Draw, hingga saya mendapatkan manfaat dari ilmu ini sebagai penunjang kinerja kerja saya. Dan sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas FOSS maka saya membuat tutorial sederhana yang diharapkan makin meningkatkan minat orang lain untuk mencoba dan beralih kepada FOSS

fossy1

dan saat ini saya sedang memulai serial tutorial Digital Painting dengan FOSS yang akan saya posting secara rutin di Fossgrafis , alasan saya fokus pada topik ini karena masih belum banyak yang memahami bahwa software ini bisa digunakan untuk menghasilkan Digital Art yang berkualitas.

fossy_the_cat

dan untuk menunjang serial tutorial ini maka saya membuat maskot yang akan digunakan dalam tutorial ini yaitu Fossy the Cat,

fossy3

sebetulnya Fossy the Cat diciptakan secara tidak sengaja, ketika saya mendapatkan undangan menjadi salah satu pembicara di ITB Bandung, dalam seminar mengenai Software Freedom for Small Business and Graphic Design, dan saya menyelipkan gambar kucing ini pada setiap halaman presentasi saya, dengan tujuan untuk membuat penyajian seminar saya menjadi lebih informal tapi tetap bermakna.

dan ini adalah Fossy the Cat beta version yang saya gunakan pada saat presentasi di ITB itu :

1

belakangan saya baru menyadari bahwa Fossy the Cat sepintas mirip dengan tokoh kucing “Carrot” yang diciptakan oleh David Revoy, salah seorang Digital Artist – yang sudah terkenal dengan kontribusinya pada komunitas open source, pada komik-komik digitalnya, tapi saya tidak pernah berniat menjiplaknya dan walaupun sepintas mirip tapi Fossy the Cat jelas bukan Carrot, dan mudah-mudahan David Revoy tidak keberatan tentang hal ini ^^

fossy5

Demikian perkenalan maskot terbaru kami, mudah-mudahan dengan proyek sederhana tutorial saya ini maka ilmu saya semakin bertambah dan memberi banyak manfaat, amin :)

fossy6

 


Public Domain Mark


This work (Fossy the Cat, by Susan Devy), identified by Susan devy, is free of known copyright restrictions.

Hidup tanpa kantung empedu 3

12 Nov

sudah cukup lama saya menuliskan artikel tentang pengalaman saya sebagai penderita batu empedu pada “Hidup tanpa kantung empedu 1″ dan “Hidup tanpa kantung empedu 2″ dan sampai hari ini saya masih menerima berbagai respon setiap harinya.

ini merupakan fenomena yang sangat menyedihkan bagi saya melihat makin banyaknya penderita batu empedu yang tidak mendapatkan informasi yang baik dari dokter, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa SEMUA dokter PASTI akan menyuruh pasiennya untuk menjalani operasi pengangkatan kantung empedu sebagai solusi yang cepat.

Saya terus mengamati perkembangan diskusi pada grup penderita batu empedu, walau saya tidak aktif lagi dalam grup itu, karena beberapa hal berikut yang membuat saya memutuskan untuk pasif dalam forum itu :

  • kebanyakan orang yang bertanya kepada saya menganggap saya ini dokter/dukun yang harus memberikan solusi cepat bagi mereka
  • kebanyakan orang tidak bersabar pada penyakit mereka, padahal saya sudah bilang berkali-kali bahwa semua penderita batu empedu merasakan sakit yang sama, mengeluhkan sakit anda pada saya tidak akan menyelesaikan masalah anda ! jadi kenapa tidak bisa bersabar saja ?
  • kebanyakan orang yang sudah bertanya panjang-lebar dengan saya tidak sedikitpun mengucapkan terima kasih, padahal sudah mengambil waktu saya dan menyita perhatian saya karena masalah yang mereka buat sendiri, sementara itu mereka jika berkonsultasi pada dokter maka mereka akan rela bayar mahal, padahal semua dokter juga sama akan menyuruh anda untuk menjalani operasi itu.

