Abdurrahman Az-Zahir ; Tokoh utama dibalik Perang Aceh abad 19

14 Feb

tidak dapat dipungkiri bahwa Perang Aceh dan Belanda pada abad 19 (1873 – 1907) adalah merupakan perang yang paling lama dan memakan korban yang banyak dari kedua belah pihak dan ternyata merupakan perang yang mendapatkan perhatian dunia internasional pada saat itu.

Mengapa Aceh dipandang penting oleh Belanda ? karena saat itu Aceh adalah merupakan pemasok utama Lada di dunia, sebelum Belanda memutuskan untuk menguasai dan menyerang Aceh, Negara Islam yang sudah menjalin perdagangan dengan berbagai negara, diantaranya Inggris, Perancis, Amerika, dsb.

Dan dari rangkaian peperang yang panjang itu, kita mengenal banyak pahlawan nasional yang harum namanya dari Bumi Aceh seperti Teungku Cik Ditiro, Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dsb. Namun sejarah kita melupakan satu tokoh sentral dari seluruh rangkaian sejarah yang panjang ini yaitu Sayyid Abdurrahman Az-Zahir.

Siapakah Abdurrahman Az-Zahir ?

adalah Snouck Hurgronje yang melakukan studi terhadap Abdurrahman Az-Zahir : beliau berasal dari Hadramaut, Yaman, yang mengenyam pendidikan di Mesir dan Calicut, kemudian mengembara ke benua Eropa hingga sampai ke Johor, Malaysia, dan  mulai terlibat dalam perniagaan dengan pedagang lada dari Aceh, hingga beliau mulai terlibat dalam gerakan pembelaan Aceh yang saat itu sudah mulai memanas akibat Belanda yang berambisi hendak menguasai seluruh Aceh.

“Meskipun Abdurrahman memimpin golongan Islam di Aceh, beliau bukanlah seorang alim yang kaku dan ortodoks, melainkan bersikap realistis dan terbuka terhadap Eropa dan berusaha menjadi penengah diantara konflik Aceh dan Belanda” demikian catatan dari Snouck Hurgronje

Aceh, pada saat itu hanya dipandang sebagai negara kecil yang lemah, sangat tidak menguntungkan bagi negara-negara Eropa atau Turki (Ottoman) sekalipun untuk membela Aceh jika konflik dengan Belanda meluas menjadi peperangan, namun konflik Aceh ternyata mendapat perhatian yang cukup besar saat itu dan meraih simpati banyak negara Eropa, walaupun tidak menyurutkan Belanda untuk tetap menyerang Aceh.

Kepiawaian Abdurrahman Az-Zahir dalam berdiplomasi dengan negara-negara Eropa dan Turki pada saat genting itu memainkan peran yang signifikan ; tepat sebelum Belanda melancarkan serangannya, hubungan antara Aceh dan Turki telah terjalin harmonis berkat jasa-jasa beliau, Abdurrahman membawa 60 orang utusan dari Aceh menghadap Sultan Turki (Abdul Majid) untuk memohon bantuan jika suatu saat Aceh diserang oleh Belanda, dan respon dari Turki sangat positif ; Sultan mengeluarkan maklumat untuk melindungi dan menyokong Aceh jika terjadi peperangan.

Atas respon yang positif ini, Sultan Ibrahim dari Aceh mengirimkan bantuan kepada Turki saat Khalifah tersebut terlibat dalam perang di Crimea, Ukrania. atas jasa-jasa tersebut, Sultan Turki memberikan bintang kehormatan untuk Sultan Ibrahim.

Ini adalah merupakan satu bukti bahwa pada saat itu seluruh negara-negara Islam masih merupakan kesatuan ; jika ada satu negara yang sedang terlibat perang, maka negara lain akan turut membantu, karena mereka terjalin dalam satu aliansi keislaman.

“Abdurrahman adalah seorang yang memiliki intelektual yang menakjubkan, kemampuan membaca keadaan yang luarbiasa, pandai meyakinkan orang dan fasih berbahasa Arab, seorang Sayyid yang dihormati di Arab dan Turki, terlebih lagi karena ia memiliki uang yang banyak dari hasil perniagaannya di Aceh dan Penang” demikian catatan dari sebuah pers di Turki saat Abdurrahman menetap di Turki untuk kegiatan diplomasi.

Ketika serang pertama Belanda terhadap Aceh pada 1873 dimulai, Abdurrahman gencar bergerilya diplomasi terhadap negara-negara Eropa terutama kepada Inggris dan Perancis yang bertujuan untuk mencari perdamaian antara Aceh dan Belanda, walaupun usahanya ini cukup menarik perhatian Eropa saat itu, respon dari Inggris dan Perancis tidak seperti yang diharapkan, terutama karena Eropa merasa tidak akan memperoleh keuntungan dari perdamaian tersebut.

