Perang Badar (bagian 2)

31 Aug

ada beberapa kisah penting dan menarik yang terjadi pada saat Perang Badar, mengingat perang ini adalah perang yang pertama dalam sejarah Islam tentunya memiliki pengaruh yang besar pada seluruh kehidupan di jazirah arabia.

Kisah Cinta Zainab binti Muhammad dan Abil Ash

Zainab adalah putri dari Nabi SAW dari pernikahannya dengan Khadijah, dan Zainab menikah dengan sepupunya, Abil Ash yang masih keponakan dari Khadijah. pernikahan ini terjadi sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi, dan setelah Muhammad hijrah ke Madinah, Zainab masih bersama dengan suaminya yang masih menganut agama lama, sedangkan Zainab sudah masuk Islam.

perbedaan agama diantara mereka tidak menghilangkan rasa kasih sayang yang sudah terjalin, Abil Ash enggan memberikan Zainab kepada ayahnya karena mereka masih saling mencintai, “Jika agama memisahkan antara kedua jasad mereka, maka cinta mereka akan tetap ada hingga keduanya dipersatukan oleh sebuah agama.”

pada perang badar, Abil Ash tertangkap dan menjadi tawanan, Zainab kemudian mengumpulkan uang tembusan untuknya, salah satunya adalah kalung pemberian ibunya yang dulu adalah hadiah perkawinannya, saat Nabi SAW menerima tembusan itu dan memandang kalung milik Khadijah, wajahnya berubah sendu dan teringat akan mendiang istrinya, akhirnya Abil Ash dilepaskan tanpa tebusan, kalung itu diberikan kembali kepada Zainab, dan Nabi SAW berpesan agar Zainab dikembalikan kepadanya ke Madinah.

terjadi insiden saat Zainab diantar keluar kota Mekah, beberapa orang Quraish mencegatnya dan membuat untanya melompat hingga Zainab terjatuh dari untanya, kecelakaan ini menyebabkan Zainab yang saat itu sedang hamil mengalami keguguran dan menderita luka yang parah.

setelah kepergian Zainab, beberapa tahun kemudian Abil Ash diam-diam menyusul ke Madinah dan menyusup ke kota itu saat malam hari menemui istrinya, pada siang harinya Zainab mengumumkan bahwa Abil Ash dalam perlindungannya dan Abil Ash kemudian mengucapkan syahadat dan memeluk Islam.

Asy-Sya’bi berkata : “Zainab masuk Islam dan hijrah, kemudian Abil Ash masuk Islam sesudah itu, dan Islam tidak memisahkan antara keduanya”

Zainab wafat tidak lama setelah itu karena luka yang dideritanya ketika terjatuh dari unta dulu, Nabi SAW pernah berkata “dia putri terbaikku “. Zainab adalah contoh kesetiaan seorang istri dan keikhlasan iman, suaminya Abil Ash berkata “Puteri Al-Amin, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dan setiap suami akan memuji sesuai dengan yang diketahuinya.”

Kisah Ukasyah bin Mihshan dan pedang Al-‘Aun

Salah satu pahlawan yang lahir di medan perang Badar ini adalah Ukasyah bin Mihshan bin Harsan Al-Asadi. saat ia bertempur, pedangnya pun patah. karena pasukan muslim berperang dengan kondisi yang serba kekurangan, mereka tidak membawa senjata cadangan

Ukasyah menghampiri Nabi SAW dan berkata “Ya Rasulullah, pedangku sudah patah”, Ukasyah sendiri paham bahwa satu-satunya opsinya adalah berperang dengan tangan kosong dan berharap bisa merebut pedang musuh.

Rasulullah SAW menghampiri Ukasyah sambil membawa sebuah ranting pohon, sambil bersabda, “Berperanglah dengan ini wahai Ukasyah.”

Tanpa keraguan sedikitpun, Ukasyah mengambil ranting itu dan kembali ke medan perang, saat ia mengayunkan ranting pohon ke arah musuh, tiba-tiba ranting itupun berubah menjadi sebuah pedang yang panjang, kuat, mengkilat dan tajam. Ukasyah meneruskan pertempurannya dengan pedang barunya hingga Allah memberikan kemenangan pada umat Islam.