Karena hal ini terjadi berulang-ulang dan semua yang datang ke blog ini akan bertanya hal yang sama tentang “Apa saya harus operasi atau tidak ?” maka jawaban saya selalu sama “semua keputusan ada pada anda”

Maka saya mencoba mengajak anda yang sudah mampir pada artikel ini untuk berpikir sejenak :

  • penyakit yang anda derita adalah akibat dari pola hidup anda sendiri, jika anda tidak mau berubah maka jangan harap anda bisa sembuh walaupun sudah menjalani operasi.
  • Kesehatan anda sejatinya ditentukan oleh kesehatan mental anda ! bukan fisik, penelitian dari jerman membuktikan bahwa kesehatan dipengaruhi 80% oleh kondisi mental anda, jadi jika anda tidak sabar dan terus mengeluh, maka jangan harap anda bisa sembuh total dari penyakit ini.
  • pikirkan orang disekitar anda (keluarga dan kerabat) yang ikut jadi repot dan menderita akibat penyakit anda ini, setidaknya jangan mengeluh dan bersabar dan terus optimis bahwa anda bisa sembuh dari penderitaan ini.
  • anda sebenarnya bisa sembuh tanpa menjalani operasi, yang anda butuhkan adalah kesabaran dan percaya bahwa anda bisa melakukannya, ingat bahwa metode herbal ini selain lebih efektif juga jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya operasi (dan anda mendapatkan informasi ini dari saya secara gratis juga ! coba bandingkan dengan biaya konsultasi dengan dokter internis )

dan dengan ini saya memutuskan untuk tidak akan menanggapi semua pertanyaan yang sama tentang bagaimana menghilangkan batu empedu, silakan anda cari pada kolom komentar di artikel-artikel sebelumnya dan memilih metode pengobatan herbal yang paling tepat untuk anda.

sekali lagi saya tekankan bagi anda penderita batu empedu :

tujuan saya menuliskan artikel ini adalah untuk berbagi atas penderitaan dan kesakitan yang pernah saya alami, supaya anda tidak perlu mengalaminya, dan anda jika ingin sembuh harus tetap terus bersabar dan berdoa kepada Tuhan YME untuk kesembuhan anda.

EDIT :

karena banyak yang menanyakan tentang Detoks Hati atau Liver Cleansing, maka berikut caranya yang saya ambil dari grup penderita batu empedu :

Persiapan :

  • Minum jus apel (1 buah apel fuji + 500ml air) selama 5 – 6 hari
  • minum ramuan herbal sesuai anjuran dokter jika ada
  • makan makanan non-fat (tempe, tahu, jagung, kentang, sayuran, ikan yang dikukus/rebus)

Pelaksanaan Liver Cleansing :

Liver Cleansing dilakukan selama dua hari, sebaiknya lakukan pada akhir pekan sehingga tidak menganggu aktifitas

  1. (jam 07.00 – 14.00) makan makanan non-fat
  2. (jam 14.000) mulai puasa sampai besok pagi 10.00
  3. (jam 16.00) siapkan larutan Garam Inggris (bisa dibeli di apotik) 300gram garam inggris dicampur dengan 720cc air putih, untuk 4 gelas (tiap gelas 180cc)
  4. (jam 18.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 20.00, boleh minum segelas air putih
  5. (jam 20.00) minum segelas larutan garam inggris, , tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 21.30, boleh minum segelas air putih
  6. (jam 21.30) siapkan larutan 125cc minyak zaitun, 2 buah Grape Fruit (150cc), 1 suing bawang putih. sisihkan 25cc grape fruit untuk membilas, siapkan 2 kapsul Bee Propolis (jika ada)
  7. (jam 22.00) minum larutan minyak zaitun, grape fruit dan bawang putih itu dan 2 kapsul bee propolis, minum sambil berdiri kemudian minum sisa 25cc grape fruit, tidak boleh minum air putih. gosok gigi dan langsung tidur miring ke kanan selama 3 jam (sampai jam 01.00 pagi) setelah itu boleh tidur terlentang sampai pagi
  8. (hari ke 2, jam 06.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 08.00, boleh minum segelas air putih
  9. (jam 08.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 10.00, boleh minum segelas air putih
  10. (jam 10.00) minum segelas jus apel
  11. (jam 12.00) sudah boleh makan makanan non-fat, dan malam hari sudah boleh makan seperti biasa.