Namun usaha diplomasi beliau tidak sia-sia, selain mendapatkan simpati besar dari rakyat Eropa dan Turki, hingga sebagian besar dari kesatuan militer Belanda melakukan desersi dan menyeberang ke pihak Aceh pada masa-masa awal peperang Aceh.

Dan dari Turki, support dari Kesultanan terus mengalir, bantuan senjata dan kapal perang senantiasa mengalir didatangkan dari Turki, hal ini tentu saja sangat menyulitkan pihak Belanda yang terus mengalami kekalahan dimasa-masa awal peperangan Aceh, hingga Belanda mendesak Inggris untuk memberlakukan Blokade pengiriman senjata yang melewati Singapura dan Penang, namun Inggris mengangapinya dengan dingin.

Pada masa-masa awal peperangan, Aceh mendapat dukungan politik yang kuat dari Turki, Inggris, Perancis dan Amerika, terlihat jelas bahwa berkat jasa-jasa Abdurrahman maka Sultan Aceh dan para bangsawan di Aceh saat itu dapat melakukan hubungan diplomatik dengan dunia luar.

Setelah melakukan perjalanan diplomasi ke berbagai negara, Abdurrahman memutuskan bahwa jalan perdamaian tidak akan bisa diwujudkan, ia kembali ke Aceh dan berupaya mempersatukan rakyat Aceh kembali untuk menyerang Belanda, ketika beliau sampai di Aceh, rakyat Aceh bergembira menyambutnya dan ribuan orang berkumpul melakukan arak-arak keliling kota Aceh.

dan Aceh kembali bersatu dalam perang melawan Belanda dibawah Panji Islam yang dibawa oleh Abdurrahman, berbagai serangan dilancarkan dibawah kepemimpinannya antara tahun 1876- 1878, Belanda menyadari bahwa Abdurrahman tidak boleh dipandang sepele maka mereka berusaha membujuk Abdurrahman untuk berdamai yang tentu saja mendapat respon positif dari Abdurrahman yang sejak awal menghendaki cara-cara perdamaian untuk mengakhiri konflik antara Aceh dan Belanda.

“Pada setiap-tiap bangsa akan diutus Ulama dalam suatu masa”

Jika Alam Minangkabau memiliki Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, dan Alam Jawa memiliki Wali Songo, maka saya yakin bahwa Alam Aceh dianugrahi Abdurrahman sebagai pemimpin dan ulama bagi rakyatnya.

Abdurrahman Az-Zahir setelah mundur dari perang Aceh menghabiskan masa-masa tuanya di Mekah hingga akhir hayatnya.

 

 

 

 

 

 

 

Heraclius

20 Jan

Perang antara Romawi Byzantium dengan Persia-Sassanid pada 502 – 628 adalah peperangan antara dua negara adidaya saat itu yang panjang dan menguras sumberdaya kedua negara tersebut, diakhir peperangan itu Byzantium Empire hampir kehilangan seluruh wilayahnya, kekaisaran kehilangan banyak wilayahnya terutama di Syria, Palestina dan Mesir dan hanya menyisakan ibukotanya yaitu Konstantinopel yang dilindungi oleh beberapa lapis tembok yang besar.

Akibat peperangan yang lama dan memakan banyak sumberdaya, Kekaisaran diambang kehancuran dan kebangkrutan, hanya satu langkah lagi yaitu penaklukan kota Konstantinopel, maka Persia-Sassanid berhasil menghapus Kekaisaran Romawi Byzantium dari sejarah.

Adalah Kaisar Heraclius yang menyelinap keluar dari tembok Konstantinopel untuk menggalang pasukan-pasukan romawi yang sudah tercerai-berai akibat serangan Persia-Sassanid, sebelumnya Heraclius berpamitan pada rakyat Konstantinopel dan menjanjikan kemenangan untuk mereka.

Karena uang kas negara sudah kosong, maka Heraclius menggalang dana dari rakyat dan pemuka agama untuk membiayai perang dan menyogok bangsa-bangsa barbar Avars disekitar yang telah membelot ke Persia, sebelumnya Heraclius sudah mendalami berbagai ilmu dan taktik perang, hingga ia bisa menyusun kembali formasi baru pasukan-pasukan militer yang akan diterjunkan pada perang melawan Persia.

Berita tentang Kekaisaran Romawi-Byzantium yang hampir punah oleh Persia tersebut sampai juga ke Mekah, saat itu Rasullah dan pengikutnya berpihak pada Romawi, karena mereka masih satu rumpun agama monotheis (Ahlul Kitab) dengan bangsa Romawi yang telah menjadikan Nasrani sebagai agama resminya, sedangkan mayoritas penduduk Mekah yang masih Pagan itu mendukung Persia.

Kemudian diturunkan Surat Ar-Ruum (QS 30, ayat 1 -4 ) yang memprediksikan kemenangan Romawi atas Persia, tentu saja hampir seluruh penduduk Mekah tidak mempercayainya, karena bangsa Romawi telah kehilangan hampir seluruh wilayah kekuasaannya.