Pedang yang kemudian diberi nama “Al ‘Aun” menjadi senjata andalan Ukasyah dalam setiap pertempuran yang diikutinya, baik bersama atau tanpa Rasulullah SAW. Begitupun ketika Ukasyah menjemput syahidnya di Perang Riddah (pada masa khalifiyah Abu Bakar), pedang dari ranting pemberian Nabi SAW setia menemaninya.

Ukasyah bin Mihshan dikuburkan bersama pedangnya Al-‘Aun, Nabi SAW pernah mendoakannya akan masuk dalam golongan yang masuk ke surga tanpa dihisab dan berwajah indah seperti rembulan, dari kisah Ukasyah kita bisa memahami esensi dari keteguhan iman.

Kematian Umayyah bin Khalaf, mantan majikan Bilal bin Rabah

salah satu pemimpin Quraish yang ikut dalam perang badar adalah Umayyah bin Khalaf, dia adalah orang yang dulu sering menganggu Rasullulah dan umat Islam di Mekkah dan menyiksa budaknya, Bilal bin Rabah, hingga Bilal hampir saja mati jika tidak ditolong oleh Abu Bakar yang menghentikan Umayyah.

Setelah perang badar selesai dan Umayyah tertangkap oleh Abdu Amr yang sebelumnya sudah terikat dengan perjanjian agar melindungi Umayyah, saat Abdu Amr membawa Umayyah sebagai tawanannya, mereka melewati Bilal yang sangat terkejut melihat Umayyah, mantan majikannya itu.

Bilal, si Muadzin pertama dalam sejarah Islam itu, berteriak “Ini Umayyah bin Khalaf, si pemimpin Quraish ! saya tidak akan selamat jika dia selamat !”

beberapa orang Anshor langsung menghampir mereka, tentu saja mereka semua sudah mengetahui bagaimana kisah kebengisan Umayyah ketika dulu menyiksa Bilal, para Anshori itu kemudian mencoba membunuh Umayyah walaupun dicegah oleh Abdu Amr.

dan Umayyah pun terbunuh oleh para Anshor, jasadnya terbaring diatas tumpukan kerikil, sama seperti dulu ketika dia menyiksa Bilal dengan membaringkannya diatas tumpukan kerikil panas, dan pada saat kaum muslim mencoba mengangkat jasadnya untuk dikuburkan, tubuh Umayyah tidak dapat diangkat karena setiap kali mereka mencoba mengangkatnya, badan Umayyah hancur. akhirnya mereka membiarkan jasad Umayyah terbaring diatas kerikil.

Abdu Amr, yang kemudian dikenal sebagai Abdurrahman bin Auf, mengucapkan selamat kepada Bilal atas matinya Umayyah, walau dia terkena luka saat mencoba melindungi Umayyah dari serangan para Anshori. dan Abu Bakar pun juga memberikan selamat kepada Bilal atas kematian mantan majikannya itu disertai dengan doa dan pujian bagi Bilal.

Demikian beberapa kisah dari Perang Badar, semoga bermanfaat.

 

 

 

Unintelligent System

29 Aug

“Kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”

pada awalnya banyak yang mengutip kalimat dari Ali bin Abi Thalib ini saat isu politik di negri ini sedang memanas, namun adalah sangat tidak bijak jika menggunakan kalimat yang memiliki makna yang luas ini pada kondisi ini.

kemudian saya ingat pada beberapa hal yang sudah terjadi belakangan ini, mengapa hal-hal yang menurut kita harusnya tidak digunakan lagi karena sudah terbukti gagal namun masih beredar dan digunakan dimana-mana ?

misalnya ideologi demokrasi dan sistem kapitalis, sudah banyak yang meramalkan bahwa kedua sistem ini akan segera berakhir namun sampai hari ini mereka masih berjaya, atau mengapa open source masih belum bisa mengungguli proprietary padahal sudah terbukti mereka lebih mumpuni dan lebih baik.

