Al-Baqiyatush-Shalihat

“To be doing good deeds is man’s most glorious task” – Sophocles

Dua minggu belakangan ini nenek kami yang hampir berusia 90 tahun mengalami masa krisisnya, tubuhnya yang sudah menua mulai tidak bisa berfungsi seperti dulu lagi, kemudian beberapa kali beliau mengalami masa-masa koma dan kehilangan kesadarannya

diantara masa-masa sulit itu nenek beberapa mengucapkan hal-hal yang aneh, salah satu ucapan nenek yang sangat saya ingat yaitu nenek berkata bahwa :

“harta itu tidak akan bermanfaat, tidak ada gunanya memperebutkan harta, yang akan kita bawa nantinya hanya amalan, Amalan itu yang akan abadi.”

Saya teringat akan satu ayat yang serupa di Al-Quran surat Al-Kahfi ayat 46 yang bunyinya :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia. tetapi Amalan baik yang abadi (Al-Baqiyatush-Shalihat) itulah yang lebih baik disisi Tuhanmu dari segi balasannya dan lebih baik untuk menjadi harapan.”

Al-Baqiyatush-Shalihat, amalan-amalan baik yang abadi,

jika kita melihat terjemahan maka Al-Baqiyatush-Shalihat diartikan menjadi “Amalan kekal yang baik”, ini jadi aneh karena terjemahan hanya mengartikan Al-Quran dari kata-perkata tanpa mampu menjabarkan makna yang tersirat

Saya pernah dengar seorang ustad yang mengatakan bahwa membaca terjemahan itu hampir sama saja dengan TIDAK membaca Al-Quran, karena sering kali terjemahan tidak mampu menjelaskan tata bahasa Al-Quran yang luarbiasa indahnya

Untuk memahami makna Al-Baqiyatush-Shalihat, saya mengambil rujukan dari tafsir Al-Quran, biasanya tafsir yang saya gunakan adalah Ibnu Katsir dan Buya Hamka,

Jadi seharusnya amalan yang baik yang abadi disebut “As-Shalihatul Baqiyaat”, namun Allah Subhanawata’ala membaliknya menjadi Al-Baqiyatush-Shalihat untuk memberi penekanan bahwa amalan-amalan yang baik itu sangat abadi dan menjadi harapan kita setelah kita meninggalkan dunia yang sementara ini.

Buya Hamka menerjemahkan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai “Jejak yang baik” dan “Bekas yang Indah”

karena setelah kita meninggalkan dunia ini maka amalan-amalan yang baik itu menjadi “jejak-jejak” yang baik hingga bisa ditiru oleh orang-orang yang masih hidup agar mereka juga dapat memetik manfaat dari amalan-amalan tersebut untuk hidup mereka.

Ibnu Abbas mengartikan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai sholat lima waktu dan dzikir kepada Allah, Abdur-Rahman bin Zaid mengartikan Al-Baqiyatush-Shalihat sebagai semua amalan ibadah yaitu sholat, zakat, puasa, sedekah dan sebagainya.

sebelumnya disebutkan bahwa “Harta dan anak-anak adalah perhiasan dunia” karena dua hal ini yang biasanya menjadi tujuan hidup kita, terutama harta, kita menghabiskan waktu kita untuk mencari harta, dan seringkali urusan anak-anak terlalu menyita perhatian kita, padahal ini hanya perhiasan dunia yang membuat kita dapat menikmati hidup kita di dunia.

Ya tentu saja kita tidak dilarang untuk mengejar dunia namun tujuan utama hidup kita tetap pada Al-Baqiyatush-Shalihat

Setelah dua minggu nenek mengalami masa krisisnya, akhirnya nenek kembali kepada Sang Pencipta dengan tenang dan damai, tidak ada sedikitpun tampak kesakitan saat nenek menghembuskan nafas terakhirnya, Allah Subhanawata’ala telah mengambil nenek dengan cara yang paling lembut dan paling indah,

Kami hanya bisa berdoa untuk kebaikan beliau, dan berdoa agar beliau dimaafkan segala dosa-dosanya, dan dilapangkan kuburnya, juga bersyukur karena nenek masih diberikan kesempatan untuk menitipkan wasiatnya pada kami agar memperbanyak amalan-amalan baik

Terima kasih, Nenek

miss u so much…..