Perlahan namun pasti, dengan berbagai serangkaian peperangan, pasukan Romawi mulai dapat memukul mundur pasukan Persia dari wilayah mereka, kemudian wilayah-wilayah yang pernah dikuasai Persia yaitu Mesir, Syria, Palestina berhasil ditaklukkan kembali oleh Romawi, dipenghujung serangkaian peperangan yang dimenangkan oleh Romawi, kondisi politik Persia semakin tidak stabil dan terjadi revolusi yang berhujung pada gencatan senjata antara Romawi dan Persia.

Kemenangan Romawi atas Persia ini diriwayatkan bertepatan dengan Perang Badar, yaitu perang pertama antara pasukan muslim dari Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah dengan pasukan Quraisy dari Mekah.

Setelah Perjanjian Hubadiyyah antara umat muslim di Madinah dan kaum Quraisy Mekah yang intinya adalah gencatan senjata, Rasulullah mulai mengirim surat diplomasi kepada beberapa penguasa di sekitar termasuk kepada kaisar Heraclius.  Saat surat itu sampai kepada Heraclius di Yerusalem, takdir mempertemukan Heraclius dengan Abu Sufyan yang sedang dalam perjalanannya untuk berniaga ke negri Syam.

Abu Sufyan – yang saat itu masih belum masuk Islam, bersama rombongannya dipanggil menghadap Heraclius, terjadi percakapan interogasi yang cukup panjang antara Heraclius dan Abu Sufyan yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari, pada akhir interogasi itu, Heraclius mengakui bahwasanya dia telah memprediksi akan adanya utusan terakhir tersebut namun dia tidak menyangkan bahwa utusan itu akan berasal dari bangsanya Abu Sufyan.

Heraclius memutuskan untuk tidak merespon surat dari Rasulullah tersebut dan tetap berpihak pada rakyat Romawi, namun kemudian terjadi insiden pembunuhan utusan kaum muslim di wilayah Yordania yang berujung pada Perang Mu’tah, Heraclius berusaha untuk menghalangi ekspansi muslim dengan mengirimkan pasukan bantuan.

Setelah perang Mu’tah yang merupakan peperangan pertama antara pasukan muslim dan pasukan romawi, Rasulullah menghimpun pasukan terbesar dalam pernah ada dalam masa kenabiannya yang kemudian dikenal sebagai Perang Tabuk, dimana pasukan muslim saat itu berjumlah 30.000 orang menuju ke padang Tabuk di musim panas yang menyengat, namun Heraclius dan pasukannya tidak datang ke Tabuk, berbagai spekulasi mengenai absennya Heraclius di Tabuk, antara lain yaitu Heraclius enggan berhadapan dengan Rasulullah, selain itu ia tidak mau terlibat dengan perang ini yang disulut oleh kaum munafik dari Madinah.

Setelah Rasulullah wafat, ekspansi muslim tidak dapat dibendung lagi, dalam kurun waktu 10 tahun Kekaisaran Romawi Byzantium kehilangan sebagian besar wilayahnya di Palestina, Syria, Mesir untuk selama-lamanya. Romawi Byzantium menderita kekalahan besar pada Perang Yarmuk yang dipimpin oleh Khalid bin Walid.

Kaisar Heraclius dikenang oleh bangsa romawi sebagai raja yang menyelamatkan Byzantium dari Persia, terutama karena ia berhasil membawa Salib Asli “True Cross” (yang sebelumnya ditelah direbut oleh Persia) kembali ke Yerusalem dengan upacara yang megah.

Bukan saja mendapatkan gelar “King of Kings”, Heraclius adalah seorang terpelajar yang juga menguasai berbagai ilmu taktik perang, ilmu Falak (astronomi dan bintang), sejarah, tata negara dan militer. Heraclius dicintai rakyatnya dan ia tetap setia kepada rakyatnya hingga akhir hayatnya.

 

 

 

 

Perang Mu’tah dan munculnya Pedang Allah

17 Jan

Perang Mu’tah tercatat sebagai salah satu perang dalam masa Rasulullah yang dimana beliau tidak hadir dalam perang itu dan diwakilkan oleh tiga panglima yang ditunjuk olehnya

Perang ini juga merupakan kontak pertama pasukan muslim dengan pasukan romawi

Tidak ada peperangan yang begitu dahsyat, memilukan, mencengangkan dan sangat menyentuh seperti perang ini, dimana pasukan muslim berjumlah 3000 orang harus berhadapan dengan pasukan romawi sebanyak 200.000 orang di padang Mu’tah, Yordania.