Complexity is about scale, unintelligent systems are supported with unintelligent units.

pada 1944, dibuatlah perjanjian Bretton Woods system yang pada intinya memperbolehkan uang kertas dicetak lebih banyak daripada cadangan emas yang tersedia, dan akibat dari sistem ini adalah krisis finansial yang terjadi berkali-kali dan turunnya nilai mata uang secara drastis.

atau contoh lainnya yang lebih aneh lagi yaitu skema ponzi yang sering terjadi dan menipu banyak orang namun mengapa masih saja banyak orang yang tertarik dan percaya pada skema penipuan ini.

kemudian saya teringat sekitar satu dekade lalu, saya mencoba mempelajari kapital market, dan saya ingin mencoba terjun kedalam dunia ini namun langsung ditolak oleh orang terdekat saya pada saat itu, saya tidak mempersoalkannya saat itu karena fokus saya tertuju pada hal yang lain, namun kemudian tawaran itu diajukan pada saudaranya dan dia malah langsung menolaknya.

menurut saya seharusnya orang itu tidak menolak tawaran yang menggiurkan itu, selain gaji yang cukup besar dan bonus akhir tahun yang lumayan, harusnya tidak ada alasan untuk mengabaikan tawaran kerja ini dengan alasan tidak suka dengan lingkungan pekerjaannya.

dan belakangan baru saya sadari bahwa keputusan saya untuk tidak mencoba pekerjaan itu dan tidak masuk dalam sistem itu adalah keputusan yang sangat tepat, saya tidak bisa membayangkan bagaimana saya bisa bertahan dalam sistem itu tanpa tidak “bermain api”, ketika kita berada dalam sistem yang salah dan merugikan orang lain maka sangat tidak mungkin kita bisa bertahan menjadi orang baik.

jadi jawaban dari dua kutipan diatas adalah :

suatu sistem yang buruk dan salah akan selalu digunakan saat semua orang masih membutuhkannnya,

suatu sistem yang salah tersebut akan dikalahkan oleh sistem yang benar saat semua orang meninggalkan sistem yang salah itu dan beralih kepada kebenaran.

wallahu ‘alam bishowab

 

 

 

Perang Badar

24 Aug

“Selama bertahun-tahun Muhammad telah menjadi sasaran pencemoohan dan penghinaan; tetapi setelah keberhasilan yang hebat dan tak terduga itu (di Badar), semua orang di Arabia mau tak mau harus menanggapinya secara serius.”Karen Armstrong

Perang Badar merupakan perang pertama dalam sejarah Islam dimana kaum Muslim yang dipimpin oleh Nabi SAW berhadapan dengan kaum Quraish.

Perang ini adalah momen yang penting dalam sejarah Islam, karena selain merupakan perang pertama dan kejadian ini menjadi titik balik kondisi umat Islam saat itu

Muhammad SAW mendapat informasi bahwa akan ada rombongan terbesar dari Mekkah, ia mempersiapkan pasukan terbaiknya menuju kota Badar, kondisi pasukan muslim serba seadanya, banyak yang hanya membawa pedang tanpa baju zirah, banyak yang berjalan kaki karena jumlah kuda dan unta sangat sedikit, bahkan Nabi SAW sendiri pun membagi untanya dengan Ali bin Abi Thalib dan seorang lagi.

Sebelumnya Nabi SAW bertanya pada kaum Anshor (penduduk Madinah) bahwa mereka tidak diharuskan ikut berperang namun Sa’ad bin Ubadah, salah seorang pemimpin kaum Anshar, berkata “Seandainya engkau (Muhammad) membawa kami ke laut itu, kemudian engkau benar-benar mengarunginya, niscaya kami pun akan mengikutimu.”

Maka Nabi SAW sendiri yang memimpin pasukan muslim yang berjumlah 300 orang berhadapan dengan pasukan Quraish yang dipimpin oleh Abu Jahal yang berjumlah 1000 orang.

Saat Nabi SAW telah sampai di dekat Badar, hal pertama yang dilakukannya mencari posisi paling strategis yang letaknya dekat dengan sumber air, dan merusak sumber air lainnya agar tidak dapat digunakan oleh musuh atas saran dari sahabat, Habab bin Munzir.

Pada malam harinya, Allah menurunkan rahmat-Nya atas kaum muslim dengan menurunkan hujan rintik2 yang membasahi perkemahan kaum muslim dan menidurkan seluruh pasukan muslim, sementara itu di perkemahan kaum Quraish diturunkan hujan lebat yang membuat kemah mereka basah dan tanah menjadi becek.

sementara itu Nabi SAW bermunajat, berdoa sepanjang malam kepada Rabb, memohon agar diberi kemenangan dipertempuran, diriwayatkan Nabi SAW pada malam itu tidak tidur karena terus berdoa kepada-Nya.