Catatan :

  • Jangan makan ayam tepung dan timun selama liver cleansing
  • lakukan liver cleansing ke-2 dua minggu kemudian
  • untuk orang sehat liver cleansing bisa dilakukan selama 2x setahun dan untuk yang sakit bisa dilakukan setiap bulan

(sumber : Dokter Lucky Kartadinata, (021 4500 306), Jl. Janur elok raya blok PE1/1, Kelapa Gading, Jakarta)

dan untuk yang berminat mencoba Obat Herbal “Pusaka Ambon” yang sudah terbukti bisa menghilangkan batu empedu, ini alamatnya : JL. Kramat Raya no.63A, disamping kantor polisi, telfon : 021-98100424 dan 021-32573887

gall-bladder

 

Khawla Binti Al-Azwar, a fierceful female warrior in Islamic History

14 Sep

“Khalid bin Walid watched a knight in black attire, with a big green shawl wrapped around his waist and covering his bust. That mysterious knight broke through the Roman ranks as an arrow. Khalid and the others followed him and joined battle, while the leader was wondering about the identity of the unknown knight.” 

Khawlah bint al-Azwar (Arabic خولة بنت الأزور) was a prominent woman during the life of the Islamic prophet Muhammad. Khawlah was a Muslim Arab warrior, sister of Zirrar ibn Azwar, the legendary Muslim soldier and commander of the Rashidun army during the 7th century Muslim conquest. Born sometime in the seventh century, Khawlah was well known for her leadership in battles of the Muslim conquests in parts of what are today Syria, Jordan, and Palestine.

Khawlah was the daughter of one of the chiefs of Bani Assad tribe. She fought side by side with her brother Zirrar in many battles, including a decisive Battle of Yarmouk in 636 against the Byzantine empire. Her family was among the first converts to Islam. Her father’s name was either Malik or Tareq Bin Awse; he was also known as al-Azwar.

Her combat talent first appeared during the Battle of Saniyat al Uqab in 634, fought during the Siege of Damascus, in which her brother Zirrar was wounded and taken prisoner by the Byzantine army. Khalid bin Walid took his mobile guard to rescue him. Khawla accompanied the army and rushed on the Byzantine rearguard all alone. In her armor and typical loose dress of Arabian warriors she was not recognized as a woman

“This warrior fights like Khalid bin Walid, but I am sure he is not Khalid.”

Her own brother asked about her identity when she approached him and refused to remove her veil several times, until she finally revealed herself as his sister.

once she revealed herself as a woman, Khalid bin Walid told her that while she may have started the battle standing with the women, now she was going to fight like a man. From that point on, she continued to serve throughout the campaign, battling on horseback with sword and spear in battles across Palestine, Syria and Jordan.

In a different battle, Khawla bint Azwar was captured after falling from her horse. She was forcibly moved to a camp with other female prisoners , after which she was to be taken to the leader of the enemy army for pleasure (read: rape), but she encouraged the other women to use the poles of the tent as weapons and attacked the guards.

They killed THIRTY of the Romans; Khawla herself killed five—including the leader who had wanted to rape her, the leader attempted to sway them with promises, including telling Khawla that he would marry her and make her first lady of Damascus, to which she replied, “I would never accept you to be a shepherd of my camels ! How do you expect me to degrade myself and live with you? I swear that I’ll be the one to cut off your head for your insolence.” (And apparently she did.)

Khawla served the rest of the war, eventually married a powerful Arab prince, and is now remembered as one of the greatest female warriors in the Muslim world.

“Our women were much harsher than the Romans,” reported one of the knights who fought along side with Khawla’s women army during Battle of Yarmouk. “We felt that going back to fight and die was much easier than facing the fury of our women later on”.

Today, an Iraqi all-women military unit is named the Khawlah bint al-Azwar unit in Khawlah’s honor. In the United Arab Emirates, the first military college for women, Khawlah bint Al Azwar Training College, is also named for her. There are also several schools named after Khawlah bint al-Azwar

 

Perang Uhud (bagian 1) – munculnya Pahlawan Quraisy : Khalid bin Walid

7 Sep

Alih-alih menjadi Agama damai yang “memberikan pipi lain”, Islam memerangi Tirani dan Ketidakadilan

salah satu Perang dalam sejarah Islam yang diabadikan dalam Al-Quran adalah Perang Uhud yang terjadi setahun setelah Perang Badar di bukit Uhud, di dekat kota Madinah.