Awal terjadinya perang Mu’tah adalah karena utusan dari Rasulullah yang dibunuh oleh Raja Ghassan, dalam etika politik saat itu ; membunuh seorang utusan adalah pelanggaran besar dan dapat diartikan sebagai isyarat perang. juga kemudian tersiar kabar bahwa pasukan Ghassan sudah bersiap menghadang kaum muslim

Zaid bin Haritsah yang akan menjadi komandan. Jika ia terbunuh maka komando pasukan diambil oleh Ja’far bin Abu Thalib. Jika Ja’far juga terbunuh maka pimpinan diambil oleh Abdullah bin Rawahah. Jika Abdullah bin Rawahah juga terbunuh maka silakan kaum muslimin memilih di antara yang mereka ridhai untuk menjadi pimpinan.”

untuk pertama kalinya Rasullulah mengangkat tiga panglima sekaligus, ini menandakan bahwa beliau telah memahami kondisi medan perang yang dimana pasukan muslimin akan mendapati musuh yang tangguh.

ketiga panglima ini tentunya adalah sahabat pilihan :  Zaid bin Haritsah adalah anak angkat dari Rasulullah, Ja’far bin Abu Thalib adalah sepupu Rasulullah yang pernah hijrah ke negri Abbasiyah, sedangkan Abdullah bin Rawahah adalah Anshori yang merupakan golongan pertama convert yang juga ahli puisi kesayangan kaum muslim

“Berperanglah kalian atas nama Allah, di jalan Allah, melawan orang-orang kafir kepada Allah. Jangan berkhianat, jangan mencincang, jangan membunuh anak-anak, wanita, orang yang sudah tua renta, orang yang menyendiri di biara Nasrani, jangan menebang pohon kurma dan pohon apa pun, dan jangan merobohkan bangunan.” – pesan Rasulullah pada pasukan muslim sebelum berangkat ke medan perang.

Ketangguhan dan kesabaran pada pasukan muslim diuji pada saat ini, dimana mereka menemui kenyataan di lapangan saat pasukan Ghassan yang awalnya berjumlah 100.000 orang kemudian mendapat reinforcement dari Kaisar Heraclius , Romawi sebanyak 100.000 orang

Melihat kondisi tersebut, para kaum muslim berembuk untuk membahas apa mereka perlu mengirim utusan untuk meminta reinforcement kepada Rasulullah.

Lalu panglima mereka yang ketiga, Abdullah bin Rawahah radhiallahu ‘anhu, menyemangati mereka seraya mengatakan :

“Demi Allah, sesungguhnya apa yang kalian takutkan sungguh inilah yang kalian cari !  Kita tidak memerangi manusia karena banyaknya bilangan dan kekuatan persenjataan, tetapi kita memerangi mereka karena agama Islam ini yang Allah muliakan kita dengannya. Bangkitlah kalian memerangi musuh karena sesungguhnya tidak lain bagi kita melainkan salah satu dari dua kebaikan : yaitu menang atau mati syahid.”

Sebelum perang dimulai, panglima perang Zaid bin Haritsah membagi pasukan muslim menjadi beberapa pasukan yang berada di kanan, kiri, depan dan belakang dari pasukan inti yang berada ditengahnya, pembagian pasukan ini dikarenakan untuk mengimbangi pasukan romawi yang jumlahnya sangat banyak.

Kemudian perang dimulai, Zaid bin Haritsah memimpin pasukan muslim dengan Panji Islam (bendera putih) ditangannya, ketika Zaid terbunuh, Ja’far bin Abu Thalib maju menggantikannya sambil mengambil panji itu, namun beliau juga terbunuh dengan kondisi yang paling mengenaskan ; kedua tangannya putus dan sekujur tubuhnya penuh dengan tikaman dan luka.

salah seorang saksi mata yang ikut serta dalam perang itu, terdapat tidak kurang 90 luka di bagian tubuh depan beliau akibat tusukan pedang dan anak panah.

Ketika Abdullah bin Rawahah mengangkat Panji Islam, beliau ragu sejenak, menyadari saat itu adalah momen paling penting dalam hidupnya, dalam keraguannya beliau membuat sebuah puisi :

“Aku telah bersumpah wahai jiwaku, majulah ke medan laga !
Tapi kenapa kulihat engkau menolak syurga ?
Wahai jiwaku, bila kau tak tewas terbunuh, kau pasti akan mati juga
Inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti,
Tibalah waktunya yang engkau idam-idamkan selama ini
Jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati !”

Maka Abdullah bin Rawahah mengikuti jejak kedua sahabatnya menjadi kesatria sejati, menjemput syahid di Mu’tah.

Setelah gugurnya tiga orang komandan sebelumnya, mulanya panji diambil oleh Tsabit bin Aqram. Panji itu dipegangnya dengan tangan kanannya dan diangkatnya tinggi-tinggi di tengah-tengah pasukan muslimin agar barisan kaum muslimin tidak kocar-kacir.

Pada malam harinya, saat perang dihentikan sementara hingga esok pagi, pasukan muslim berembuk untuk memilih panglima baru mereka. “Siapakah yang sanggup membawa panji ini ?”

semua mata tertuju pada Khalid bin Walid.