 

IMG-20160116-WA0030

 

Skin in the Game

“At no point in history have so many non-risk-takers, that is, those with no personal exposure, exerted so much control.” – Antifragile

“Skin in the Game” adalah sebuah istilah yang belakangan ini sering digunakan, terutama untuk finansial lingo, “Skin” adalah sinekdot untuk “kepala” dan “Game” adalah sinekdot untuk komitment dan aksi,

Maka “Skin in the Game” adalah tentang mengambil suatu keputusan yang dilanjutkan dengan aksi, dan berkomitment untuk menanggung segala resikonya

Istilah ini pertama kali mulai terkenal saat Warrent Buffet melakukan investasi dengan dananya sendiri, yang artinya dia akan menanggung semua resiko baik kekalahan maupun kemenangan dari investasi tersebut,

Namun istilah “Skin in the Game” ini tidak hanya digunakan untuk finansial lingo saja, namun untuk semua profesi dan tindakan secara umum,

kita mengetahui bahwa semakin besar kekuasaan, maka akan semakin besar tingkat resiko yang ditanggung orang yang memikulnya,

with greater status came greater exposure to risk,

Misalnya pada masa medieval dulu, jika seorang raja melakukan kesalahan, maka dia akan dihukum pancung, bahkan seluruh keluarganya juga di hukum mati seperti yang terjadi saat revolusi prancis.

Sayangnya di kehidupan modern ini hal itu terjadi sebaliknya ; semakin tinggi kekuasaan seseorang, maka resiko yang ditanggungnya justru semakin kecil,

Apakah akibat yang timbul dari fenomena ini ? terjadi ketidakadilan, ketimpangan sosial, hilangnya harga diri, kita terbiasa mendengar berita korupsi dan hukum yang salah arah, seseorang yang tidak kompeten menduduki posisi yang berpeluang untuk menentukan nasib orang banyak adalah hal yang sangat membahayakan

Jadi siapa saja orang yang TIDAK memiliki “Skin in the Game” ?

  • Banker, Sales, Fund Manager yang melakukan transaksi investasi beresiko tinggi, namun tidak menanggung kerugiannya, bahkan membebankan kerugian tersebut pada klien, pemerintah dan rakyat sebagai pembayar pajak
  • CEO perusahaan yang membuat keputusan salah hingga membuat perusahaan bangkrut namun walk-out dengan bonus yang besar
  • Jurnalis dan penulis kolom yang membuat berita yang memprovokasi rakyat, namun berdalih bahwa mereka melakukan itu untuk membeberkan kebenaran
  • Politikus hitam dan aparat negara yang melakukan tindakan gegabah dan membebankan negara atas kesalahan yang mereka buat

Dari sekian contoh itu terlihat bahwa mereka yang tidak memiliki “Skin in the Game” adalah mereka yang tidak memiliki komitmen dan tidak sanggup memikul amanah dari jabatan yang mereka ambil,

Kita patut memahami hal ini agar kita tidak terjebak dalam profesi yang serupa, karena pada saat kita telah masuk dalam situasi yang tidak memiliki “Skin in the Game” maka pastinya akan sangat sulit untuk melepaskan diri dari hal itu

Mengapa sangat sulit ?

karena situasi telah membuat kita merasa aman dan nyaman melakukan hal itu, terutama lagi karena kita tidak menanggung semua resiko dan akibat dari hal-hal yang kita lakukan.

Kecuali mereka yang benar-benar memiliki niat yang kuat dan hati yang tulus – tentunya akan bisa lepas dari ini

(bersambung ke bagian kedua)

 

 

 

what we really need now

Think of the word “money” for moment. What’s the first image that comes to mind?

Perhaps the folded paper in your wallet. Or the balance in your bank account.

Or perhaps the investments in your brokerage account.

In our modern financial system where unelected central bankers wield totalitarian control over the financial system, all three of these are forms of money.

But the relationship between them is very tenuous, and very risky. I’ll explain:

 

1) Physical cash

No matter where you live in the world, just about every civilized nation on the planet has some form of physical currency in various denominations. Dollars. Pounds. Euros. Yen. Renminbi.

We pass around these pieces of paper as a medium of exchange.

You can go to the grocery store, and, as long as you’re in the US, you can pay for your food with US dollar physical cash. Or if you’re in Canada, with Canadian dollar physical cash. Simple.