Perang Uhud secara eksplisit dijelaskan dalam Al-Quran surat Ali-Imran 140 – 179

Setelah kekalahan di Badar, para pemimpin Quraisy yaitu Ikrimah, Shafwan dan Abu Sufyan mengumpulkan kekuatan untuk menyerang kaum muslim lagi, mereka berhasil menghimpun 3000 pasukan infanteri dan 200 kavaleri (berkuda), secara garis besar jumlah mereka lebih besar tiga kali lipat dibandingkan dengan Badar.

Berita penyerangan kaum Quraisy sampai ke Nabi SAW melalui surat dari pamannya, Al-Abbas yang masih tinggal di Mekah, Nabi SAW mengadakan rapat darurat dan memutuskan untuk berperang.

Jumlah pasukan muslim yang dikumpulkan pada awalnya sekitar 1000 orang infanteri dengan sedikit pasukan kavaleri, namun jumlah ini berkurang akibat hasutan Abdullah bin Ubay, si Munafiqun yang memprovokasi agar mereka tetap tinggal di Madinah saja.

Akhirnya pasukan muslim berangkat menuju bukit Uhud dengan 700 pasukan infanteri dan sekitar 50 pasukan kavaleri. riwayat lain menyebutkan pasukan muslim tidak memiliki pasukan kavaleri sama sekali.

Nabi SAW yang memahami kondisi pasukan muslim yang jumlahnya sangat tidak seimbang dibandingkan dengan musuh, memilih bukit Uhud sebagai medan perang dengan berbagai pertimbangan, salah satunya karena ada celah diantara bukit Uhud yang bisa mendesak pasukan musuh dan memperkuat serangan kaum muslim, juga Nabi SAW menempatkan pasukan pemanah yang berjumlah 50 orang di atas bukit untuk melindungi kaum muslim yang berada dibawahnya.

Pesan Nabi SAW pada pasukan pemanah : Jangan tinggalkan posisi kalian dalam kondisi apapun! Lindungi punggung-punggung kami dengan panah-panah kalian! Jangan bantu kami sekalipun kami terbunuh! Dan jangan bergabung bersama kami sekalipun kami mendapat rampasan perang!  Dalam riwayat Bukhari : Jangan tinggalkan posisi kalian sekalipun kalian melihat burung-burung telah menyambar kami sampai datang utusanku kepada kalian

Perang dimulai dengan duel satu-lawan-satu, diantara yang tampil dalam duel adalah Hamzah, paman Nabi SAW, dan Ali bin Abi Thalib, yang keduanya mendapatkan kemenangan seperti yang pernah mereka berdua lakukan pada peran Badar.

Serangan pertama dari pasukan muslim mulai saat duel berakhir, berkat kejeniusan Nabi SAW mengatur posisi pasukannya dan penempatan pasukan pemanah dipuncak bukit memperkuat serangan, pasukan Quraisy pada momen ini tidak berdaya dan terpecah kucar-kacir dalam waktu yang singkat. mereka lari meninggalkan senjata dan baju zirahnya.

Dalam perang zaman medieval, perlu dipahami bahwa setiap orang memanggul beban yang cukup berat, diantaranya baju zirah dan pedang dan peralatan lainnya, maka mereka harus meninggalkannya jika mereka ingin pergi dari medan perang.

Senjata dan Baju Zirah merupakan harta rampasan perang yang paling berharga bagi bangsa arabia, karena mereka tidak bisa memproduksi sendiri persenjataan itu dan harus mengimportnya dari negara lain, maka saat kaum Quraisy lari meninggalkannya, kaum muslim mulai membuka baju zirahnya dan melemparkan pedangnya untuk mengumpulkan harta rampasan perang yang tergeletak di medan perang itu.

Salah satu yang ikut dalam pengumpulan harta perang itu adalah pasukan pemanah, padahal mereka tidak diperbolehkan meninggalkan posnya oleh Nabi SAW, Komando pasukan pemanah, Abdullah bin Jubair berteriak pada pasukannya yang pergi itu : “Lupakah kalian dengan wasiat Rasullulah ?”