Khalid tercengang ; “kenapa saya ?”

kaum muslim belum lupa bagaimana Khalid bin Walid memukul balik mereka di Uhud, walau saat itu Khalid masih dipihak kaum kafir, namun kejeniusannya sudah muncul saat itu, dan saat ini Khalid bin Walid baru sebulan menjadi muslim, dan dia merasa seperti anak baru diantara para seniornya.

Kemudian Tsabit bin Aqram berteriak kepada seluruh pasukan, “Apakah kalian ridha dengan kepemimpinan Khalid ?”

Mereka serentak menjawab, “Ya !”

di Madinah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam naik mimbar dalam keadaan sedih meneteskan air mata seraya berkata : “Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah berhadapan dengan musuh. Pertama kali panji dipegang oleh Zaid bin Haritsah. Ia berperang dengan gagah berani sampai akhirnya syahid. Kemudian panji diambil oleh Ja’far bin Abu Thalib. Ia berperang sampai akhirnya juga syahid. Setelah itu panji diambil oleh Abdullah bin Rawahah. Lalu ia berperang sampai akhirnya jatuh syahid. Terakhir, panji diambil oleh Pedang di antara pedang-pedang Allah, maka Allah menenangkan kaum muslimin di bawah komandonya.”

Setelah itu, beliau mendatangi keluarga Ja’far dan menghibur mereka.

Bagaimana Khalid menyusun taktik baru untuk menghadapi romawi ?

Pertama, beliau memindahkan susunan pasukan, dari yang kiri ke kanan, dari belakang ke depan, hingga pasukan romawi mendapat kesan bahwa mereka menghadapi orang-orang lain yang baru didatangkan dari Madinah,

Kedua, beliau mengutus sebagian kecil pasukan berkuda untuk pura-pura datang dari arah Madinah sambil menghentakkan pasir-pasir, hingga memberikan kesan pada musuh bahwa pasukan baru dalam jumlah yang besar hampir tiba.

Insiden-insiden dan kamuflase kecil ini cukup mengalihkan perhatian dan memecah konsentrasi pasukan romawi saat perang berjalan, walaupun demikian pasukan muslim tetap bertempur dengan gigihnya, bahkan Khalid bin Walid pun bertempur dengan sangat intens hingga sembilan pedangnya patah,

“Telah patah Sembilan pedang ditanganku, tidak tersisa kecuali pedang buatan Yaman”

Perang Mu’tah diakhiri dengan jumlah korban 12 orang dari pihak muslim dan 20.000 orang dari pihak romawi.

Dari kejadian ini ada beberapa hal yang patut digarisbawahi :

  • Perang Mu’tah adalah kontak pertama kaum muslim dengan kaum non-arab, dimana kejadian ini memberikan pengalaman penting yang berguna saat perkembangan Islam dimasa berikutnya.
  • karena Perang ini pihak Romawi ikut serta, maka ada catatan dari para scholar mengenai perang ini ( karena Romawi adalah bangsa yang lebih maju dan mereka mencatat semua insiden) ; dalam catatan itu mereka menyebutkan pasukan Islam dipimpin oleh panglima yang dijuluki “Pedang Allah”
  • Kesungguhan dan kesabaran pada sahabat teruji dalam perang ini, walaupun Rasulullah tidak hadir, namun mereka tetap patuh dan setia pada panglima yang sudah terpilih.
  • Hasil dari perang ini menyisakan pertanyaan ; apakah pasukan muslim benar menang dari pasukan romawi ? sebagian ulama berpendapat bahwa pasukan muslim menang berdasarkan dari hadist Rasulullah diatas yang menyebutkan pasukan muslim menang setelah dibawah komando “Pedang Allah”

 

“Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengasih,

Pukulan yang menakutkan dan mencerai beraikan

Atau tusukan dengan tombak di tanganku yang membuat musuh limbung

Menembus dada dan jantung

Hingga dikatakan, bila mereka melewati mayatku :

“Wahai prajurit Islam yang dibimbing oleh Allah, Dia memang telah memimpinmu.”

(Abdullah bin Rawahah)

 

 

 

 

 

 

 

Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Dermawan

25 Nov

Salah satu keutamaan Abdurrahman bin Auf (selain beliau adalah sahabat yang masuk dalam kelompok yang dijamin masuk surga) adalah beliau pernah menjadi imamnya Nabi Muhammad SAW saat sedang sholat berjamaah.

Dalam masa hidup Nabi SAW, hanya dua orang sahabat yang pernah menjadi imam sholatnya, yaitu Abu Bakar as-Shiddiq dan Abdurrahman bin Auf.

Abu Bakar menjadi imam ketika Nabi SAW sedang sakit dan tidak bisa mengimami sholat, sedangkan Abdurrahman bin Auf pernah menjadi imamnya saat sedang Perang Tabuk, ketika sholat subuh dan Nabi SAW sedang pergi untuk membuang hajat, maka para sahabat menunjuk Abdurrahman untuk menjadi imam, dan ketika Nabi SAW kembali, ia mengikuti Abdurrahman pada rokaat kedua.

Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi’ Al-Anshari, salah seorang penduduk kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa’ad untuk memilih salah satu dari dua kebun kurmanya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa’ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah.

Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses.

Apa yang menjadi rahasia kesuksesan Abdurrahman bin auf dalam berniaga ? padahal dia tidak memiliki harta saat memulai usahanya ?

Tidak lain karena Abdurrahman bin Auf memiliki sifat amanah dan jujur, kedua sifat ini adalah modal utama dalam berbisnis dan rahasia kesuksesan dalam setiap usaha.

Ketika Rasulullah membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum (Romawi) dalam Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah , “Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya.”

(Perlu kita pahami bahwa Perang Tabuk adalah merupakan perang yang berlokasi sangat jauh dan melibatkan tentara dalam jumlah yang sangat besar, karena pada saat itu hampir semua suku-suku di jazirah Arabia sudah bersatu dalam panji Islam, oleh karena itu Nabi membuat pengumuman kepada para umatnya untuk mensedekahkan hartanya yang akan digunakan sebagai perbekalan selama perjalanan, namun Nabi SAW tetap mengingatkan umatnya untuk meninggalkan harta untuk keluarga yang ditinggalkan)

Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, “Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?” Abdurrahman menjawab, “Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan.” “Berapa?” Tanya Rasulullah.

Abdurrahman menjawab, “Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Subhanallah.

Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah.

Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang — padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, “Mush’ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini.” Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu.

Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin.”

 

Seni sebagai ilmu penyempurna hidup

23 Nov

“I dream my painting then I paint my dream” – Van Gogh

fossy_darkbrightness

Fossy the Cat

sering saya berpikir ; kenapa saya selalu tertarik untuk mempelajari ilmu seni tapi tidak pernah tertarik untuk menekuninya sebagai profesi ?

dari kecil saya selalu suka menggambar dan membuat sketsa, tapi dalam keseharian saya selalu lebih tertarik pada pelajaran sains dan eksakta, bahkan saat memilih jurusan di universitas, pilihan yang saya ambil adalah jurusan teknik mesin.

facial_expression

Fossy the Cat for facial expression challenge

 

 

tapi saya tidak pernah berhenti menggambar, dimana saja dan kapan saja saya pasti selalu meluangkan waktu untuk membuat gambar, momen terbaik saya adalah saat saya sedang membuat gambar yang saya inginkan.

kemudian sekitar satu tahun yang lalu saya mulai menekuni digital painting, dan ternyata berkat ilmu menggambar dengan traditional art (pensil, cat, krayon) saya dapat menguasainya, walaupun dengan waktu yang cukup lama.

Kemarin pada saat training, instruktur berkata bahwa orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi akan cepat maju dalam bisnis, saya terkesiap dan bersyukur atas hal itu, mudah-mudahan ilmu seni yang saya tekuni ini dapat membuahkan hasil yang bermanfaat bagi saya dan orang-orang disekitar saya.

page10

“Little Monkey” sebuah illustration storybook yang saya buat untuk seorang teman

 

pernah juga seseorang berkata bahwa orang yang bisa menggambar itu sebenarnya orang yang jenius, saya tidak setuju atas statement ini, karena saya paham betul bahwa seni menggambar bukan ilmu yang anda pelajari dalam satu-dua jam, atau satu hari saja, atau hanya dengan membaca buku dan menonton tutorial singkat di youtube kemudian anda dalam seketika bisa menjadi Digital Artist yang handal, tidak ! ilmu seni bukan ilmu instant, anda harus konsisten, gigih, disiplin, dan sabar untuk menekuninya.

Dan saya tidak percaya bahwa seorang yang “nyeni” itu harus nyeleneh dan moody, bagi saya seorang artist itu harus kelihatan profesional, rapi dan enak dilihat, normal dan tidak aneh, moody atau impulsif.

zgrace2

study of light and shadows

 

jadi secara tidak sadar, hobi yang saya tekuni ini ternyata memberikan kontribusi yang positif baik untuk pekerjaan saya dan kehidupan pribadi saya, di tempat kerja saya tidak merasa terjebak dalam rutinitas, karena saya selalu berpikir apa hal lain yang bisa saya lakukan untuk memajukan usaha ini, btw pekerjaan saya ini bukan kerja kantoran 9 to 5, jadi saya harus lebih proaktif dan kreatif karena tidak ada seorangpun yang memberi petunjuk dan memberi instruksi tentang apa yang harus saya kerjakan.

gambargin2

Maka sebagai komitmen saya kepada ilmu seni ini dan sebagai wujud apresiasi pada dunia Open Source yang sudah mewujudkan impian saya untuk mendalami bidang digital art, saya akan berkomitment untuk secara rutin membuat tutorial tentang Digital Painting di Fossgrafis

Demikian, semoga saya selalu konsisten dan komitmen dalam bidang seni ini :)

zkoigirl2

Girl and Koi Fish

 *semua gambar dan ilustrasi adalah buatan saya sendiri dengan Free and Open Source Software

 

Introducing new Fossgrafis Mascot : Fossy the Cat !