 

2) Bank balances

This is where it starts getting more complicated.

When you log in to your bank’s website, you see a balance printed on the screen. Let’s say it’s $100,000.

Don’t think for a second that there are one hundred thousand pieces of paper sitting in your bank’s vault. In fact most banks have very little cash on hand.

Your balance is nothing more than an accounting entry on your bank’s balance sheet, which is likely maintained in a computer database somewhere in a building with no windows.

There’s no physical ‘money’ backing up this bank balance. It’s an annotation in a computer. Every bank customer’s savings is part of this complex system of accounting entries.

When you transfer money to your kids, the bank doesn’t send them a FedEx full of cash.

They merely make an entry in the ledger reducing your balance and increasing your kids’.

The same thing happens when you swipe your Mastercard to pay for something; banks exchange accounting entries that credit the vendor’s account and debit your own.

Nothing physical ever changes hands, it all takes place in digital ledgers.

Given that this type of money exceeds physical cash by a factor of 10:1, you could argue that most modern currencies are digital.

 

3) Government bonds

Government bonds are another form of money that people often forget about.

Most people will keep the majority of their life’s savings in the second form of money– in the bank.

But big banks or companies like Google or Apple that have tens of billions don’t keep such vast sums sitting in the bank. Certainly not all of it.

Banks only have a certain limit on deposit insurance. In the US right now it’s $250,000… which doesn’t quite cover Google’s $70 billion savings.

These companies and institutions need a ‘safe’, highly liquid alternative to banking (i.e. they can quickly buy and sell the investment).

And that’s why they turn to government bonds.

In finance, government bonds are typically considered ‘cash equivalents’. Especially in the United States.

US government bonds, in fact, are the most popular, most liquid investment in the world. You can buy and sell them in an instant.

Companies, institutions, banks, and even foreign governments around the globe buy US government bonds precisely because of this ‘cash equivalent’ status.

This means that if the Chinese government is doing a deal with an African government for $1 billion, they can conduct the transaction using US government bonds as the currency.

Here’s the problem…

Right now, each of these is basically considered the same thing. It’s just different versions of the same money, i.e. $1 million in government bonds equals a $1 million bank balance equals one million pieces of paper with George Washington’s face.

But in actuality they are three entirely separate currencies: Physical cash, digital cash, and government IOUs.

AT the moment they just happen to have a 1:1:1 exchange rate, i.e. they’re freely interchangeable at parity.

But that 1:1:1 exchange rate depends on financial stability. And when there are serious problems, the exchange rate breaks down rapidly.

Think back to 2013 when the government of Cyprus froze bank accounts across the entire country. For weeks no one could access their bank balances.

Clearly in an instance like this, the value of a bank balance becomes worthless. The only way to conduct a transaction was with physical cash.

So in the event of a banking crisis, the exchange rate quickly changes. Physical cash becomes much more valuable.

It’s the same thing in a government debt crisis.

It’s bizarre to think that the bonds of a bankrupt government are a widely accepted form of ‘risk-free’ savings among institutions.

But what happens when that bankrupt government defaults, or has to restructure its debt?

The entire system breaks down. Suddenly the bonds are no longer ‘cash equivalents’, and there’s a scramble to dump them and find another safe, reliable investment.

Similarly, the 1:1:1 exchange rate quickly breaks down, just like it did recently in Greece.

This is ultimately why it makes sense to hold some physical cash.

You certainly won’t be worse off for holding some physical cash savings in a safe at home, especially since interest rates on bank balances are essentially zero.

Physical cash is by no means a panacea; it’s nothing more than a piece of paper printed by a government agency at the behest of unelected central bank committee.

Fundamentally it has zero intrinsic value other than the heat it generates in BTUs.

And in the long run all paper currencies will reach this intrinsic value, with future historians wondering with utter incredulity how we could be so silly to assign any value to paper.

But in the short term, holding at least some physical cash makes sense as a hedge against financial calamity

 

from : the Sovereign Man

Melukis dengan Akrilik di atas Kanvas

Salah satu hobi saya yang tidak pernah saya tinggalkan adalah melukis,

Dulu sebelum saya paham tentang teknik melukis di kanvas, saya pikir membuat lukisan itu sulit, ternyata tidak sama sekali ! dan saya akan membuktikan bahwa siapapun bisa melukis seperti yang saya buat.