Pagi harinya, Perang diawali dengan duel tiga-lawan-tiga, perwakilan umat Islam adalah Ali bin Abi Thalib, Hamzah dan Ubaidah bin Harits, mereka berhasil menang dalam duel tersebut, Ali (yang pada saat itu masih berusia 20tahun) dan Hamzah dengan cepat berhasil membunuh lawannya, sementara Ubaidah menderita luka yang menyebabkannya wafat.

Nabi SAW mempersiapkan pasukan muslim berbaris untuk melancarkan serangan pertama, sebelumnya Nabi SAW menengadahkan kedua tangannya kelangit dan berdoa : Ya Allah, jika Engkau membinasakan pasukan Islam saat ini, maka tidak ada lagi yang akan beribadah kepada-Mu di muka bumi ini”. (HR. Muslim)

Nabi SAW terus bedoa dan berdoa hingga selendangnya jatuh, kemudian Abu Bakar mengambil selendang itu meletakkannya kembali dipundak Nabi SAW dan berkata “Cukup ya Rasulullah, Allah akan memenuhi janjinya”

Pada saat itu turunlah firman yang dibawa oleh Jibril bahwa Allah telah menurunkan bantuan-Nya (Al-Anfal : 9) saat itu juga Nabi segera mengambil pedang dan memasang baju zirahnya dan terjun ke medan perang sambil mengucapkan “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”. (al-Qamar 54 : 45)

Tidak pernah ada peperangan dimana pemimpinnya sendiri yang maju paling depan kecuali pada Perang Badar, Dalam riwayat lain diceritakan, “Ketika peperangan sudah berkecamuk, kami berlindung dengan Rasulullah . Beliau adalah orang yang paling menderita. Tidak ada seorang pun yang lebih dekat posisinya dengan musuh dibandingkan Rasulullah”

Muhammad bergantian melancarkan serangan dengan Abu Bakar yang tidak pernah pergi dari sisinya, bahkan Ali berkata :  “kami berlindung dengan Rasulullah. Beliau adalah orang yang paling dekat dengan musuh dan yang paling susah.”

Pertempuran berlangsung sekitar 3-4 jam, dimana kaum muslim yang wafat berjumlah 14 orang, sedangkan kaum quraish yang terbunuh berjumlah 70 orang dengan 70 orang tawanan.

Apa yang membuat kaum muslim bisa memenangkan pertempuran yang tidak seimbang ini ?

  1. Kedisiplinan dan keteguhan hati pada kaum muslim, juga kepatuhan mereka pada pemimpin mereka.
  2. Bantuan para malaikat dalam medan perang, banyak dari kaum muslim yang melihat sendiri saat mereka baru mengangkat pedangnya, musuh sudah terbunuh, pasukan malaikat yang diutus Allah ini telah menaikkan semangat tempur kaum muslim dan membuat bingung kaum quraish.
  3. Kejeniusan Nabi SAW yang menempatkan posisi kaum muslim di dekat sumber air, dan keberaniannya maju pada barisan paling depan di medan tempur.

Perang Badar adalah perang yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Quran : “Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertawakallah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (Ali Imran 123)

 

 

 

 

 

 

Deadliest Sins

14 Aug

Muscles without Strength,

Friendship without Trust,

Opinion without Risk,

Change without Aesthetics,

Age without Values,

Food without Nourishment

Power without Fairness,

Facts without Rigor,

Degrees without Erudition,

Militarism without Fortitude,

Progress without Civilization,

Complication without Depth,

Fluency without Content,

 

by N.N. Taleb

 

addittion :

Knowledge without Wisdom,

Love without Devotion

The Paradoxical Commandments

7 Aug

People are illogical, unreasonable, and self-centered.
Love them anyway.

If you do good, people will accuse you of selfish ulterior motives.
Do good anyway.

If you are successful, you will win false friends and true enemies.
Succeed anyway.

The good you do today will be forgotten tomorrow.
Do good anyway.

Honesty and frankness make you vulnerable.
Be honest and frank anyway.

The biggest men and women with the biggest ideas can be shot down by the smallest men and women with the smallest minds.
Think big anyway.

People favor underdogs but follow only top dogs.
Fight for a few underdogs anyway.

What you spend years building may be destroyed overnight.
Build anyway.

People really need help but may attack you if you do help them.
Help people anyway.