16 Nov

sekitar dua tahun yang lalu saya mendapatkan amanah menjadi salah satu admin dari Fossgrafis, sebuah komunitas yang menyediakan informasi dan tutorial seputar software grafis (Gimp, Inkscape dan Blender) yang berlisensi gratis yang dibina oleh Mas @Aditia yang saat ini menjadi Technical Director di Kampoong Monster Studio.

ubuntu_fossy

Berkat free and open source software (FOSS) ini alhamdulilah saya dapat mewujudkan cita-cita saya untuk menguasai ilmu image editing yang tidak pernah saya bisa kuasai dari software proprietary seperti Photoshop dan Corel Draw, hingga saya mendapatkan manfaat dari ilmu ini sebagai penunjang kinerja kerja saya. Dan sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas FOSS maka saya membuat tutorial sederhana yang diharapkan makin meningkatkan minat orang lain untuk mencoba dan beralih kepada FOSS

fossy1

dan saat ini saya sedang memulai serial tutorial Digital Painting dengan FOSS yang akan saya posting secara rutin di Fossgrafis , alasan saya fokus pada topik ini karena masih belum banyak yang memahami bahwa software ini bisa digunakan untuk menghasilkan Digital Art yang berkualitas.

fossy_the_cat

dan untuk menunjang serial tutorial ini maka saya membuat maskot yang akan digunakan dalam tutorial ini yaitu Fossy the Cat,

fossy3

sebetulnya Fossy the Cat diciptakan secara tidak sengaja, ketika saya mendapatkan undangan menjadi salah satu pembicara di ITB Bandung, dalam seminar mengenai Software Freedom for Small Business and Graphic Design, dan saya menyelipkan gambar kucing ini pada setiap halaman presentasi saya, dengan tujuan untuk membuat penyajian seminar saya menjadi lebih informal tapi tetap bermakna.

dan ini adalah Fossy the Cat beta version yang saya gunakan pada saat presentasi di ITB itu :

1

belakangan saya baru menyadari bahwa Fossy the Cat sepintas mirip dengan tokoh kucing “Carrot” yang diciptakan oleh David Revoy, salah seorang Digital Artist – yang sudah terkenal dengan kontribusinya pada komunitas open source, pada komik-komik digitalnya, tapi saya tidak pernah berniat menjiplaknya dan walaupun sepintas mirip tapi Fossy the Cat jelas bukan Carrot, dan mudah-mudahan David Revoy tidak keberatan tentang hal ini ^^

fossy5

Demikian perkenalan maskot terbaru kami, mudah-mudahan dengan proyek sederhana tutorial saya ini maka ilmu saya semakin bertambah dan memberi banyak manfaat, amin :)

fossy6

 


Public Domain Mark


This work (Fossy the Cat, by Susan Devy), identified by Susan devy, is free of known copyright restrictions.

Hidup tanpa kantung empedu 3

12 Nov

sudah cukup lama saya menuliskan artikel tentang pengalaman saya sebagai penderita batu empedu pada “Hidup tanpa kantung empedu 1″ dan “Hidup tanpa kantung empedu 2″ dan sampai hari ini saya masih menerima berbagai respon setiap harinya.

ini merupakan fenomena yang sangat menyedihkan bagi saya melihat makin banyaknya penderita batu empedu yang tidak mendapatkan informasi yang baik dari dokter, sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa SEMUA dokter PASTI akan menyuruh pasiennya untuk menjalani operasi pengangkatan kantung empedu sebagai solusi yang cepat.

Saya terus mengamati perkembangan diskusi pada grup penderita batu empedu, walau saya tidak aktif lagi dalam grup itu, karena beberapa hal berikut yang membuat saya memutuskan untuk pasif dalam forum itu :

  • kebanyakan orang yang bertanya kepada saya menganggap saya ini dokter/dukun yang harus memberikan solusi cepat bagi mereka
  • kebanyakan orang tidak bersabar pada penyakit mereka, padahal saya sudah bilang berkali-kali bahwa semua penderita batu empedu merasakan sakit yang sama, mengeluhkan sakit anda pada saya tidak akan menyelesaikan masalah anda ! jadi kenapa tidak bisa bersabar saja ?
  • kebanyakan orang yang sudah bertanya panjang-lebar dengan saya tidak sedikitpun mengucapkan terima kasih, padahal sudah mengambil waktu saya dan menyita perhatian saya karena masalah yang mereka buat sendiri, sementara itu mereka jika berkonsultasi pada dokter maka mereka akan rela bayar mahal, padahal semua dokter juga sama akan menyuruh anda untuk menjalani operasi itu.