Media yang saya gunakan adalah akrilik, karena akrilik ini adalah media yang bahan dasarnya air, maka kelebihan akrilik dibandingkan dengan media lain adalah :

  • mudah digunakan
  • cepat kering, hanya 15 – 30 menit sudah kering
  • bisa dijadikan water color atau oil painting, tergantung pemakaian air
  • murah, dibandingkan dengan media lainnya

berikut adalah perlengkapan yang dibutuhkan :

  • satu set cat akrilik (isi 12 warna)
  • kuas ukuran besar, saya menggunakan kuas untuk cat dinding
  • satu set kuas ukuran kecil
  • kanvas ukuran 20 x 30 cm
  • cutter
  • palet, namun saya lebih suka memakai karton yang dilapis aluminium foil, karena bisa mudah diganti
  • tempat air
  • kain bekas, tissue

SAM_1979

Kita akan membuat lukisan ikan koi, untuk itu kita akan melakukan beberapa tahapan :

pertama, berikan warna dasar pada kanvas, saya menggunakan warna kuning, ini akan menjadi lapisan layer paling dasar dari lukisan, gunakan kuas yang ukurannya paling besar. pada lapisan awal ini kita bisa mencampurkan akrilik dengan sedikit air agar lapisan warna lebih tipis

SAM_1981

kedua, setelah warna dasar kering, berikan lapisan berikutnya yang akan menjadi warna air, gunakan warna biru.

SAM_1988

sementara menunggu kering, saya telah membuat gambar koi dengan pensil di kertas.

SAM_1984

gunakan cutter untuk memotong gambar ikan koi itu.

SAM_1985

letakkan gambar koi yang sudah dipotong itu di atas kanvas, dan mulai berikan warna putih pada bagian yang sudah dipotong.

SAM_1992

SAM_1993

Jika menginginkan ikan koi yang lebih banyak, potong sebagian ikan koi dan warna dengan warna putih

SAM_1996

tunggu beberapa saat sampai cat mengering, sebelum kita memberikan warna motif pada badan ikan koi.

Karena cat akrilik sangat cepat mengering, kuas yang telah digunakan harus selalu direndam dalam air, agar tidak mengeras dan menjadi tidak bisa digunakan lagi, setidaknya kuas direndam sekitar 1 jam setelah pemakaian

SAM_1998

Dan berikut adalah tahap terakhir yaitu memberikan detail motif pada badan koi.

SAM_2003

Jangan takut salah melukis, jika melakukan kesalahan, tunggu sebentar sampai cat mengering, kemudian cat yang salah itu bisa ditimpa dengan warna lainnya.

Akhirnya Lukisan Ikan Koi sudah selesai !

lukisan ini bisa langsung dipajang ! :D

Berikut saya akan lampirkan gambar ikan koi yang bisa digunakan untuk membuat lukisan ikan koi :

koifish

Koi FIsh

Demikian posting ini, semoga bisa bermanfaat ! ;)

 

 

Mutiara Kisah Yusuf : akhir dari Zulaikha dan Sabar yang Indah dari Ya’kub

“Kesabaran bukan artinya tidak berperasaan, kesabaran yang indah ialah kesanggupan mengendalikan perasaan seketika sedih menimpa”

Saya merasa tidak adil jika belum menuntaskan kisah antara Yusuf dan Zulaikha, karena ada banyak versi kisah percintaan antara Yusuf dan Zulaikha yang tidak bisa diketahui kesahihan sumbernya,

dalam Al-Quran, kisah Zulaikha berhenti saat ia memberikan pengakuan atas kesalahannya itu, ini adalah salah satu kehebatan Al-Quran yang menghilangkan detail-detail hingga kita bisa mengingat makna yang tersirat dalam kisah ini.