Pada saat kaum muslim lengah dan menyangka mereka telah memenangkan peperangan, salah satu panglima muda dari Quraisy, Khalid bin Walid, menemukan celah diantara bukit Uhud, kemudian menghimpun pasukan Quraisy untuk menyerang kaum muslim yang sedang lengah itu.

Tidak ada satupun kaum muslim yang melihat pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Khalid bin Walid akan memberikan serangan baru ditengah-tengah kaum muslim yang lengah kecuali Nabi SAW yang tetap siaga memantau medan perang dari puncak bukit.

Khalid bin Walid, panglima muda yang jenius ini kelak akan menjadi mualaf dan akan menyandang gelar “Pedang Allah”, setelah wafatnya Nabi SAW dan dibawah kepemimpinan Umar bin Khattab, Khalid bin Walid memimpin berbagai peperangan besar melawan Romawi dan Persia.

“kaum muslim harus menyalahkan diri mereka sendiri, mereka tidak disiplin di medan perang, Perang Uhud memiliki makna sendiri : membedakan muslim sejati dan pembelot Abdullah bin Ubay” – Karen Armstrong

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. - (Ali Imran Ayat: 165)

 

 

 

 

Perang Badar (bagian 2)

31 Aug

ada beberapa kisah penting dan menarik yang terjadi pada saat Perang Badar, mengingat perang ini adalah perang yang pertama dalam sejarah Islam tentunya memiliki pengaruh yang besar pada seluruh kehidupan di jazirah arabia.

Kisah Cinta Zainab binti Muhammad dan Abil Ash

Zainab adalah putri dari Nabi SAW dari pernikahannya dengan Khadijah, dan Zainab menikah dengan sepupunya, Abil Ash yang masih keponakan dari Khadijah. pernikahan ini terjadi sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, dan setelah Muhammad hijrah ke Madinah, Zainab masih bersama dengan suaminya yang masih menganut agama lama, sedangkan Zainab sudah masuk Islam.

perbedaan agama diantara mereka tidak menghilangkan rasa kasih sayang yang sudah terjalin, Abil Ash enggan memberikan Zainab kepada ayahnya karena mereka masih saling mencintai, “Jika agama memisahkan antara kedua jasad mereka, maka cinta mereka akan tetap ada hingga keduanya dipersatukan oleh sebuah agama.”

pada perang badar, Abil Ash tertangkap dan menjadi tawanan, Zainab kemudian mengumpulkan uang tembusan untuknya, salah satunya adalah kalung pemberian ibunya yang dulu adalah hadiah perkawinannya, saat Nabi SAW menerima tembusan itu dan memandang kalung milik Khadijah, wajahnya berubah sendu dan teringat akan mendiang istrinya, akhirnya Abil Ash dilepaskan tanpa tebusan, kalung itu diberikan kembali kepada Zainab, dan Nabi SAW berpesan agar Zainab dikembalikan kepadanya ke Madinah.

terjadi insiden saat Zainab diantar keluar kota Mekah, beberapa orang Quraish mencegatnya dan membuat untanya melompat hingga Zainab terjatuh dari untanya, kecelakaan ini menyebabkan Zainab yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran dan menderita luka yang parah.

setelah kepergian Zainab, beberapa tahun kemudian Abil Ash diam-diam menyusul ke Madinah dan menyusup ke kota itu saat malam hari menemui istrinya, pada siang harinya Zainab mengumumkan bahwa Abil Ash dalam perlindungannya dan Abil Ash kemudian mengucapkan syahadat dan memeluk Islam.

Asy-Sya’bi berkata : “Zainab masuk Islam dan hijrah, kemudian Abil Ash masuk Islam sesudah itu, dan Islam tidak memisahkan antara keduanya”

Zainab wafat tidak lama setelah itu karena luka yang dideritanya ketika terjatuh dari unta dulu, Nabi SAW pernah berkata “dia putri terbaikku “. Zainab adalah contoh kesetiaan seorang istri dan keikhlasan iman, suaminya Abil Ash berkata “Puteri Al-Amin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.”