Karena hal ini terjadi berulang-ulang dan semua yang datang ke blog ini akan bertanya hal yang sama tentang “Apa saya harus operasi atau tidak ?” maka jawaban saya selalu sama “semua keputusan ada pada anda”

Maka saya mencoba mengajak anda yang sudah mampir pada artikel ini untuk berpikir sejenak :

  • penyakit yang anda derita adalah akibat dari pola hidup anda sendiri, jika anda tidak mau berubah maka jangan harap anda bisa sembuh walaupun sudah menjalani operasi.
  • Kesehatan anda sejatinya ditentukan oleh kesehatan mental anda ! bukan fisik, penelitian dari jerman membuktikan bahwa kesehatan dipengaruhi 80% oleh kondisi mental anda, jadi jika anda tidak sabar dan terus mengeluh, maka jangan harap anda bisa sembuh total dari penyakit ini.
  • pikirkan orang disekitar anda (keluarga dan kerabat) yang ikut jadi repot dan menderita akibat penyakit anda ini, setidaknya jangan mengeluh dan bersabar dan terus optimis bahwa anda bisa sembuh dari penderitaan ini.
  • anda sebenarnya bisa sembuh tanpa menjalani operasi, yang anda butuhkan adalah kesabaran dan percaya bahwa anda bisa melakukannya, ingat bahwa metode herbal ini selain lebih efektif juga jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya operasi (dan anda mendapatkan informasi ini dari saya secara gratis juga ! coba bandingkan dengan biaya konsultasi dengan dokter internis )

dan dengan ini saya memutuskan untuk tidak akan menanggapi semua pertanyaan yang sama tentang bagaimana menghilangkan batu empedu, silakan anda cari pada kolom komentar di artikel-artikel sebelumnya dan memilih metode pengobatan herbal yang paling tepat untuk anda.

sekali lagi saya tekankan bagi anda penderita batu empedu :

tujuan saya menuliskan artikel ini adalah untuk berbagi atas penderitaan dan kesakitan yang pernah saya alami, supaya anda tidak perlu mengalaminya, dan anda jika ingin sembuh harus tetap terus bersabar dan berdoa kepada Tuhan YME untuk kesembuhan anda.

EDIT :

karena banyak yang menanyakan tentang Detoks Hati atau Liver Cleansing, maka berikut caranya yang saya ambil dari grup penderita batu empedu :

Persiapan :

  • Minum jus apel (1 buah apel fuji + 500ml air) selama 5 – 6 hari
  • minum ramuan herbal sesuai anjuran dokter jika ada
  • makan makanan non-fat (tempe, tahu, jagung, kentang, sayuran, ikan yang dikukus/rebus)

Pelaksanaan Liver Cleansing :

Liver Cleansing dilakukan selama dua hari, sebaiknya lakukan pada akhir pekan sehingga tidak menganggu aktifitas

  1. (jam 07.00 – 14.00) makan makanan non-fat
  2. (jam 14.000) mulai puasa sampai besok pagi 10.00
  3. (jam 16.00) siapkan larutan Garam Inggris (bisa dibeli di apotik) 300gram garam inggris dicampur dengan 720cc air putih, untuk 4 gelas (tiap gelas 180cc)
  4. (jam 18.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 20.00, boleh minum segelas air putih
  5. (jam 20.00) minum segelas larutan garam inggris, , tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 21.30, boleh minum segelas air putih
  6. (jam 21.30) siapkan larutan 125cc minyak zaitun, 2 buah Grape Fruit (150cc), 1 suing bawang putih. sisihkan 25cc grape fruit untuk membilas, siapkan 2 kapsul Bee Propolis (jika ada)
  7. (jam 22.00) minum larutan minyak zaitun, grape fruit dan bawang putih itu dan 2 kapsul bee propolis, minum sambil berdiri kemudian minum sisa 25cc grape fruit, tidak boleh minum air putih. gosok gigi dan langsung tidur miring ke kanan selama 3 jam (sampai jam 01.00 pagi) setelah itu boleh tidur terlentang sampai pagi
  8. (hari ke 2, jam 06.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 08.00, boleh minum segelas air putih
  9. (jam 08.00) minum segelas larutan garam inggris, tidur dengan posisi miring ke kanan selama sejam, setelah itu tidur terlentang sampai jam 10.00, boleh minum segelas air putih
  10. (jam 10.00) minum segelas jus apel
  11. (jam 12.00) sudah boleh makan makanan non-fat, dan malam hari sudah boleh makan seperti biasa.

Catatan :

  • Jangan makan ayam tepung dan timun selama liver cleansing
  • lakukan liver cleansing ke-2 dua minggu kemudian
  • untuk orang sehat liver cleansing bisa dilakukan selama 2x setahun dan untuk yang sakit bisa dilakukan setiap bulan

(sumber : Dokter Lucky Kartadinata, (021 4500 306), Jl. Janur elok raya blok PE1/1, Kelapa Gading, Jakarta)

dan untuk yang berminat mencoba Obat Herbal “Pusaka Ambon” yang sudah terbukti bisa menghilangkan batu empedu, ini alamatnya : JL. Kramat Raya no.63A, disamping kantor polisi, telfon : 021-98100424 dan 021-32573887

gall-bladder

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 884 other followers