Bahkan nama Zulaikha pun sebenarnya tidak disebutkan dalam Quran, mengapa ? karena dalam Quran ketika sedang membicarakan orang yang melakukan kesalahan maka nama orang itu tidak dicantumkan, seperti juga nama-nama saudara Yusuf.

nah, apa saja kesalahan fatal dari Zulaikha yang mencerminkan sifat aslinya ?

ingat ketika Zulaikha tertangkap basah oleh suaminya ketika sedang menggoda Yusuf, dan ia berkata : “Apakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?” (ayat 25) – ini menunjukkan sifat aslinya yang licik dengan melemparkan kesalahan pada Yusuf, jika Zulaikha adalah orang yang jujur maka ia akan langsung meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

jadi pada ulama telah menjabarkan beberapa kesalahan Zulaikha, antara lain :

  • menggoda Yusuf yang merupakan budaknya, dimana budak memiliki posisi lebih rendah dari dia, maka sebagai budak akan sulit untuk menolaknya
  • memanfaatkan kecantikannya untuk menggoda Yusuf
  • melemparkan kesalahan pada Yusuf
  • berdusta pada suaminya
  • memanipulasi para wanita mesir untuk mendukungnya agar Yusuf dipenjara

dan yang terpenting adalah ketika Zulaikha terdesak dan harus mengakui kesalahannya pada Raja, ia berkata : “yang demikian supaya ia (suami zulaikha) tahu bahwa aku tidak menghianatinya ketika ia tidak ada” (ayat 52) ini adalah pernyataan paling absurd ! karena setelah ia mengaku bersalah namun dia masih membuat dalih untuk membenarkan perlakukannya itu.

“Sungguhlah nafsuku membawaku kepada kejahatan” (ayat 53)

para ahli tafsir melihat ayat ini sebagai pengakuan zulaikha tentang kondisi mentalnya ; dimana hanyalah orang yang memiliki jiwa yang rusak akan mempunyai nafsu yang menyuruh pada perbuatan keji dan jahat,

sedangkan jiwa yang bersih seperti Yusuf akan mencegahnya dari perbuatan keji.

jadi hikmah yang bisa kita dapat dari kisah zulaikha adalah : jangan sampai kita memiliki jiwa yang rusak, yang hanya akan merugikan diri sendiri dan orang lain

kita fastforward kisah Yusuf ini sampai pada saat Ya’kub menerima berita tentang hilangnya Benyamin.

Benyamin adalah satu-satunya adik kandung Yusuf, maka setelah kehilangan Yusuf, Ya’kub semakin protektif pada Benyamin agar ia tidak dicelakakan oleh saudara2nya seperti kejadian Yusuf dulu.

Namun Yusuf membuat plot hingga Benyamin ditahan ketika mereka sedang mendatangi mesir untuk minta bantuan pangan, dan ketika para saudara Yusuf kembali ke palestina dan menemui Ya’kub, dan memberitahu tentang hilangnya Benyamin, apa yang dikatakan Ya’kub ?

“Maka bagiku hanyalah kesabaran yang indah”

Shabrun Jamil :

Keindahan dari sabar hanya diperoleh ketika musibah terjadi dan kita tetap terus menahan diri dan menyerahkan semua urusan kita pada Tuhan saja,

Ya’kub memang menangis hingga penglihatannya menjadi kabur, namun ia tidak sedikitpun kehilangan harapan, bahkan semakin bertawakkal pada Allah SWT,

Kesabaran yang Indah dari Ya’kub inilah yang menjadi contoh bagi para Rasul lainnya seperti Sulaiman dan Daud, bahkan Nabi kita pun mencontoh kesabaran Ya’kub ketika anaknya yang bernama Ibrahim wafat, dan ia pun menangis, para sahabat yang belum pernah melihat beliau menangis pun ikut menangis dan bertanya mengapa kau menangis wahai utusan Allah ? dan Rasulullah menjawab :

“Hati bersedih, air matapun titik, namun tidak ada kata yang keluar dari mulutku kecuali yang diridhai Allah saja”

dan Ya’kub setelah kehilangan anak-anaknya tidak hanya bersabar saja, namun semakin optimis pada Tuhannya hingga ia berkata :

“Janganlah kamu putus asa dari Rahmat Allah, sesungguhnya tidaklah putus asa dari Rahmat Allah kecuali orang-orang yang tidak beriman”

Ya’kub sudah tua renta, tenaganya sudah menghilang, matanya rabun, namun semangatnya tetap tinggi, harapannya pada Tuhannya semakin tinggi, karena ia paham bahwa orang yang sungguh-sungguh beriman adalah orang yang terus memiliki harapan pada Rahmat-Nya.