Give the world the best you have and you’ll get kicked in the teeth.
Give the world the best you have anyway.

If you find serenity and happiness, they may be jealous.  be happy anyway.

 
You see, in the final analysis, it is between you and God.

it was never between you and them anyway

- Kent M. Keith

Arab, Israel, Perang dan Al-Wahn

6 Aug

 

“the main purpose of monotheistic religion is not telling man there is God, but letting him know he is not God”

Rasulullah bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian, seperti halnya orang-orang yang menyerbu makanan di atas piring.” Seseorang berkata, “Apakah karena sedikitnya kami waktu itu?” Beliau bersabda, “Bahkan kalian waktu itu banyak sekali, tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn.” Seseorang bertanya, “Apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Abu Dawud No. 3745)

hampir dua bulan ini saya mencoba mempelajari tentang konflik di timur tengah dan sejarahnya, begitu rumitnya masalah di timur tengah ini membuat kita lupa bahwa dulunya semua negara-negara Islam ini semua bersatu dalam satu khalifah selama hampir 12 abad.

untuk memahami kondisi saat ini saya mencoba mempelajari dari Perang Dunia 1 dimana khalifah Turki yang pada awalnya tidak mau terlibat dalam aliansi akhirnya mulai ikut bergabung dalam perang ini yaitu pada Perang Galipolli, dimana khalifah Turki keluar sebagai pemenangnya, namun dengan kondisi politik yang makin tidak stabil disusul dengan krisis ekonomi, akhirnya kesultanan Turki berakhir dengan revolusi oleh Mustafa Kemal At-atruk.

Dengan berakhirnya kesultanan Turki, diiringi oleh revolusi arab yang dipimpin oleh “Lawrence of Arabia” maka muncullah negara-negara timur tengah modern yang ada saat ini ; Saudi Arabi, Mesir, Jordania, Syria, Lebanon, Irak, Iran, dst.

dan apakah yang terjadi di timur tengah setelah perang dunia kedua berakhir ?

Israel mulai mendirikan negara Israel di tanah Palestina

Negara Israel ini bukan berdiri begitu saja, jauh sebelumnya mereka sudah melakukan lobi dan negosiasi dengan negara2 aliansi, dan karena pertimbangan politik dan kuatnya pengaruh zionist, maka negara aliansi mendukung penuh berdirinya negara israel.

kemudian apa reaksi dari negara-negara timur tengah yang baru merdeka ?

mereka bersama-sama menggempur israel yang kelak dikenal sebagai “Arab – Israel War” pada 1948

aliansi negara2 Islam terdiri dari Jordania, Mesir, Syria, Liga Arab dan Irak, melawan Israel dan aliansinya (Inggris, Amerika dan Rusia – saat itu Stalin memberikan bantuan dana untuk negara israel)

Pertanyaan saya : mengapa negara2 Islam saat itu kalah melawan israel yang baru saja menderita dari musibah holocaust ? dari segi jumlah tentara, pasukan aliansi negara islam jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan pasukan tentara israel

ternyata ada beberapa poin yang menyebabkan kekalahan negara2 aliansi Islam :

  • Negara aliansi Islam tidak memiliki pemimpin yang handal saat itu
  • Pasukan israel walaupun jumlahnya sedikit namun lebih efisien dan sudah memiliki pengalaman perang dari WW1 dan WW2
  • tidak adanya pemimpin dalam aliansi negara islam menyebabkan tidak ada kesatuan gerakan, pembagian sumber daya (amunisi dan tentara) juga tidak ada kesatuan strategi dalam perang.

kekalahan negara2 aliansi Islam pada perang ini berakibat fatal, antara lain makin kuatnya dukungan negara2 aliansi (amerika, dkk) pada zionist untuk melindungi negara israel, terbentuknya IDF, pasukan elit israel yang saat ini menggempur Hamas dan rakyat palestina, dan yang paling menyedihkannya yaitu semakin tajam konflik di timur tengah yang mengakibatkan semakin terpecahnya negara2 di timur tengah.