Kisah Ukasyah bin Mihshan dan pedang Al-’Aun

Salah satu pahlawan yang lahir di medan perang Badar ini adalah Ukasyah bin Mihshan bin Harsan Al-Asadi. saat ia bertempur, pedangnya pun patah. karena pasukan muslim berperang dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka tidak membawa senjata cadangan

Ukasyah menghampiri Nabi SAW dan berkata “Ya Rasulullah, pedangku sudah patah”, Ukasyah sendiri paham bahwa satu-satunya opsinya adalah berperang dengan tangan kosong dan berharap bisa merebut pedang musuh.

Rasulullah SAW menghampiri Ukasyah sambil membawa sebuah ranting pohon, sambil bersabda, “Berperanglah dengan ini wahai Ukasyah.”

Tanpa keraguan sedikitpun, Ukasyah mengambil ranting itu dan kembali ke medan perang, saat ia mengayunkan ranting pohon ke arah musuh, tiba-tiba ranting itupun berubah menjadi sebuah pedang yang panjang, kuat, mengkilat dan tajam. Ukasyah meneruskan pertempurannya dengan pedang barunya hingga Allah memberikan kemenangan pada umat Islam.

Pedang yang kemudian diberi nama “Al ‘Aun” menjadi senjata andalan Ukasyah dalam setiap pertempuran yang diikutinya, baik bersama atau tanpa Rasulullah SAW. Begitupun ketika Ukasyah menjemput syahidnya di Perang Riddah (pada masa khalifiyah Abu Bakar), pedang dari ranting pemberian Nabi SAW setia menemaninya.

Ukasyah bin Mihshan dikuburkan bersama pedangnya Al-’Aun, Nabi SAW pernah mendoakannya akan masuk dalam golongan yang masuk ke surga tanpa dihisab dan berwajah indah seperti rembulan, dari kisah Ukasyah kita bisa memahami esensi dari keteguhan iman.

Kematian Umayyah bin Khalaf, mantan majikan Bilal bin Rabah

salah satu pemimpin Quraish yang ikut dalam perang badar adalah Umayyah bin Khalaf, dia adalah orang yang dulu sering menganggu Rasullulah dan umat Islam di Mekkah dan menyiksa budaknya, Bilal bin Rabah, hingga Bilal hampir saja mati jika tidak ditolong oleh Abu Bakar yang menghentikan Umayyah.

Setelah perang badar selesai dan Umayyah tertangkap oleh Abdu Amr yang sebelumnya sudah terikat dengan perjanjian agar melindungi Umayyah, saat Abdu Amr membawa Umayyah sebagai tawanannya, mereka melewati Bilal yang sangat terkejut melihat Umayyah, mantan majikannya itu.

Bilal, si Muadzin pertama dalam sejarah Islam itu, berteriak “Ini Umayyah bin Khalaf, si pemimpin Quraish ! saya tidak akan selamat jika dia selamat !”

beberapa orang Anshor langsung menghampir mereka, tentu saja mereka semua sudah mengetahui bagaimana kisah kebengisan Umayyah ketika dulu menyiksa Bilal, para Anshori itu kemudian mencoba membunuh Umayyah walaupun dicegah oleh Abdu Amr.

dan Umayyah pun terbunuh oleh para Anshor, jasadnya terbaring diatas tumpukan kerikil, sama seperti dulu ketika dia menyiksa Bilal dengan membaringkannya diatas tumpukan kerikil panas, dan pada saat kaum muslim mencoba mengangkat jasadnya untuk dikuburkan, tubuh Umayyah tidak dapat diangkat karena setiap kali mereka mencoba mengangkatnya, badan Umayyah hancur. akhirnya mereka membiarkan jasad Umayyah terbaring diatas kerikil.

Abdu Amr, yang kemudian dikenal sebagai Abdurrahman bin Auf, mengucapkan selamat kepada Bilal atas matinya Umayyah, walau dia terkena luka saat mencoba melindungi Umayyah dari serangan para Anshori. dan Abu Bakar pun juga memberikan selamat kepada Bilal atas kematian mantan majikannya itu disertai dengan doa dan pujian bagi Bilal.

Demikian beberapa kisah dari Perang Badar, semoga bermanfaat.