Berapa kali kita diberi cobaan dalam hidup yang lebih mudah dari ini ? kehilangan pekerjaan ? dikhianati ? mengalami kerugian dalam bisnis ? apa sikap kita saat musibah itu terjadi ? marah, kesal, sedih, bingung, kecewa. namun kita harus paham bahwa untuk menjadi pribadi yang beriman adalah yang selalu memiliki optimisme dan harapan pada masa depan.

Karena justru pada saat musibah terjadi itu kita harus meningkatkan optimisme dan harapan kita pada hari esok yang lebih baik

Dan pada akhir kisah Ya’kub seperti yang kita ketahui akhirnya ia dapat berkumpul lagi dengan Yusuf dan anak-anaknya di mesir.

“Sungguh pada kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal, Al-Quran bukanlah kisah yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu dan sebagai PETUNJUK dan RAHMAT bagi orang-orang yang beriman”

 

 

Mutiara Kisah Yusuf ; Hukum Zina di Mesir dan Pengakuan Zulaikha

Pada Kisah Yusuf sebelumnya yang sudah saya bahas di posting : Yusuf dan Zulaikha , dijelaskan tentang kisah bagaimana Zulaikha membuat rencana untuk menjebak Yusuf agar mau menuruti nafsunya,

tadinya saya hendak berhenti pada bagian itu saja, namun ternyata ada beberapa hal yang menarik yang bisa saya tarik dari kisah yang indah ini

yang pertama adalah ; Hukum perzinaan di negri Mesir

mari kita ingat lagi apa yang diucapkan Zulaikha ketika tertangkap basah itu, ia langsung membela dirinya : “Apakah balasan yang pantas bagi orang yang bermaksud buruk pada istrimu kecuali dipenjara atau siksa yang pedih ?” (ayat 25)

disini menjelaskan tentang hukuman untuk orang yang berbuat zina pada istri orang adalah mendapat hukuman yang berat, padahal mesir BUKAN negara Islam, mesir pada zaman Yusuf adalah negara dimana berhala masih disembah, dan agama samawi hanya dianut oleh keluarga Yusuf saja.

Fakta disini adalah : Mesir – negara penyembah berhala, memiliki hukum yang jelas untuk perbuatan asusila,

dan Zulaikha tahu hal ini dan maka dari itu ia berusaha mengelak dari kesalahannya dengan menuduh Yusuf

Saya terkesima dan takjub mendapati hal ini dan membandingkan dengan realita pada masa sekarang, karena seperti yang telah kita ketahui pada lapisan masyarakat kita ; perzinaan telah menjadi umum, bukan hal yang aneh lagi kita mendapati orang-orang disekitar kita melakukannya,

dan JUSTRU orang-orang yang berusaha mencegah perbuatan asusila ini dicap sebagai orang ultra-fanatik, kolot, fundamentalis, hipokrit, dsb

Saya sudah mencoba membaca beberapa tafsir dari surat ini namun karena tafsir-tafsir itu kebanyakan ditulis pada masa dimana perzinaan adalah hal yang sangat tabu, tentunya para imam yang menulis tafsir-tafsir itu tidak terlalu fokus pada hal ini.

Jadi kesimpulan yang bisa saya ambil dari ini : bahwa telah terjadi pergesaran moral yang sangat besar pada masa ini hingga kita pun – yang menganut ajaran yang sama dengan Nabi Yusuf, memandang bahwa perzinaan adalah hal yang wajar.

yang kedua : Plot yang dilakukan Yusuf untuk Zulaikha

setelah skandal itu, tersebar gosip di lingkungan sosialita, karena Zulaikha adalah istri seorang pejabat maka skandal itu menjadi hot topik dikalangan elit,

untuk mencegah hal itu Zulaikah membuat rencana dengan mengundang semua ibu-ibu pejabat dan seperti yang kita ketahui saat Yusuf disuruh masuk ke ruangan itu mereka semua takjub pada kegantengan Yusuf dan mengiris tangannya dengan pisau

Akhirnya Yusuf pun  memilih masuk ke penjara dengan tuduhan palsu dari Zulaikha,

ini adalah satu hal penting lagi, bahwa Yusuf dihukum atas tuduhan perbuatan asusila, menunjukkan beratnya hukuman atas pelaku asusila di negri mesir saat itu.