Kalau membaca berita tentang timur tengah saat ini, saya tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah, sulit untuk menguraikan benang yang sudah kusut ini, bahkan setelah mempelajari sejarah munculnya negara2 islam modern pun saya masih belum memahami konflik di timur tengah.

dan kita sebagai negara muslim terbesar di dunia pun terkena imbasnya, sebut saja ISIS, syiah, ahmadiyah, dst. mereka adalah ‘hadiah’ dari timur tengah yang entah kenapa harus ada juga disini, sulit untuk memberi komentar tentang mereka karena kita tidak tahu apa alasan berbagaimacam aliran tersebut muncul disini.

harapan saya semoga kita semua bisa melalui semua konflik ini, kembali bersatu lagi dan terhindari dari semua fitnah, karena saya masih percaya bahwa agama ini datang ke dunia sebagai rahmat untuk semua, baik yang muslim maupun penganut agama lain, seperti dulu saat kita masih bersatu dalam satu naungan khalifah

 

Ash-Shiddiq

27 May

“Intentions count in your actions”

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat Nabi SAW dan khalifah pertama setelah wafatnya Rasululloh. mengenai keutamaan Abu Bakar selain beliau merupakan salah satu orang yang pertama masuk Islam, juga sifatnya yang “selalu berkata benar” yaitu saat Nabi SAW membawa kabar tentang perjalanan Isra Mi’raj, Abu Bakar yang pertama membenarkan peristiwa itu, untuk itu Nabi SAW memberinya gelar “Ash-Shiddiq”

Momen paling krusial dalam sejarah Islam adalah saat wafatnya Nabi SAW, ditengah-tengah kebingungan umat dan bahkan Umar bin Khattab mengacungkan pedangnya dan mengancam akan menebas siapapun yang mengatakan bahwa Nabi telah wafat, kemudian Abu Bakar muncul dan mencegah perpecahan diantara umat dengan berkata :

Barangsiapa yang menyembah Muhammad sesungguhnya dia telah wafat, barang siapa yang menyembah Allah sesungguhnya Allah tetap hidup, “Muhammad tidak lain hanya seorang Rasul, sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa Rasul, apakah jika ia wafat atau terbunuh kamu berbalik kebelakang (murtad) ? barangsiapa yang berbalik kebelakang maka ia tidak mendatang mudharat kepada Allah sedikitpun dan Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur “(QS 2:144)

mendengar ini Umar bin Khattab tersadar dan berkata bahwa seakan-akan belum pernah mendengar ayat ini sampai Abu Bakar mengucapkannya.

Abu Bakar dibai’at menjadi khalifah pertama dan berikut pidatonya :

“Aku telah terpilih sebagai pemimpin bagi kalian semua dan aku bukanlah yang terbaik, maka jika aku berbuat kebaikan maka bantulah aku, jika aku berbuat kekeliruan maka luruskanlah aku, kejujuran adalah amanah dan dusta adalah penghianatan, patuhilah aku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya, namun jika aku tidak mematuhi keduanya maka tidak ada kewajiban taat atas kalian terhadapku”

tugas pertama yang dilakukannya adalah mempersatukan umat yang sempat terpecah setelah wafatnya Nabi SAW dengan membentuk batalyon yang salah satu panglimanya adalah Khalid bin Walid si “Pedang Allah”, juga pada masa ini Abu Bakar mulai mengumpulkan Al-Quran dengan bantuan salah seorang sahabat yang hafiz quran yaitu Zaid bin Tsabit.

Abu Bakar wafat setelah dua tahun menjabat sebagai khalifah dan beliau diteruskan oleh Umar bin Khattab “Amirul Mukminin” pada saat wafatnya Abu Bakar ini pasukan muslim yang dipimpin oleh Khalid bin Walid baru memenangkan pertempuran melawan pasukan romawi di Syam (Irak)

Kekalahan romawi ini membuat gusar kaisar Heraclius, yang bertanya pada prajuritnya “apakah jumlah kalian lebih banyak berlipat-lipat dibandingkan mereka ?” Benar jawab mereka, Heraclius bertanya lagi “jadi kenapa kalian kalah ?

mereke menjawab “kami kalah karena mereka beribadah di malam hari, puasa disiang hari, mereka menepati janji, mengajak pada perbuatan baik dan mencegah keburukan, sedangkan kami gemar minum, berzina, menyalahi janji, menjarah harta, berbuat zalim dan selalu berbuat kerusakan”

mendengar itu Heraclius berkata “engkau benar

 

 

abu-bakr-siddiq-quote-on-patience (1)abu-bakr-siddiq-quote-on-patience (1)

 

 

 

 

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 838 other followers