 

 

 

Unintelligent System

29 Aug

“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”

pada awalnya banyak yang mengutip kalimat dari Ali bin Abi Thalib ini saat isu politik di negri ini sedang memanas, namun adalah sangat tidak bijak jika menggunakan kalimat yang memiliki makna yang luas ini pada kondisi ini.

kemudian saya ingat pada beberapa hal yang sudah terjadi belakangan ini, mengapa hal-hal yang menurut kita harusnya tidak digunakan lagi karena sudah terbukti gagal namun masih beredar dan digunakan dimana-mana ?

misalnya ideologi demokrasi dan sistem kapitalis, sudah banyak yang meramalkan bahwa kedua sistem ini akan segera berakhir namun sampai hari ini mereka masih berjaya, atau mengapa open source masih belum bisa mengungguli proprietary padahal sudah terbukti mereka lebih mumpuni dan lebih baik.

Complexity is about scale, unintelligent systems are supported with unintelligent units.

pada 1944, dibuatlah perjanjian Bretton Woods system yang pada intinya memperbolehkan uang kertas dicetak lebih banyak daripada cadangan emas yang tersedia, dan akibat dari sistem ini adalah krisis finansial yang terjadi berkali-kali dan turunnya nilai mata uang secara drastis.

atau contoh lainnya yang lebih aneh lagi yaitu skema ponzi yang sering terjadi dan menipu banyak orang namun mengapa masih saja banyak orang yang tertarik dan percaya pada skema penipuan ini.

kemudian saya teringat sekitar satu dekade lalu, saya mencoba mempelajari kapital market, dan saya ingin mencoba terjun kedalam dunia ini namun langsung ditolak oleh orang terdekat saya pada saat itu, saya tidak mempersoalkannya saat itu karena fokus saya tertuju pada hal yang lain, namun kemudian tawaran itu diajukan pada saudaranya dan dia malah langsung menolaknya.

menurut saya seharusnya orang itu tidak menolak tawaran yang menggiurkan itu, selain gaji yang cukup besar dan bonus akhir tahun yang lumayan, harusnya tidak ada alasan untuk mengabaikan tawaran kerja ini dengan alasan tidak suka dengan lingkungan pekerjaannya.

dan belakangan baru saya sadari bahwa keputusan saya untuk tidak mencoba pekerjaan itu dan tidak masuk dalam sistem itu adalah keputusan yang sangat tepat, saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya bisa bertahan dalam sistem itu tanpa tidak “bermain api”, ketika kita berada dalam sistem yang salah dan merugikan orang lain maka sangat tidak mungkin kita bisa bertahan menjadi orang baik.

jadi jawaban dari dua kutipan diatas adalah :

suatu sistem yang buruk dan salah akan selalu digunakan saat semua orang masih membutuhkannnya,

suatu sistem yang salah tersebut akan dikalahkan oleh sistem yang benar saat semua orang meninggalkan sistem yang salah itu dan beralih kepada kebenaran.

wallahu ‘alam bishowab

 

 

 

Perang Badar

24 Aug

“Selama bertahun-tahun Muhammad telah menjadi sasaran pencemoohan dan penghinaan; tetapi setelah keberhasilan yang hebat dan tak terduga itu (di Badar), semua orang di Arabia mau tak mau harus menanggapinya secara serius.”Karen Armstrong

Perang Badar merupakan perang pertama dalam sejarah Islam dimana kaum Muslim yang dipimpin oleh Nabi SAW berhadapan dengan kaum Quraish.

Perang ini adalah momen yang penting dalam sejarah Islam, karena selain merupakan perang pertama dan kejadian ini menjadi titik balik kondisi umat Islam saat itu

Muhammad SAW mendapat informasi bahwa akan ada rombongan terbesar dari Mekkah, ia mempersiapkan pasukan terbaiknya menuju kota Badar, kondisi pasukan muslim serba seadanya, banyak yang hanya membawa pedang tanpa baju zirah, banyak yang berjalan kaki karena jumlah kuda dan unta sangat sedikit, bahkan Nabi SAW sendiri pun membagi untanya dengan Ali bin Abi Thalib dan seorang lagi.