Kemudian singkat cerita ada penghuni penjara yang ditakwilkan (diartikan) mimpinya oleh Yusuf dan ia menceritakan itu pada raja mesir, maka raja mesir menyuruhnya untuk memanggil Yusuf,

dan apa respon Yusuf ? apa dia langsung menghadap raja mesir ?

tidak, Yusuf berkata : “kembalilah pada tuanmu, dan tanyakan padanya tentang perempuan-perempuan yang telah memotong tangan mereka” (ayat 50)

ini sungguh menunjukkan kebijakan dan kepandaian Yusuf, dengan menyuruh raja memanggil ibu-ibu pejabat yang telah hadir pada saat itu maka kasus skandal Zulaikha yang sudah lama dilupakan jadi dibuka kembali, bahkan di majelis yang paling tinggi ; yaitu di hadapan raja mesir !

Maka ibu-ibu pejabat itu bersaksi didepan raja mesir : “Tidaklah kami mengetahui padanya (Yusuf) ada keburukan”

Maka setelah itu Zulaikha dipanggil kehadapan raja, pada saat itu suami zulaikha sudah wafat dan semua orang sudah melupakan skandal itu, namun zulaikha masih belum membeberkan kebenaran pada publik hingga saat ini.

Dan Zulaikha tidak bisa berkelit lagi ; “Sekarang sudah jelas kebenaran : Akulah yang merayunya dan dia adalah termasuk orang yang jujur” (ayat 51)

Raja mesir mendapati hal ini takjub dan terkesima, padahal ini adalah skandal yang bukan urusannya, namun fakta telah membuktikan bahwa akibat hal ini Yusuf menjadi penghuni penjara akibat dari perbuatan asusila Zulaikha padanya, akhirnya simpati raja sudah kepada Yusuf, dan raja pun berkata : “Bawalah ia kepadaku, aku akan jadikan dia orang yang dekat padaku” (ayat 54)

Subhanallah, tanpa belum pernah berjumpa dengan Yusuf, raja mesir langsung memberikan Yusuf posisi yang paling penting di negara itu, jika saja Yusuf langsung menemui raja setelah ia mentakwilkan mimpi raja, maka hal ini tidak akan terjadi.

bahkan Rasulullah memuji perbuatan Yusuf ini : “kiranya aku yang ditahan dipenjara selama itu, tentunya aku akan memenuhi panggilan itu”

Kisah Yusuf adalah salah satu kisah paling indah dalam Al-Quran, berawal dari mimpinya melihat matahari, bulan dan bintang, hingga dibuang kesumur oleh saudara2nya, menjadi budak ke mesir, digoda dan difitnah oleh istri majikann, menjadi penghuni penjara….hingga menjadi orang paling berpengaruh di negara yang paling kuat saat itu ; Mesir.

Yusuf Alaihissalam telah membuktikan bahwa tawakkal dan sabar adalah kunci untuk menghadapi semua rintangan dalam hidupnya.

“Demikianlah telah kami berikan ketetapan bagi Yusuf di negeri itu, dia boleh menempati di mana dia suka, Kami limpahkan rahmat bagi siapa yang Kami kehendaki dan tidaklah Kami menyia-nyiakan ganjaran bagi orang yang berbuat kebaikan” (ayat 56)

 

 

 

 

 

 

Gimp for Kids 2 : ANIMATION !

alhamdulillah,

akhirnya buku Gimp untuk Anak versi kedua telah selesai, pada buku kedua ini khusus untuk membahas tentang cara pembuatan animasi sederhana dengan Gimp yang menggunakan format .gif

seperti biasa, maskot Fossy si kucing linux tetap akan muncul pada setiap halaman di buku ini.

page1

Buku kedua ini adalah lanjutan dari buku sebelumnya, jadi sebaiknya untuk yang ingin menggunakan buku ini telah menyelesaikan latihan-latihan pada buku pertama : Gimp For Kids 1

dan tentu saja setiap pemakai buku ini harus menginstall software Gimp pada komputer PC/laptop

Demikian ebook sederhana ini, semoga bermanfaat !

sticker6

untuk semua gambar latihan dan piagam, dapat diunduh dengan cara klik  pada gambar di galery, klik mouse kanan , open image in new tab dan save image

selamat mengunduh ! :D

Catatan :

Jika komputer/laptop yang anda gunakan memakai monitor yang berukuran kecil, agar animasi dapat terlihat baik maka ubah ukuran image dengan perintah di menu Gimp : Image – Scale Image

Gimp_Book_For_Kids_animation