Sebelumnya Nabi SAW bertanya pada kaum Anshor (penduduk Madinah) bahwa mereka tidak diharuskan ikut berperang namun Sa’ad bin Ubadah, salah seorang pemimpin kaum Anshar, berkata “Seandainya engkau (Muhammad) membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.”

Maka Nabi SAW sendiri yang memimpin pasukan muslim yang berjumlah 300 orang berhadapan dengan pasukan Quraish yang dipimpin oleh Abu Jahal yang berjumlah 1000 orang.

Saat Nabi SAW telah sampai di dekat Badar, hal pertama yang dilakukannya mencari posisi paling strategis yang letaknya dekat dengan sumber air, dan merusak sumber air lainnya agar tidak dapat digunakan oleh musuh atas saran dari sahabat, Habab bin Munzir.

Pada malam harinya, Allah menurunkan rahmat-Nya atas kaum muslim dengan menurunkan hujan rintik2 yang membasahi perkemahan kaum muslim dan menidurkan seluruh pasukan muslim, sementara itu di perkemahan kaum Quraish diturunkan hujan lebat yang membuat kemah mereka basah dan tanah menjadi becek.

sementara itu Nabi SAW bermunajat, berdoa sepanjang malam kepada Rabb, memohon agar diberi kemenangan dipertempuran, diriwayatkan Nabi SAW pada malam itu tidak tidur karena terus berdoa kepada-Nya.

Pagi harinya, Perang diawali dengan duel tiga-lawan-tiga, perwakilan umat Islam adalah Ali bin Abi Thalib, Hamzah dan Ubaidah bin Harits, mereka berhasil menang dalam duel tersebut, Ali (yang pada saat itu masih berusia 20tahun) dan Hamzah dengan cepat berhasil membunuh lawannya, sementara Ubaidah menderita luka yang menyebabkannya wafat.

Nabi SAW mempersiapkan pasukan muslim berbaris untuk melancarkan serangan pertama, sebelumnya Nabi SAW menengadahkan kedua tangannya kelangit dan berdoa : Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam saat ini, maka tidak ada lagi yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini”. (HR. Muslim)

Nabi SAW terus bedoa dan berdoa hingga selendangnya jatuh, kemudian Abu Bakar mengambil selendang itu meletakkannya kembali dipundak Nabi SAW dan berkata “Cukup ya Rasulullah, Allah akan memenuhi janjinya”

Pada saat itu turunlah firman yang dibawa oleh Jibril bahwa Allah telah menurunkan bantuan-Nya (Al-Anfal : 9) saat itu juga Nabi segera mengambil pedang dan memasang baju zirahnya dan terjun ke medan perang sambil mengucapkan “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”. (al-Qamar 54 : 45)

Tidak pernah ada peperangan dimana pemimpinnya sendiri yang maju paling depan kecuali pada Perang Badar, Dalam riwayat lain diceritakan, “Ketika peperangan sudah berkecamuk, kami berlindung dengan Rasulullah . Beliau adalah orang yang paling menderita. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat posisinya dengan musuh dibandingkan Rasulullah”

Muhammad bergantian melancarkan serangan dengan Abu Bakar yang tidak pernah pergi dari sisinya, bahkan Ali berkata :  “kami berlindung dengan Rasulullah. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan yang paling susah.”

Pertempuran berlangsung sekitar 3-4 jam, dimana kaum muslim yang wafat berjumlah 14 orang, sedangkan kaum quraish yang terbunuh berjumlah 70 orang dengan 70 orang tawanan.

Apa yang membuat kaum muslim bisa memenangkan pertempuran yang tidak seimbang ini ?

  1. Kedisiplinan dan keteguhan hati pada kaum muslim, juga kepatuhan mereka pada pemimpin mereka.
  2. Bantuan para malaikat dalam medan perang, banyak dari kaum muslim yang melihat sendiri saat mereka baru mengangkat pedangnya, musuh sudah terbunuh, pasukan malaikat yang diutus Allah ini telah menaikkan semangat tempur kaum muslim dan membuat bingung kaum quraish.
  3. Kejeniusan Nabi SAW yang menempatkan posisi kaum muslim di dekat sumber air, dan keberaniannya maju pada barisan paling depan di medan tempur.

Perang Badar adalah perang yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran : “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (Ali Imran 123)

 

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 858 other followers